Mantan PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob didakwa gagal mendeklarasikan aset pribadi. Dia menjadi eks-PM Malaysia ketiga yang menghadapi pidana korupsi.
https://t.co/HtOLDt8jgn
Kalian udah tau belom tulisan dari TNI AU ini?
Intinya: program pemerintah tidak otomatis maju hanya karena dibawa dengan gaya militer😱
1. Kemajuan program sipil lebih ditentukan oleh SDM yang profesional dan berintegritas, plus lembaga sipil yang kuat.
2. Masalahnya, “setia pada negara” sering disalahartikan jadi “setia pada figur pemimpin.”
3. Kalau sudah begitu, rakyat mudah terdoktrin. Program dikritik sedikit langsung dianggap tidak loyal.
4. Akibatnya, orang jadi malas menilai hasil di lapangan. Yang penting terlihat mendukung.
5. Militerisasi senyap juga bisa menormalisasi hirarki, patuh tanpa tanya, dan menolak kritik dengan alasan keamanan.
6. Risiko terbesar bukan latihan fisik warga sipil. Tapi ketika nilai militer dijadikan satu-satunya ukuran profesionalisme sipil.
7. Kerja lalu diukur dari “asal atasan senang”, bukan dari hasil jangka panjang.
8. Dalam demokrasi, militer yang profesional justru harus tunduk pada norma sipil. Bukan sebaliknya: sipil meniru logika patuh militer.
9. Kalau masyarakat sipil memakai logika militer, batas lembaga jadi kabur. Transparansi pelan-pelan melemah.
10. Ujungnya bukan menambah kepercayaan publik, tapi justru merusaknya.
Kabarnya, tulisan ini sudah di-take down, namun ada yang sempat screen shot buktinya.
Wdyt guys?
Orde Baru mencap pengetahuan ladang berpindah ala Orang Dayak terlalu boros. Itu karena proses pemulihannya memerlukan waktu setidaknya tujuh tahun.
Lagi-lagi, pemerintah hanya bisa menyalahkan, tetapi tak pernah benar-benar berkaca pada perbuatannya sendiri saat melindungi korporasi pembalak hutan.
Meritokrasi menempatkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja sebagai dasar utama pengisian jabatan birokrasi, bukan kedekatan politik atau hubungan personal. Prinsip ini bukan sekadar persoalan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Meritokrasi menentukan siapa yang memperoleh kewenangan untuk merumuskan, menjalankan, dan mengawasi kebijakan publik.
Karena itu, meritokrasi birokrasi menjadi salah satu penentu keberhasilan pemerintahan. Kebijakan yang baik membutuhkan aparatur yang mampu merancang, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasinya. Sebaliknya, kebijakan yang baik dapat kehilangan efektivitas ketika dijalankan oleh orang yang ditempatkan bukan karena kompetensi dan rekam jejaknya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi birokrasi berkorelasi dengan kualitas pemerintahan, pengendalian korupsi, dan kinerja birokrasi (Dahlström dkk, 2012; Fernandez & Cheema, 2025; Alpaslan & Kurtulmular, 2025). Pengalaman Singapura juga sering dijadikan contoh bagaimana meritokrasi menjadi bagian penting dari kesuksesan pembangunan negara (Mahbubani, 2022). China bahkan mengembangkan apa yang disebut sebagai model political meritocracy, yang bertujuan menempatkan orang dengan kemampuan dan integritas di atas rata-rata sebagai pejabat pemerintahan (Zhiwei & Bell, 2024).
"RI dan Meritokrasi Seremonial"
Baca di sini https://t.co/ZMllK8NZy3
Opini 27 Agustus 2026
Ditulis oleh Sik Sumaedi
Profesor Riset Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN
#OpiniKompas #AdadiKompas
A massive mudslide struck Gyirong Port on the China-Nepal border, with CCTV footage showing a wall of debris slamming through the crossing in seconds, tossing vehicles and buses.
Nepal reports at least 8-16 dead with hundreds of travelers listed as missing, including 291 foreigners.
Roads, power, and communications on the Chinese side were cut.
