Office boy di kantor kami sempat dipecat karena dituduh bawa pulang nasi kotak sisa rapat.
Sore itu manajer ngirim potongan CCTV ke grup kantor. Terlihat Pak Nardi keluar bawa dua kantong besar, lalu langsung dituduh mencuri konsumsi perusahaan.
Kartu aksesnya langsung diminta hari itu juga.
Pak Nardi sempat jelasin kalau nasi kotak itu memang disuruh dibuang, tapi nggak ada yang dengerin.
Padahal di voice note grup panitia jelas ada instruksi, "Sisa konsumsi buang aja, jangan ditaruh di pantry nanti bau."
Setelah CCTV lengkap dicek, ternyata Pak Nardi sempat berhenti di lobi buat bagi-bagi nasi ke petugas kebersihan dan satpam. Cuma empat kotak terakhir yang dia bawa pulang karena sayang kalau dibuang.
Akhirnya rekaman lengkap dan voice note itu dikirim ke grup.
Direktur langsung manggil Pak Nardi lagi. Manajer bilang cuma salah paham dan menawarkan pekerjaannya kembali.
Pak Nardi nerima karena masih punya dua anak yang sekolah.
Tuduhan awal memang dihapus, tapi nggak pernah ada permintaan maaf atau penjelasan ke semua orang.
Baru setelah diminta, muncul pesan singkat kalau masalahnya sudah selesai secara internal.
Besok paginya Pak Nardi udah balik bikin kopi seperti biasa.
Sayangnya, di riwayat grup kantor, nama Pak Nardi masih tetap berdampingan sama kata "mencuri."
Single to single:
Menikahlah dengan orang yang paham konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
- Sakinah: Bikin kamu tenang saat pulang. Ada damai, saling menghargai, terbuka, dan jujur.
- Mawaddah: Bawaannya pengen bareng terus. Ada rasa sayang tulus yg bikin harmonis.
- Warahmah: Punya empati. Saling menjaga dan menguatkan.
Kalo kata gue sih, warahmah nih yg paling menantang 🙏🏻
Awal kenalan sama ayang, kayaknya meet ke 3 tiba2 dia bilang pas lagi di tengah date, "eh aku harus jemput orang tuaku dulu dari bandara", aku kira aku bakal didrop atau gimana ternyata diajak jemput wkwkwkwk. Karena saat itu masih temenan aja, yaudah dikenalin sebagai temen.
Di mobil ibunya nanya2, aku kuliah di mana dan dari mana wkwkwk. Untung aku orangnya emang extrovert jadi santuy aja diajak ngobrol, di sana aku baru tau orang tua pacarku 2-2nya dosen di Jogja.
Aku jadi ikut ke rumahnya krn mau drop ibunya balik, tp habis itu kita lanjut jalan lagi. Kesan aku baik, krn ibunya welcome dan ayahnya emang pendiem.
Lama2 kita pacaran, aku sering diajak ngedate ke rumah pacarku (maklum mahasiswa miskin) dan jadi makin kenal keluarganya. Keluarganya tu damn harmonisss banget, udah tua ayah dan ibunya masih mesra dan yg paling aku shock pacar aku bilang kalo dari dia kecil ortunya tu ga pernah berantem (at least seumur hidup di depan anak2nya). Jujur aku kaget, krn tumbuh di orang tua yg suka berantem aku even berpikir emang bapak ibu berantem itu normal, dan keluarga harmonis cuma di tv, ternyata ITU REAL LIFENYA COWO AKU BJIR WKWKWKWK.
@LambeSahamjja Dia sedang membuktikan kalimat legend dr novel yg dibacanya. Terbukti satu persatu, memberikan semangat, mendoakan, memberi bantuan, walaupun ia menolaknya. Keyakinan yg luar biasa. Layak jadi inspirasi buat kita. Tks
Dulu akh LDRan sama pacar. Aku di Jawa, dia di Sumatera. Suatu malam aku lagi stres berat, kerjaan numpuk, badan juga mulai sakit. Aku cuma chat dia, "Aku capek banget, pengen tidur aja." Jam 11 malam dia telepon. Suaranya pelan, sedikit serak. "Tidur yang nyenyak ya," katanya. "Besok cerita lagi." Besok paginya aku bangun, ada pesan suara dari dia. Panjangnya 45 menit. Di rekaman itu, dia bacain buku favoritku dari halaman pertama.
