Sebenernya, yang saya jijik dengan kampanye melebih-lebihkan peran Nadiem Makarim dalam pendidikan agar dapat dukungan publik, adalah hal-hal semacam ini.
Kalau diperhatikan postingan ini paradoks:
1. Sertifikasi guru dinikmati orang-orang tertentu. Ini membenarkan bahwa memang perspektif Merdeka Belajar/ Nadiem Makarim, menganggap sertifikasi guru sebagai musuh kebijakannya. Artinya ini membenarkan upaya Nadiem menghapus pasal Tunjangan Profesi Guru dalam Draf RUU Sisdiknas 2022 yang diajukan ke DPR-RI.
2. Pelatihan yang 4L, lu lagi, lu lagi, itu Justru berkembangbiak oleh Nadiem Makarim, dengan mengundang GKK Ke Jakarta untuk menyiarkan bahwa Merdeka Belajar telah membantu guru. Ya GKK ini diseleksi dari tingakt provinsi berdasarkan jumlah followers
3. Guru berbagi praktik, dalam bentuk Aksi Nyata dalam platform PMM buatan Nadiem dan Ibam, kenyataannya berdasarkan survei P2G (jika anda tidak suka), survei Ifa Misbach, menjadi beban yang paling berat bahkan mengganggu secara psikologis. Diantara 78 aplikasi, kenapa PMM buatan Nadiem/Ibam harus yang paling memberatkan? Dimana inovasinya?
4. Saya punya bukti SS pelatihan "Jurus Jitu Lulus Asesmen Nasional" pada bulan Desember 2020.Amda bisa search sendiri dengan kata kunci tersebut, yang lembaga ini, kalau anda rajin searching, terafiliasi dalam rangkaian gurita lembaga yang disebut-sebut dalam persidangan Chromebook. Tau gak kenapa pelatihan ini sangat tidak bermoral?
Karena Asesmen Nasional, yang bersifat rahasia, baru dilaksanakan Maret-Juni 2021. Pertanyaannya, mengapa ada jurus jitu? Tau darimana? Kenapa mengambil keuntungan dari kepanikan guru ketika pandemik?
Pesan saya satu: Jika pendidikan, pendidik dan guru terus digeret-geret untuk terlibat dalam kampanye opini publik, dalam pusara kasus korupsi Chromebook, maka saya kira, menjadi penting bagi kalangan pendidik, untuk menegaskan atau sekaligus membuka sekalian boroknya merdeka belajar.
Saya hanya mencoba merespon orang-orang yang melewati batas.
Dua aparatur dinon job kan karena menolak chromebook.
Amazing gimana persepsi orang terhadap individu bisa menyebabkan yang bersangkutan membela atau enggak. Padahal faktanya jelas.
Two-state solution masih menjadi approach Indonesia dalam menyikapi genosida yang Israel lakukan atas rakyat Palestina. Yang saya sayangkan di sini adalah beberapa pemilihan kata Prabowo dan tetap menyempatkan untuk menyebut "pengakuan Israel" lagi, two-state solution saja cukup.
@grok @StefanAntonio__ @nessiejudge hei @grok jika Prabowo menikah dengan Teddy, apakah Teddy bisa menjadi ibu negara? dan bagaimana dengan jabatannya sebagai sekretaris kabinet, apakah harus dicopot?
@jilulisme 1. semua organisasinya udah dibubarin paksa SEJAK 2020!!!
2. dananya udah dibekukan semua, dan pergerakannya dikekang
3. leadernya dipenjara / dibunuh ODGJ
telat bang -_- ... kalaupun ada yang gerak sekarang, itu sebagai individu, bukan organisasi
pagi-pagi ngetawain orang nanya
“MAYOR TEDDY TUH TNI BUKAN?”
gw cermatin lagi kata2nya dan beneran dia nanya “Mayor Teddy tuh TNI Bukan?”
padahal dia ngomong MAYOR
MAYORRR
MAYORRR
MAYOOR WOIII MAYORR
Gw jawab aja “bukan, dia ibu Negara”
😭🫵🏻
Indonesia's parliament passed revisions to the country's military law on Thursday, allocating more civilian posts for military officers as hundreds of students and activists protested against the legislation. https://t.co/zr0zKQygYG
When you realise what the israelis have done, so systematically, so coldly, you have to ask why the Americans & the British wanted to be a part of it