Kebobrokan Soeharto yang 32 tahun dikalahkan oleh kebobrokan Jokowi 10 tahun. Kebobrokan Jokowi 10 tahun dikalahkan oleh kebobrokan Prabowo hanya dalam kurun waktu 2 tahun.
Terjawab kenapa dia berkali-kali gagal dalam pilpres, sebab kalau dia menang dia tetap gagal.
Lucunya kalo liat timeline presiden kita:
- ga ngucapin Ramadhan
- ga ngucapin belasungkawa ke Khamenei (padahal sesama kepala negara)
empati nol, diplomasi nol
nilai 11/100
Sebelum dollar nyentuh 17k ada yang nawarin pendidikan dan internet gratis dan kita malah milih makan bergizi gratis, itupun makanannya dominan ga bergizi serta banyak yang keracunan.
Yg makin GILA adalah keuntungan fantastis para pengusaha MBG itu BEBAS pajak penghasilan (PPh) karena masuknya YAYASAN. Mau lu genjot dunia usaha kyk apa, APBN pasti defisit karena penerimaan stuck. Padahal MBG ini program andalan Wowok, anggaran dipusatkan kesini, tapi malah bikin defisit APBN makin lebar 😅
🚨 Pernyataan Sikap Kami atas Video ini 🚨
Kawan-kawan, Handai Tolan. Coba perhatikan mulai dari menit 5:41. Kacau ini presiden. Mental dendamnya kentel banget. Kemampuannya dalam mencerna kritik sangat buruk. Amat sangat buruk.
"Berarti kamu butuh MBG ya? Soalnya katanya MBG gak penting. Banyak orang-orang pintar di Jakarta yang bilang kalau MBG gak penting. Buang-buang anggaran."
Woy, Gendut. Kalau sedari awal 'blueprint' MBG itu menyasar anak-anak sekolah yang nasibnya seperti Yamisa, KAMI JAMIN, gelombang kritik dan protes ngga akan semasif seperti sekarang. Nilai gizi perporsi bakalan lebih bagus, anggaran yang dipakai juga nggak bakalan setekor sekarang.
Masalahnya adalah, den, presiden, MBG udah berjalan setahun lebih, sektor yang dikorbankan sudah banyak, anggaran udah kebuang triliunan rupiah, tapi pendistribusiannya masih sangat carut marut. Masih banyak siswa/i kayak Yamisa yang belum kebagian, tapi di lain sisi siswa/i yang ortunya mampu, yang biaya SPP sekolahnya ada di level menengah sampai mahal, malah kebagian, dan bentuk menu yang disajikan terkesan melecehkan kemampuan ekonomi mereka.
Mosok koyok ngono rak paham sih, Ndut?
Tolong hentikan narasi dan berbicara pada khalayak publik perihal banyak orang pintar yang menolak MBG. Tidak ada yang menolak MBG apabila program ini berlandaskan kajian dan riset yang kuat, roadmap yang mateng, dan target kategori penerima manfaat yang sangat jelas. Dengan terus-menerus menarasikan kritik terhadap MBG sebagai bentuk penolakan, maka bukan tidak mungkin kalau kami mengecap presiden sebagai dalang konflik warga vs warga, rakyat vs rakyat.
"Ya kan untuk bisa merata kami perlu waktu."
Alah, omong kosong. Kalau pelaksana program sedari awal mau untuk melakukan riset yang lebih dalam terlebih dahulu, mengizinkan para ahli untuk turut terlibat, waktu dan biaya tidak akan banyak terbuang seperti sekarang. Dan tidak akan ada anak-anak sekolah seperti Yamisa, yang terlambat mendapatkan haknya.
tp jujur ya, presiden ngeluarin pernyataan ga napak tanah gini tuh bahaya banget loh. you know what they always sy, kebanyakkan bohong sampai percaya akan kebohongannya sendiri.
"Politik ga ngaruh buat gw"
"Siapapun yg menang, tetep nyari duit sendiri"
Makan tuh kurs ambrol ke 17.000. Biaya hidup lu berpotensi naik, BBM elpiji naik, lu jg berpotensi diPHK
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
*Laki² merkosa cewe pas malem*
"Cewe jangan keluar malem"
*Laki² merkosa cewe berpakaian ga nutup semua bagian tubuh*
"Makanya cewe tutup aurat"
*Laki² pake AI utk nelanjangin foto cewe*
"Cewe jangan post foto"
Semua dibebanin ke cewe, ga pernah tegas ngatur laki²