Sesekali dia berhenti, batuk pelan, atau bilang, "Maaf ngantuk, ini halaman 24 ya..." Kadang dia salah baca nama tokoh, lalu dia ulang sambil ketawa kecil. Dia bilang di akhir rekaman, "Aku nggak bisa peluk kamu dari sini. Tapi mudah-mudahan suaraku bisa jadi selimut buat kamu." Aku nangis di kamar kos jam 6 pagi.
Barusan banget habis teleponan sama temen, terus aku izin, "Ceritamu boleh aku share nggak?" Untungnya dia bilang boleh. Ini salah satu cerita paling kocak yang pernah aku denger soal mantan pasangan.
Jadi temenku, sebut aja Ambar, baru dua bulan menikah. Karena suaminya sudah punya rumah sendiri, mereka langsung pindah ke sana setelah resepsi. Waktu lagi beberes rumah, Ambar nemu satu lingerie yang ternyata masih ketinggalan di lemari. Pas ditanya, suaminya ngaku kalau itu barang milik mantannya yang dulu.
Masalahnya, mantan ini sebelumnya sempat bikin hidup Ambar nggak nyaman. Daripada dibuang, Ambar malah kepikiran ide yang lumayan nyeleneh. Barang itu dibungkus rapi, lalu dikirim ke alamat rumah orang tua si mantan. Alasannya simpel, "Kan cuma balikin barang yang punya orang."
Tiga hari kemudian, mantan suaminya langsung ngamuk dan ngehubungin suami Ambar, nanyain maksud kiriman itu. Suaminya sendiri sebenarnya ikut kesel, tapi Ambar santai aja. Dia cuma bilang, "Lho, aku cuma ngembaliin barang yang masih ketinggalan. Emang salah?"
Akhirnya suaminya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil nahan dongkol. Sementara Ambar malah penasaran nungguin apakah si mantan bakal curhat atau sindir-sindir di media sosial. Tapi ternyata nggak ada satu pun unggahan. Ya mungkin juga bingung mau cerita ke siapa, karena kalau dibahas malah bisa jadi membuka aib sendiri. 😭🤣
cara parenting ibu Kenkulus (Chika):
- cemilan buatan sendiri,
- tidak kenal jajan sembarangan
- jam 8 malam sudah tidur, bangun jam 3.30 pagi karena hormon pertumbuhan terbesar saat malam
- kenalkan buku sejak lahir, latih 7 sistem sensori
- libatkan Ken di kegiatan sehari-hari
- Tidak langsung benarkan jawaban anak
- biarkan berimajinasi dulu, baru arahkan
- Kenalkan kegagalan sejak dini
- sengaja buat kompetisi kecil & biarkan kalah
- fokus bukan pada kepintaran akademis
- tapi bangun fondasi karakter, empati,
OB kantor gue cerita: tiap hari dia bersihin ruang interview jam 5 sore.
Dia hafal 2 tipe kandidat.
Tipe A keluar ruangan bilang "Yah, gue bilang gaji terserah aja biar aman".
Tipe B keluar bilang "Gue tembak 8 juta, kasih alasan 3 poin".
Minggu depan, Tipe A dipanggil lagi. Gajinya 4,2 juta. Tipe B? 8 juta. OB udah tau duluan.
Gue tanya Pak OB: "Kok tau Pak?"
"Mas, yang bilang terserah itu mukanya lemes. Tasnya masih jinjing. Ngeluh di pantry 'HRD-nya galak'."
"Yang tembak 8 juta? Dia keluar senyum. Buka HP, catet sesuatu. Bilang ke temennya 'gue kasih data, jadi dia mikir'."
HRD suka yang mikir, bukan yang pasrah.
4 kalimat pembunuh gaji yang OB sering denger di pantry:
1. "Gaji terserah perusahaan aja" → artinya lo ga tau harga lo 2. "Saya ikut standar aja" → artinya lo ga punya standar 3. "Yang penting keterima dulu" → artinya lo desperate 4. "Sebelumnya saya 4 juta" → artinya lo minta 4,5 juta
Ngomong 1 dari 4 ini = auto UMR.
OB: "Yang lolos itu beda Mas."
Dia ga pernah bilang terserah. Dia bawa kertas kecil. Pas HRD tanya gaji, dia buka kertas.
"Pak saya minta 8 juta. Karena 3 hal: saya pegang ads 15jt/bln, ROAS 3x, dan saya bisa mulai senin."
HRD diem. Catet. OB yang lagi ngepel denger. Minggu depan anak itu balik bawa ID card.
Gue bikin rumus G.A.J.I. biar lo ga ngomong terserah lagi.
