Buat yg malas baca soal Chemotherapy.
Sumber: https://t.co/TMYEyTupHw
"In this report, the term “cancer survivor” refers to any person with a history of cancer, from the time of diagnosis through the remainder of their life."
Alhamdulillah
Di tangan saya ada 26 lembar
Salinan dokumen yang dijadikan syarat JKW maju PILPRES 2014.
Saya dapatkan dari sumber sangat terpercaya.
Ke 26 Dokumen ini sudah lebih dari cukup untuk bahan persidangan, jika sidang memang ada.
Dan sangat memungkinkan dilakukan laporan balik, dengan macam-macam pasal, minimal Pasal 272 ayat 2 penggunaan dokumen palsu
Tetapi preseden ini tidak bagus untuk negara. Kalau sampai sidang, tak bisa saya bayangkan karena teman-teman Diaspora berkomitmen kirim media-media internasional untuk meliput sidang Ijazah ini.
Yang jelas saya minta kepada seluruh Aparat Penegak Hukum, jangan Hukum dijadikan alat melayani Penguasa.
Apalagi Penguasa yang sudah jadi Mantan.
Saya sengaja taruh "Ijazah SMA abal-abal ini di paling depan*
Sebab, aduh, ini fatal banget sih. Lebih parah dari Ijazah Sarjana.
Yg lolos snbt lagi pada degdegan dapet golongan ukt tinggi ya🥲
Berikut kucoba hitungin simulasi pengeluaran kuliah 4 tahun dengan asumsi golongan ukt tengah. So, kalian dpt ukt berapa?
cc : rettapramesti
Oegroseno kritik Jaksa: P21 Kasus Ijazah Jokowi Berpotensi Jadi Preseden Buruk Penegakan Hukum
Mantan Wakapolri, Oegroseno, melontarkan kritik keras terhadap keputusan jaksa yang menyatakan berkas perkara dugaan berita bohong terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, lengkap (P21) dengan tersangka Roy Suryo.
Menurut Oegroseno, jika perkara ini tetap dipaksakan maju ke pengadilan, publik berhak mempertanyakan konsistensi dan logika penegakan hukum. Ia menilai kasus yang sebagian pihaknya sudah memperoleh penghentian perkara justru diteruskan kepada pihak lain, sehingga memunculkan kesan tebang pilih dan kriminalisasi.
Dengan nada menyindir, Oegroseno meminta aparat penegak hukum kembali membuka buku Hukum Acara Pidana sebelum terburu-buru menyatakan berkas lengkap. Baginya, P21 bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi harus berdiri di atas konstruksi hukum yang kuat, objektif, dan bebas dari tekanan opini.
"Kalau perkara yang semestinya bisa diselesaikan melalui restorative justice malah dipaksakan ke meja hijau, sementara pihak lain dihentikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nasib terdakwa, tetapi juga kredibilitas penegakan hukum itu sendiri," tegasnya.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap kasus yang sejak awal memicu perdebatan luas, dengan sebagian kalangan menilai proses hukum lebih sarat nuansa politik daripada murni penegakan hukum.
Saya mencoba buka dan daftar @Starlink karena iklannya muncul tiada henti di timeline. Saya ingin merasakan kecepatan internet 300-400 Mbps, karena seumur hidup saya tak pernah merasakannya. Kecepatan wifi di sekolah tempat saya mengajar saja hanya 20 Mbps. Tapi ketika hendak checkout, saya berpikir, apakah sepadan membayar 5 kali lipat UMR kabupaten tempat saya tinggal untuk merasakan kecepatan internet 300-400 Mbps?
Tolonglah mang @elonmusk diturunin dikit harganya, setidaknya 1 kali UMR dengan pembayaran bulanan setara dengan gaji guru honorer di Indonesia. Ini Indonesia lho, di desa lagi. Orang desa tidak pake dollar kata presidennya juga.
Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik:
P21. P21. P21.
Bahkan sebagian sudah menggelar pesta.
Seolah itu akhir.
Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara.
Tapi di dalam diamku…
aku tahu, ini bukan akhir. Ini justru permulaan dari ujian yang sesungguhnya.
Aku masih diberi kewajiban Wajib Lapor ke. POLDA.
Sudah 7 bulan mwnjadi Tahanan Kota.
Setiap minggu di sela-sela kesibukanmu bersiap Ujian S3.
Aku hadir tak pernah mangkir.
Kuhikmati,
Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur.
Langkah ini adalah pengingat
bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian,
di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.
Aku tidak lari.
Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak.
Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen,
tapi keyakinan.
Mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.
Tapi aku punya sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh:
ketenangan hati yang tahu,
bahwa aku tidak berdiri di atas kebohongan.
P21?
Silakan.
Jika itu jalan menuju pengadilan,
maka biarlah pengadilan menjadi tempat di mana semuanya dibuka
tanpa framing, tanpa manipulasi, tanpa narasi yang dipelintir.
Aku tidak takut pada proses.
Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam.
Dan selama aku masih bisa melangkah,
masih bisa berbicara,
masih bisa berpikir…
maka aku akan tetap berdiri.
Bukan karena aku ingin melawan,
tapi karena aku tidak bisa memilih untuk diam melihat kebathilan.