🚨JUST IN: Ada pembicaraan di Manchester United bahwa Heung-min Son adalah target yang layak untuk klub, mengingat kontraknya bersama Tottenham akan habis pada musim panas nanti.
📰: @sbates_people
🗣️"Di awal kami dapat peluang yang sempurna, namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Ragnar. Itu yang jadi penyebab kami kalah. Mungkin jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, hasilnya pasti berubah."
🗣️"Memang dari awal kita menargetkan peringkat 3 atau 4 dan (secara realistis) memang sangat sulit untuk lolos ke Piala Dunia. Saya tidak bisa menjamin itu, tetapi saya tetap ingin mencoba. Memang ada tekanan karena posisi pelatih kepala selalu seperti itu."
- Shin Tae-Yong
📝 Post match interview
Berawal dr kompetisi basket pelajar sederhana di Surabaya 2 dekade yg lalu, DBL bertumbuh sangat besar.
Kini DBL menjangkau 31 kota, menyentuh jutaan orang, menjadi liga olahraga paling konsisten di Indonesia.
Selamat ulang thn ke-20 DBL!
Ini kontribusi DBL bagi Indonesia..🧵
Halah tai, misal juara juga dibilang hoki lagi..
Memang salah strategi dan pasang pemain inti, tp sepak bola itali tidak mati/suri..
Bintang 4 masih pantas di-jersey azzuri, dibanding spanyol, inggris dan belanda yg kalian kagumi~
Calcio telah mati. Seiring idola pada poster di kamar kalian memutuskan pensiun, menjadi gendut, dan tua tak terelakkan.
Calcio is already dead. When El Shaarawy, Scamacca, and Chiesa leading their line.
Sepenuhnya didikte Xhaka. Didominasi tanpa punya rencana. Tidak ada tanda-tanda serangan balik akan menjadi sebuah skema. Tatkala sepakan mengarah ke gawang saja baru tercipta pada menit ke-73, setelah tertinggal 0-2.
Sah mengategorikan kesuksesan juara pada Piala Eropa 2020 sebagai keajaiban. Terjadi di antara aib dua kali beruntun gagal tembus Piala Dunia. Berlangsung pada momen pandemi yang serba sulit dicerna akal sehat.
Mungkin sebetulnya itu serupa dengan pencapaian Portugal pada 2016 yang finis di peringkat ketiga grup dan juara berkat sepakan pemain obscure, Eder.
Juga Yunani pada 2004 dan Denmark pada 1992 yang dongengnya kali ini tidak perlu lagi diceritakan. Generasi kakek mereka bahkan pernah melenggang ke final berkat lemparan koin, lalu keluar sebagai juara pada 1968.
Bagi beberapa orang yang kurang punya sensibilitas romantik, 'keajaiban' itu tampak tak lebih dari sekadar 'keberuntungan'. Happy go lucky. Sebagian besar lainnya masih menganggap itu buah manis dari kerja keras. Not the cynical.
Apa boleh buat, calcio hari ini mesti menjadi menarik berkat bantuan nostalgia. Berupa kuncir kuda ikonik Baggio. Kehangatan persahabatan Totti-Del Piero. Cara bertahan elegan Maldini-Nesta. Juga doa untuk Buffon yang harusnya terus awet muda.
Apa yang ada hanya Donnarumma yang elite, tapi cemar tanpa sikap setia. Regista terbaik yang tidak pernah merumput di Serie-A. Immobile yang tumpul sepanjang musim, lalu tersisih secara alamiah. Kumpulan pemain/pelatih yang seperti hilang magis setelah dibuai uang besar MLS dan Liga Cina.
Heyday Serie-A telah lama berakhir. Selain gerbong pemain Inter, klub mana yang menyumbang lebih dari satu pemain teramat mumpuni untuk diandalkan? Tifosi tidak perlu banyak berharap kalau Barella yang justru menjadi pemain dengan gol terbanyak di skuad sekarang.
Tidak ada satupun pemain Italia yang bersaing memperebutkan Capocannoniere musim lalu. Telah lama orang Italia tidak masuk dalam percakapan perebutan Ballon D'Or. Semakin mengkhawatirkan seandainya Gnonto dianggap representasi utama masa depan Gli Azzurri.
Talisman para tim juara Serie-A belakangan juga bukan wajah lokal. Lautaro, Osimhen-Kvara, Giroud-Leao, Cristiano, dan tarik terus sampai 2006.
Bermunculan pelatih hebat, tapi tidak berjalan beriringan dengan regenerasi pemain. Mereka mekar di level klub dengan keleluasaan memiliki SDM tanpa peduli kewarganegaraan.
Sepanjang Piala Eropa ini, kita dipaksa menganggap calcio baik-baik saja. Berkat status juara bertahan. Berkat tampilan retro Calafiori yang dianggap cogan.
Berlin pada 2006 tak sama dengan Berlin 2024. Kisah Italia kembali tuntas di sana, tapi dengan perasaan berbeda.
Kini, apa yang tersisa dari calcio terpaksa melulu nostalgia. Mau tak mau, anda harus mengakuinya.
Il calcio è morto. Arrivederci.
#EURO2024
#SUIITA 🇨🇭🇮🇹
▪︎
📝: @oomrahman/@Box2BoxBola
I just wanted to send this farewell message to all Manchester United supporters.
I would like to express my unwavering gratitude and appreciation for the love from the last 12 years. We’ve achieved a lot since my dear Sir Alex Ferguson brought me to this club. I took incredible pride everytime I pulled on this shirt, to lead the team, to represent this institution, the biggest club in the world was an honour only bestows upon a few lucky footballers.
It’s been an unforgettable and successful period since I came here. I didn’t think from leaving Madrid as a young boy we would achieve what we did together.
Now, it’s the right time to undertake a new challenge, to push myself again in new surroundings.
Manchester will always be in my heart, Manchester has shaped me and will never leave me.
We’ve seen it all. 🤘🏼❤️