G — Ga usah sebut angka dulu: Tanya range dulu. "Boleh tau range untuk posisi ini Pak?" A — Angka lo + 20%: Kalau range 6-8, lo tembak 8,5. J — Jelaskan 3 alasan: Bukan "saya butuh". Tapi "saya kasih".
Lanjutan G.A.J.I:
I — Ikut tutup: "Itu angka yang saya ajukan, saya terbuka diskusi kalau ada komponen lain".
Tanpa G.A.J.I = terserah = 4 juta. Pake G.A.J.I = 8 juta + dihargai.
Contoh G.A.J.I temen gue lamar Admin Sosmed:
G: "Range-nya berapa ya Bu?" HRD: "6-7 juta" A: "Saya di 7,5 juta Bu" J: "Karena 1) saya kelola 3 akun aktif, 2) engagement naik 40% di tempat lama, 3) saya bisa edit video sendiri jadi ga perlu vendor" I: "Saya terbuka kalau ada bonus kinerja"
HRD: "Oke saya note". Hasil? Deal 7,2 juta. Bukan 6 juta.
Sebelum G.A.J.I: "Terserah aja Bu" → HRD mikir "oke 4,5 aja deh, dia ga nolak kok" → Lo nyesel 2 tahun.
Setelah G.A.J.I: "Saya 7,5 karena..." → HRD mikir "anak ini tau harga dirinya, harus gue perjuangin ke bos" → Lo dihargai.
cc : bongkarsistem
Sudah ku bilang aku bukan perempuan menye-menye. Jangan mencoba mengujiku, aku pandai mengabaikan orang, egoku lebih tinggi daripada cinta. Jika cinta menginjak harga diriku, maka akan ku buang cinta itu. 18!
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
@18fesss 1. "Kamu tipe manusia yg tidak bisa dipercaya" entah karena historis mu jelek, atau kamu emang punya tabiat buruk. Kalo ini solusinya ya perbaiki diri aja.
2. Atau emang doi yg punya insecure kronis stadium 5, udah nohope klo ini. Daripada diobatin mending di ganti #iykwim .
A : AKU M : MERTUA S : SUAMI
Mertua chat aku di WA
M : Nda (namaku) , nanti kalau bayar zakat kamu aja sendiri . Suami mu sudah ibu zakatkan. A : oh, oke bu *Screenshot kirim ke suami
A : sayang, aku belum bayar zakat. Kata ibumu, kamu sudah dibayarkan *kirim bukti ss nya
Tp kok suamiku ga ada respon sama sekali
pdhl sudah dibaca.
Mungkin ada 15 menit kemudian baru dibalas suamiku
S : malam ni ku kasih uang, bsk beli beras ya bayarkan zakat untk kita berdua
Sesampainya suamiku dirumah aku cek lah WA nya, trnyt dia chat ibunya
S : apa maksudnya ibu bayarkn aku tp ga bayarkan istriku? Dia juga anak ibu loh.
Kalau memang gamau bayarkan ,
sekalian jgn bayarkan aku juga.
M : ibu lupa kalau ada istrimu
S :menantu ibu cmn 1, sudah 3x lebaran loh sama2 masa lupa. Jgn gitu lagi ya bu, hargai istriku.
yaallah rasanyaaa pas baca chat itu, gak nyangka suamikuu bela aku
cc:threadjajananda
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
Guys, Juansen Leo suaminya Evelyn Chrestella baru ngomong sesuatu soal punya anak yang menurut gue paling jujur dan paling tidak munafik yang pernah gue dengar dari seorang konten kreator.
Dan jawabannya bikin gue mikir ulang soal pertanyaan yang semua orang tanya tapi jarang ada yang jawab dengan benar.
"Udah siap belum punya anak?"
Jawaban Juansen:
tidak ada yang akan pernah siap:
Selama hamil orang pada tanya ke Juansen,
"Udah siap belum jadi ayah?"
Jawabannya selalu sama: belum.
Dan dia jelaskan kenapa dengan sangat konkret.
Pas lahiran, anak mereka langsung masuk NICU karena ada lendir di paru-paru.
Saturasi oksigen turun sampai 79.
Juansen yang biasanya tenang gemeteran.
Justru Evelyn yang backup dia.
Bilang "tenang, semua bakal baik-baik aja."
Lalu Evelyn kena mastitis infeksi payudara
karena ASI tersumbat,
demam sampai 40 derajat,
menggigil, satu tahap sebelum harus operasi.
Siap enggak Juansen menghadapi itu semua?
Tidak mungkin.
Karena tidak ada yang bisa mempersiapkan diri
untuk hal yang belum pernah dijalani.
Poinnya satu:
tidak ada yang akan siap kalau tidak dijalanin langsung. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mulai.
