TANGERANG BERDUKA 🥀
Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk seluruh korban tabrak lari sore ini (31/10). Berharap hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.
Bisnis Haram Raffi Ahmad dan Tangisan Kaum Miskin
Siapa sih yang tidak kenal dengan Raffi Ahmad? Pria yang sudah berkarir selama 20 tahun di dunia hiburan ini, semakin sukses menorehkan pundi-pundi hartanya lewat beragam bisnis yang ia miliki. Namun siapa sangka, di balik bisnis-bisnis itu terdapat tangisan dari kaum miskin yang dipaksa minggir dari tanahnya.
Melalui program yang bernama Proyek Strategis Nasional, pengusaha-pengusaha kelas kakap berkumpul demi mewujudkan Jakarta “yang mendunia”, termasuk Raffi Ahmad di dalamnya. Tapi tunggu dulu, sebelum Saya ajak kalian untuk menyelam ke dalam, ada baiknya Saya awali dengan kongsi-kongsi yang dilakukan oleh Raffi Ahmad bersama para petinggi partai politik.
Terpilihnya Raffi Ahmad sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri periode tahun 2024-2029 juga tidak lepas dari kedekatannya dengan Anindya Bakrie, karena hubungan mesra Raffi dengan keluarga Bakrie terjadi sudah sejak lama melalui peran VIVA Group.
[Sebuah Esai]
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
He rides ‘kemuakan masyarakat pada PDIP’ really well to beat Ganjar. Counter semua gagasan Anies dengan branding joget dan gemoy ke Prabowo.
Plus jualan kesedihan dan branding patriot sejati ketika Prabowo dimasak berkali-kali di debat capres. Yang mana, itu lebih masuk di kepala grassroot.
Mr. Widodo with his political masterpiece 🫡👏