Selamat pagi, Sahabat Kompas!
Hari ini kami terbit dengan wajah yang berbeda. Kami kembali menampilkan infografik interkatif di atas lembar kalkir. Perwajahan ini merupakan bagian dari rangkaian liputan #JurnalismeData "Membara di Area Konsesi". Pastikan Anda mendapatkan koran kami.
#AdadiKompas
🚨 UPDATE:
Penghinaan terhadap pemerintah tidak bisa dipidana‼️‼️
Karena pemerintah & lembaga negara BUKAN pihak yang harus dilindungi dari kritik rakyat dengan ancaman pidana.
Mereka justru harus siap dikritik.
Dipertanyakan.
Ditagih.
Diawasi.
Terima kasih untuk 9 mahasiswa yang sudah menggugat‼️ 🥳❤️
@bonnappettiitt eh twtnya lewat tl kk. asli td pas nyanyi Indonesia Raya bagian dpn kanan pd dorong2 maju & pas selesai bnyk gbsa dduk lg krn yg belakang pd gmw nunggu & lngsg duduk, eh malah bnyk bgt lemes komentar sana sini, kenceng lg. Kyk ga beretika bgt omonganny. sp jg yg mau berdiri trs..
RIP SUAKA MARGASATWA KERUMUTAN!
Rumah Harimau Sumatera Lenyap Jadi Arang!
Mencekam dan membagikan kebiasaan lama yang tak pernah usai: Suaka Margasatwa Kerumutan di Riau salah satu benteng pertahanan terakhir ekosistem alam dan habitat Harimau Sumatera kini luluh lantak dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab!
Pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang berubah jadi hamparan arang hitam. Tak ada lagi naungan bagi satwa langka, semuanya ludes dilahap si jago merah karena keserakahan manusia.
📍 Realita Pahit & Rincian Krusial yang Harus Dibuka ke Publik:
1. Pembunuhan Pelahan Harimau Sumatera & Satwa Endemik
Kerumutan bukan sekadar HUTAN KAYU BIASA, melainkan kawasan konservasi benteng habitat Harimau Sumatera yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah. Saat rumah mereka dibakar, satwa ini terdesak keluar menuju permukiman warga yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik, perburuan, atau kematian.
2. Pola Lama: Bakar, Lenyap, Lalu Jadi Perkebunan Sawit?
Kita semua tahu pola sistematis ini: Hutan lindung/suaka dibakar -> statusnya dianggap rusak/kritis -> lalu tiba-tiba diusulkan alih fungsi jadi kawasan perkebunan kelapa sawit atau konsesi industri. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan ekosistem gambut dan hutan Kerumutan, itu pun JIKA tidak diubah statusnya secara senyap oleh oligarki!
3. Di Mana Ketegangan Penegakan Hukum?
Riau kembali membara, dan yang dikorbankan adalah ruang hidup masyarakat adat, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati. Penangkapan eksekutor lapangan saja TIDAK CUKUP jika aktor intelektual dan pemodal di balik pembakaran kawasan konservasi ini tidak diseret ke meja hijau dan dimiskinkan!
Semoga masih ada keajaiban bagi harimau dan satwa-satwa lainnya untuk selamat dan menemukan ruang baru. Namun, sampai kapan kita cuma bisa ngucapin PRAY FOR KERUMUTAN?
Apakah kasus Kerumutan ini bakal menguap begitu saja seperti karhutla tahun-tahun sebelumnya? Suarakan dan tanyakan keberadaan penegak hukum
PEMBERITAHUAN PENTING🚨🚨
Bambang Setiyawan (59) seseorang penjual cermin di pinggir jalan menjadi korban kericuhan demo pada 27 Agustus 2026
Turut berduka cita untuk keluarga korban 🤲
One year ago today, ojol driver Affan Kurniawan was killed after being run over by a police armored vehicle while delivering an order amid Jakarta protests.