Soal orang tua zaman dulu yang suka bilang "dulu mama enggak gini":
Juansen ngomong ini dengan sangat tegas dan minta maaf duluan ke yang lebih tua.
Punten.
Zaman sekarang sama dulu itu beda.
Dulu belum ada COVID.
Dulu belum ada virus-virus yang sekarang bermunculan.
Dulu standar sterilisasi barang bayi tidak seketat sekarang.
Dulu informasi medis tidak semudah sekarang diakses.
Jadi ketika orang tua bilang "dulu anak mama enggak diginiin juga sehat-sehat aja" itu bukan argumen yang valid. Itu nostalgia yang dibungkus jadi kritik.
Konteks berubah.
Ilmu berkembang.
Dan generasi baru yang mencoba menerapkan standar yang lebih baik untuk anak mereka tidak seharusnya dihakimi hanya karena caranya berbeda dari cara lama.
Yang paling penting untuk disiapkan
dan ini bukan soal uang:
Juansen bilang hal pertama yang harus disiapkan adalah ilmu.
Bukan finansial.
Finansial penting tapi punya uang banyak tidak otomatis membuat seseorang siap jadi orang tua.
Ilmu bisa dicari gratis.
Uang harus dicari susah payah.
Dan Juansen membuktikannya sendiri.
Setiap hari dia tanya ke ChatGPT dari yang serius sampai yang paling random.
Soal lahiran, soal ASI, soal perkembangan bayi,
soal mastitis.
Dia research pecah ketuban sebelum kejadian makanya waktu kejadian dia dan Evelyn bisa santai, tahu harus ngapain.
Ketenangan itu bukan karena tidak takut.
Tapi karena sudah tahu.
Soal baby blues dan kenapa Juansen siapkan support system jauh sebelum lahiran:
Juansen tidak menunggu Evelyn kelelahan dulu baru cari suster.
Suster sudah dipanggil satu bulan sebelum lahiran supaya Evelyn punya waktu untuk kenal dan cocok dulu.
Kalau dalam dua minggu tidak cocok, ganti.
Orang tua Evelyn sudah hadir sebelum lahiran.
Hasilnya:
tidak ada baby blues.
Bukan karena mereka kebal.
Tapi karena support system sudah dibangun jauh sebelum dibutuhkan.
Dan Juansen bilang sesuatu yang sangat penting soal ibu-ibu yang harus mengurus bayi sendirian tanpa suami yang bertanggung jawab,
tanpa bantuan apapun dia tidak bisa menghakimi mereka yang kena baby blues.
Karena setelah tahu sendiri betapa beratnya dia justru heran kenapa ada yang tidak baby blues dalam kondisi seperti itu
Siap punya anak bukan soal tabungan yang cukup. Siap punya anak adalah soal ilmu yang terus dicari, support system yang dibangun jauh sebelum dibutuhkan,
dan kerendahan hati untuk mengakui bahwa banyak hal yang tidak akan pernah bisa diprediksi tapi bisa dihadapi kalau tidak dijalanin sendirian.
Dan untuk yang suka bilang "dulu mama enggak gini juga sehat" zaman sudah berubah. Standar yang lebih tinggi bukan berarti lebay.
Itu berarti kita peduli lebih dari generasi sebelumnya. Dan itu hal yang seharusnya dirayakan, bukan dikritik.
Nilai 1 uqiyah dalam konteks Hijaz waktu itu sebesar 40 dirham. Jadi, secara aritmetis, 12,5 uqiyah = 500 dirham.
Sengan standar 1 dirham = 2,975 gram perak, maka 12,5 uqiyah = 500 dirham = 1.487,5 gram perak.
Jika dikalikan harga perak April 2026 sekitar Rp39.843–Rp44.530 per gram, nilainya sekitar Rp59,26 juta sampai Rp66,24 juta.
Maka, dari perkiraan itu, mahar Kanjeng Nabi sekitar 60 jutaan saja, tidak sampai 700 juta.
60 juta itu bisa dipakai untuk resepsian di rumah atau sewa gedung. Tapi mending nikah di KUA, syukuran di rumah, dan gak perlu resepsi besar.
Resepsi (atau walimah) itu sunnah.
Jadi, 60 juta bisa dialihkan menjadi mahar.
jujur dah konten kreator foodie yg ngejelasin sampe ke tutorial belinya gimana perlu diapresiasi dan ramein, krn berguna banget buat orang yg ga pernah beli itu makanan contohnya gue yg ga pernah ke aeon mall begini. sumpah helpfully bangettttttttttt