Om ku direktur di perusahaan ban terkenal di Indo, terus pas mudik kmren aku & suami stay di rumah beliau. Lagi ngobrol2, beliau bilang udah bikin perusahaan kecil lg buat anaknya (sepupuku ini blm lulus kuliah) dan nama anaknya udah jadi komisaris 😭
Sepupuku ini pdhl lagi demen2nya konseran k-pop & nonton anime 😆😆
Tapi memang anaknya pinter, pengen lanjut sekolah lgsg di Jepang (dia udah lolos N brp gt), but i can see her future is already bright.
I, too, wish to be able to provide a good education, safety net & wealth to my offspring. So they can pursue whatever they want without worrying if they can afford a food for the next day (like i used to be)
Guys ini ngeri banget
Ada 16 orang meninggal gara gara bus ALS tabrakan dengan Truk Tangki.
Ya Allah, innalillahi wa innailaihi rojiun.
14 orang meninggal penumpang bus ALS, termasuk sopir dan kernet.
2 orang meninggal itu pengemudi Truk Tangki.
Kecelakaan terjadi karena bus ALS dan Truk Tangki saling tabrakan karena diduga berlawanan arah.
Ketika truk tangki ditabrak, langsung terbakar dan membakar bus dan motor disampingnya.
Ya Allah ini kecelakaan menyeramkan. Sepertinya harus dievaluasi lagi nih aturan dan SOP transportasi darat di Indonesia.
Hhh
Jadi ini tuh ada wabah yg trjd di dlm kapal pesiar, dan tbtb lgsg ada 3 yg meninggal.
Yg bikin syok adalah Hantavirus tuh g lazim nularin ke sesama manusia krn nularnya tuh antar bangsa tikus. Makanya langka banget.
Terus kok bisa? Sumbernya drmn? Kita perlu khawatir kah?😰
Guys, ada kasus dari Turki yang bikin gue geleng-geleng kepala, dan lo pasti bakal ngerasa sama: campur aduk antara shock, kasihan dan marah
Ada cewek 18 tahun namanya Berfin. Cantik, normal, masa depan masih panjang. Tapi pas putus sama mantannya, cowok itu ngamuk.
Bukan cuma marah biasa. Dia siram sulfuric acid langsung ke muka Berfin.
Hasilnya? Mata kanannya buta total, kulit wajahnya meleleh parah, bekas luka menganga kayak neraka di dunia nyata. Hidupnya hancur dalam hitungan detik.
Orang-orang pada jijik liat dia.
Tapi tunggu dulu… ini baru mulai.
Cowoknya dihukum 13 tahun penjara. Seharusnya tamat kan? Ternyata nggak.
Dari balik jeruji, dia mulai serangan “aku cinta kamu” ke Berfin non-stop.
Surat, panggilan, janji-janji manis.
Berfin yang udah kehilangan segalanya—wajah, mata, harga diri, bahkan dukungan keluarga—akhirnya luluh.
Dia tarik laporan sendiri, minta cowoknya dibebasin, dan… langsung nikah sama pelakunya. Sekarang mereka suami-istri. Resmi. Bahagia di mata mereka berdua.
Gue ulang lagi ya biar lo bisa cerna cerita ini: cewek yang mukanya disiram air keras sama mantan, yang matanya buta dan wajahnya hancur karena dia, yang hidupnya hancur karena dia… pilih nikah sama dia.
Ini bukan drama Korea. Ini nyata.
Lo pasti lagi mikir: “Kok bisa sih?!”
Ini namanya trauma bonding atau yang lebih populer disebut Stockholm syndrome versi cinta beracun.
Si cowok nggak cuma rusak fisik Berfin. Dia rusak psikologisnya juga.
Dengan menyiram acid, dia secara sadar bikin Berfin “tidak laku” di mata orang lain. “Siapa lagi yang mau sama lo yang kayak gini?” Itu pesan diam-diam yang dia tanam.
