Ternyata bengkoang itu definisi "Manis di bawah, mematikan di atas"π€― kok bisa??
Yuk aku kasih tau funfact nyaa
βBanyak yang cuma tau umbinya yang segar buat rujak, padahal secara forensik, bengkoang itu tanaman yang penuh jebakanππ
Selain umbi putihnya, seluruh bagian pohonnya (daun, batang, bunga, sampai biji) itu beracun! Mereka mengandung zat Rotenone yang fungsinya bukan buat sayur, tapi buat pertahanan diri melawan hama.
βZaman dulu, petani sering numbuk biji bengkoang buat jadi racun ikan (nuba) atau pembasmi kutu tanaman karena racunnya sekuat itu.
βJadi, jangan pernah iseng nyoba masak daun bengkoang ya. Cukup umbinya saja yang kita nikmati manisnya.
Sang ahli artikulasi "Indri Wahyuni"
total harta dia Rp3,9 miliar :
- tanah 252 meter persegi t senilai 3.5 miliar
- aset properti kedua seluas 436 meter seharga 850 juta.
- kas dan setara kas sebesar 110 juta
- harta bergerak lainnya senilai Rp525 juta.
- tapi gk punya mobil satu pun
apakah dia ngegrab kalo ke kantor?
atau make mobil negara ??
dari duit rakyat??
Udah yaa ribut ributnya, problemik Cerdas Cermat Empat Pilar MPR alhamdulillah sudah saya atasi semua!! ππ
So proud buat adik-adikku yang berani speak up!! Nanti kita kasih reward periksa dokter THT buat jurinya ya dekkk Yang mau bikin video serupa bisa komen βJURIβ nanti aku kirim prompt dan akses aplikasinya! ππ
(video terakhir, buat closingan aja sih biar adem wkwkwk)
Sc. yaudahadudu/ig
@ivanlanin Masih bingung sampai saat ini istilah "temper" "menemper" "tertemper" yg dipakai oleh KAI.
Antara pelaku dan tersangka menjadi bias jika sudah tampil di headline.
Namanya lomba cerdas Cermat, namun JURINYA TIDAK CERMAT π
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MOR RI tingkat provinsi Kalimantan Barat berujung viral.
Acara yang diselenggarakan Sabtu (9/5/2026) dan disiarkan oleh akun Youtube MPR RI Official itu, menjadi kontroversial karena penilaian juri yang dinilai tidak objektif.
Awalnya adalah pertanyaan mengenai lembaga mana yang pertimbangannya wajib diperhatikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden.
Namun dewan juri yang bernama Dyastasita (Kabiro Pengkajian Setjen MPR) menilai jawaban itu salah. Selanjutnya pertanyaan yang sama dilempar ke regu lain dan dijawab oleh peserta dari SMAN 1 Sambas, di mana inti jawabannya sama.
Tapi kali ini, dewan juri membenarkan jawaban tersebut. Hal yang tentunya diprotes oleh penjawab pertama. Sayang, protes tidak diterima dan keputusan dewan juri dinyatakan final. Dewan juri kemudian seperti menyalahkan artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak saat menjawab pertanyaan.
Demikian juga dengan sikap pembawa acara yang membela juri dan mengatakan 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja'.
Padahal lomba 4 Pilar MPR RI, tapi finalnya malah merusak nilai-nilai 4 Pilar sendiri.
Menurut gue, ini wujud Inkompetensi yang lengkap sih. Mulai dari Moderator/MC sampai Jurinya sama aja. Beneran kek representasi kehidupan kita capt, yg berkuasa salah tapi ga mau tau, wasitnya belain yang kasih makan.
Jadi pada acara babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Adek yang berani karena benar itu dari SMAN 1 Pontianak. Sementara Jurinya adalah:
1. Dyastasita (Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, MPR RI)
2. Indri Wahyuni (Kepala Bagian Badan Sosialisasi Setjen MPR RI)
Buntut dari kejadian itu, SMA N 1 Pontianak melayangkan protes di Media Sosialnya.
Rispek untuk SMA N 1 Pontianak dan Siswanya yang berani bersuara π«‘