Hal ini mengkonfirmasi betapa buruknya sirkulasi komunikasi Istana.
Ternyata valid banyak duta besar negara sahabat yang sampai menunggu berbulan-bulan belum diterima surat kredensial-nya oleh Presiden.
Bahkan harus di viral kan dulu baru Istana bikin agenda mendadak buat melantik para dubes padahal mereka udah nunggu sampai 8 bulan di Jakarta.
Lebih parahnya, aspirasi negara sahabat disampaikan melalui orang luar kekuasaan, eks Menlu yang di-diskreditkan cuman 3 bulan oleh Seskab.
kelar ruu tni, muncul ruu polri. dan rakyat makin gak ada harga dirinya. semua serba tertutup, tanpa transparansi tanpa partisipasi dari sipil. kalau gw sih stateless ya.