Lalu dari penjara dia jadi “pahlawan” satu-satunya yang masih bilang “aku cinta kamu”.
Di saat Berfin lagi paling rapuh, paling sendirian, paling takut masa depan… muncul satu orang yang masih “terima” dia.
Itu bukan cinta. Itu jebakan.
Dia hancurkan pilihan Berfin satu per satu, terus kasih “cinta” sebagai satu-satunya jalan keluar.
Klasik banget pola abuser: rusak → isolasi → love bombing → kontrol total.
Dan Berfin? Dia bukan bodoh. Dia korban yang otaknya lagi dalam mode survival. “Lebih baik sama yang udah ngerusakin ini daripada sendirian selamanya.”
Ini bukan cerita cinta yang aneh. Ini cerita horor soal kekuasaan, manipulasi, dan betapa rapuhnya manusia pas lagi terluka parah.
Gue nggak bilang Berfin nggak punya salah. Tapi lo lihat sendiri kan? Satu keputusan emosi di titik terendah bisa nentuin sisa hidup lo.
Nah, di Indonesia? Pola yang persis sama ini BUKAN barang langka. Malah JADI KASUS SEHARI-HARI.
Cuma bedanya, di sini jarang sampe level acid attack.
Yang lebih sering? Cewek-cewek yang dipukul, diselingkuhi, dikontrol, dihina, diancam… tapi tetap nempel, tetap bela, bahkan tarik laporan polisi sendiri.
Lo pasti sering liat di timeline kan? Contohnya:
> Lesty Kejora, public figure, kena KDRT dari Rizky Billar. Dipukul, dianiaya… tapi kemudian cabut laporannya, damai, dan balik lagi. Sampe beranak pinak.
> dr Qory, dokter yang kabur ke P2TP2A karena KDRT suaminya, tapi kemudian bilang mau cabut laporan juga.
> Ribuan kasus biasa di TikTok, IG, Twitter: cewek nangis cerita “dia mukul aku karena aku salah”, “dia selingkuh tapi dia janji berubah”, “aku nggak bisa ninggalin dia, demi anak”.
Besok-besok kalau ada temen cewek lo yang lagi dihubungin mantan toxic pas lagi down… ingetin kasus ini.
Karena ini bukan cuma “kasus cinta Turki yang gila”. Ini peringatan buat kita semua.
Cinta yang bikin lo kehilangan diri sendiri bukanlah cinta.
Itu penjara baru yang lebih mengerikan daripada sel 13 tahun.
Bagaimana menurut kalian?
Dipikir pikir enak banget ya kerja di Dishub. Ga pernah kerja, tapi kalau ada kecelakaan begini yg dibawah tanggung jawabnya, gapernah tuh disalahin sama netizen.
1. Jalan raya minim rambu laku lintas, garis marka gaada, lampu lalu lintas gaada. Diem tuh ga pada nyalahin dishub
Ga cuma umat Katolik, semua org.
Senin bareng2 tutup rekening BNI.
Yg karyawan tutup rekening koran.
Yg pengusaha pindahin Payroll.
Yg investor, cabut dari BIONS.
Yg trader, lepas semua BBNI.
Yg nyicil rumah, oper kredit.
Mulai Senin.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
BENER KATA RACHEL VENYA:
“NIKAHIN GUE KALAU LO UDAH BISA PASTIIN KALAU LO NGGAK AKAN SELINGKUH, KARENA PERSELINGKUHAN ITU MENGHILANGKAN SETENGAH JIWA DAN MERENGGUT SEPARUH RASA PERCAYA DARI SEORANG WANITA.”
Dari dulu selalu nekenin ke temen-temen cewe, “Look who your boyfriend is friends with”.
Birds of a feather flock together. Cowo bisa aja akting baik & ksatria depan lu (ada maunya), tp liat kualitas temennya & kalian bisa nilai seperti apa dia.