President Xi ordered all-out search efforts.
About 430 MW of hydropower capacity, roughly 12% of Nepal's total, was affected.
Prabowo puji kinerja Danantara.
Bahkan, Presiden menyebut pimpinan Danantara layak mendapat bintang tanda kehormatan dari negara.
Menurut Prabowo, sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi selama belasan hingga puluhan tahun kini mulai mampu mencatatkan keuntungan.
Prabowo adalah presiden yang paling, paling luar biasa buruk di sejarah Indonesia dalam hal mencari dan menilai orang (padahal ini tugas UTAMA pemimpin).
Red flag nya sejak tahun 2019 ketika Jokowi ngasih jatah 2 kursi menteri.
Kursi 1 diembat sendiri.
Kursi 2 dikasih ke mantan literal preman bandit dan belagu bernama Edhy Prabowo.
Edhy Prabowo saat itu menjadi pengganti Susi Pudjiastuti.
Pada suatu hari ketika Prabowo masih tentara, ia butuh preman tukang pukul. Diambilah orang tukang pukul random bernama Edhy Prabowo. Ia kemudian melakukan korupsi setelah jadi menteri dan ditangkap.
> ada area kesulitan internet di Kepulauan Mentawai
> Yogi beli Starlink utk bantu area blank spot
> aksesnya dijual eceran ke warga sekitar
> 2gb dgn harga 10rb
> krn tidak punya "izin usaha", Yogi mau dipidana
> bisa dipidana paling lama 10 tahun dan denda 1.5M
What a historic moment. 🚀🔥 China's #Zhuque3 Y2 rocket lifted off on August 19, deploying the #Honghu03 satellite into orbit.
Even more significant, the rocket's developer, @LandSpace_Tech, confirmed that the first stage completed its planned land recovery sequence as intended.
Unitree Robotics shares rose 542% in early trading Wednesday as the Chinese humanoid robot maker made its stock market debut in Shanghai.
The Hangzhou-based robot maker, whose backflipping and dancing machines have drawn global attention, raised about 6.1 billion yuan ($905 million) in its IPO, according to its prospectus. Shares rose to 968.1 yuan apiece, after hitting as high as 1,100 yuan earlier.
Read more on CNBC: https://t.co/ayLqb5CmD2
merespons pandangan Prof. Jimly ini, saya ingin menghadirkan kutpian dari Yudi Latif.
dalam artikelnya berjudul "Merdeka dengan Jiwa Besar", di Kompas pagi ini, Yudi Latif berpesan:
"Pemerintahan yang sehat membutuhkan cermin: pers, akademisi, masyarakat sipil, lembaga hukum, oposisi, dan terutama rakyat yang berani mengatakan adanya kesalahan."
***
saya meyakini pemerintah tengah "sakit", dan ngeyel tak ingin minum "obat". Dan karena itu, kita membutuhkan demo, sebuah cara lain untuk menelan obatnya.
sumber:
https://t.co/wlre1jZnfi
MISSION SUCCESS | ZhuQue-3 Y2 Reusable Launch Vehicle Achieved Full Success in Orbital Insertion and First-Stage Recovery
On August 19, 2026, at 07:35 (UTC+8), the ZhuQue-3 (ZQ-3) Y2 reusable launch vehicle lifted off from the Dongfeng Commercial Space Innovation Pilot Zone. Approximately 137 seconds after lift-off, the first and second stages separated. The second stage continued its flight and successfully delivered the Honghu 03 satellite, independently developed by Hongqing Technology, into its designated orbit. At approximately 07:41, the first stage performed a successful soft touchdown at the LandSpace Landing Site#1 in Minqin County, Gansu Province, following the planned trajectory — marking the full success of the flight test mission.
😳 Pemerintah menyiapkan Rp650,31 triliun untuk bayar bunga utang pada 2027.
Kalau dirata-ratakan:
💸 Rp1,78 triliun/hari
⏰ Rp74,3 miliar/jam
💰 Rp1,24 miliar/menit
Ini naik 68,3% dibandingkan alokasi 2022.