Kenapa fans klub besar sering dianggap toxic?
Orang sering bilang fans Real Madrid atau Manchester United terlalu demanding. Tapi Casemiro secara gak langsung ngejelasin kenapa kultur itu bisa terbentuk.
Dalam interview-nya bareng Rio Ferdinand, Casemiro bilang ada satu mentalitas yang sama antara Madrid dan United:
“Doesn’t matter how, we just have to win.”
Ketika lo bermain untuk klub yang sejarahnya dibangun di atas kemenangan selama puluhan tahun, standar semua orang otomatis berubah. Fans gak dibesarkan dengan mindset “trust the process”. Mereka tumbuh dengan ekspektasi untuk menang. Terus menang. Dan menang lagi.
Makanya pressure di klub seperti ini beda.
Menang tipis masih bisa dikritik. Seri lawan tim kecil berasa krisis. Bahkan musim yang sebenarnya “oke” bisa tetap dianggap gagal kalau gak ada trofi di akhir musim.
Dan itu bukan selalu karena fans manja atau gak ngerti sepak bola. Kadang itu cuma konsekuensi dari sejarah besar yang klub itu bangun sendiri.
Casemiro pernah merasakan pressure di Real Madrid, dan sekarang di Manchester United. Ketika dia bilang dua klub ini punya mentalitas yang sama, itu nunjukin kalau tuntutan tersebut bukan cuma datang dari media atau social media.
It’s embedded in the identity of the club itself.
Inspired by https://t.co/OjIvlQbDhO, but for football.
Draft a Premier League XI from random clubs and seasons. Build your team. Simulate the season.
Can you go 38-0?
https://t.co/znFjgOW4Wj
#football#soccer#fifa#premierleague
Everybody at Manchester United is encouraged by Denmark’s update on Christian Eriksen following today’s abandoned friendly against Ukraine.
The club is sending strength and love to Christian and the Eriksen family as we await further news.
🚨 André Onana returns to Manchester United and current plan is to join pre-season under Michael Carrick.
Understand Trabzonspor are still keen on keeping Onana and would like to discuss another loan deal, valid until June 2027. 🇹🇷
Talks will follow with #MUFC and Onana’s camp.