Di fandom ini, kita sering nemuin orang yang tiap hari kerjaannya ngurusin hidup orang lain. Menjelekkan member, nyerang fans lain, sampai nyari kesalahan sekecil apa pun
Sebenernya, apa yang mereka cari dari semua itu? 📝
Alasan ga pernah ikut nubirin member jeketi selain krn males, aku tuh ngeliat mereka semua anak kesayangan orangtuanya jd kaya ga pantes aja sih kalo berbuat jahat ke mereka, sementara mereka se-disayang dan se-dijaga itu sm ortunya masa kita yg bukan siapa2 malah nyakitin mereka
@SeteyoOo_@_Krissstarri@TutorT30831@NagaGiny Wota itu selalu punya 2 kubu, kubu yang satu pengen A, kubu yang lain siap2 tubir kalo sampe A kejadian. 🤣
Ada aja template tubir untuk segala kemungkinan yg akan terjadi.
@cry3 Paling nggak yg itu ada actionnya, daripada cuma modal bacot d sosmed, nuntut2 manajemen buat ngepush member yang dirasa kasian...
Member jg mungkin ngrasa gak enak kalo manajemen tmpat mreka krja dimaki2 sama orng2 dg alasan kasian sama dia...
Mantan member generasi pertama sekaligus mantan manajer, Abby, blak-blakan membongkar manajemen MNL48 di Instagram pribadinya setelah ia diserang oleh fans lokal. Berikut adalah poin-poin pentingnya:
1. Kostum Rusak Kebanjiran: Kostum dan sepatu lama MNL48 hancur karena kebanjiran, makanya manajemen terpaksa harus bikin yang baru.
2. Masalah MV Koisuru Fortune Cookie (2026): Alasan kenapa di MV tersebut pelafalan liriknya gak pas kemungkinan karena ada masalah hak cipta dengan manajemen lama, sehingga liriknya harus ditulis ulang. Tapi untungnya masalah ini akhirnya selesai.
3. Manajemen Baru Lepas Tangan: Manajemen yang baru tidak memfasilitasi latihan, tidak menyediakan kostum, tidak menyediakan panggung, bahkan belum menandatangani kontrak resmi dengan para member.
4. Eksploitasi Live Streaming: Manajemen Filipina abai dengan kondisi kesehatan para member. Mereka memaksa member untuk live streaming dengan jadwal yang padat banget. Kalau member menolak atau gak memenuhi target, gajinya bakal dipotong.
5. Kasus Member Gen 5 (Riri): Riri tinggal di desa dan punya kendala finansial untuk bolak-balik berkegiatan di Manila. Abby berniat baik membantu dengan memberikan gaji dua kali lipat. Sialnya, manajemen justru memanfaatkan hal ini dengan menaikkan target live Riri dari yang tadinya 48 jam seminggu, naik jadi 80 jam, sampai diperas hingga 100 jam seminggu.
6. Kerja Keras Member Diklaim Sepihak: Wida (Gen 5) berhasil menarik sponsor dan mengamankan jadwal manggung di sebuah festival musik. Tapi, manajemen malah mengklaim kalau itu hasil kerja keras mereka, dan parahnya lagi, manajemen malah mengacaukan acara tersebut.
7. Fasilitas Minim saat Kerja: Pihak penyelenggara acara eksternal tidak menyediakan ruang tunggu maupun makan malam. Manajemen pun cuek dan tetap menyusun jadwal yang super padat tanpa memedulikan kesehatan fisik para member.
8. Member Jepang Telantar: Manajemen tidak menyediakan tempat tinggal maupun fasilitas Wi-Fi yang layak untuk member asal Jepang, Mirai (padahal Wi-Fi wajib untuk live). Untuk alat, informasinya telah diperbaiki staff, namun tidak. Akhirnya, Mirai terpaksa menumpang tinggal di apartemen Abby.
9. Akun TikTok Ditahan: Setelah para member menerima surat pemberitahuan bahwa kontrak mereka dengan pihak Jepang tidak diperpanjang, mereka meminta manajemen Filipina (lewat staf keuangan) untuk memutuskan hubungan akun TikTok mereka dari agensi. Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah.
10. Member Modal Sendiri: Para member harus patungan dan pakai uang pribadi untuk ikut kegiatan, tampil, bahkan untuk membiayai operasional grup agar MNL48 tetap bisa bertahan berjalan.
Tahun lalu, kostum panggung untuk lagu Oh My Pumpkin ternyata dibikin sendiri oleh Abby. Berdasarkan postingan Instagram Andi (Gen 1), dia yang turun tangan mengurus manajemen beberapa proyek. Terus, alasan kenapa MNL48 masih bisa masuk TV dan radio setahun belakangan ini adalah berkat bantuan Dana (Gen 1).
Mulai dari kostum, cari kerjaan sampingan, sampai urusan manajemen, semuanya dikerjain sendiri sama member. Manajemen baru cuma tahu beres dan cuma fokus bikin program live streaming, kalau member tidak live, gaji dipotong.
Catatan Tambahan Lainnya:
Di dalam isi chat yang bocor itu, orang manajemen yang berdebat sengit sama member adalah staf keuangan dari manajemen lama.
https://t.co/nbAUb4KkwN
@masbagmasbag@RistaFuji Se nggak keponya ketika mau bertolak ratusan kilometer dari rumah ya minimal harus cari tau tujuannya, kalo rumahnya masih daerah jakarta si masih bisa dimaklumi lah kalo berangkat modal nekat. Ini dr surabaya k jkt, buat nonton teater, tanpa tau cara beli tiketnya.😁
Kadang kata kata 14 tahun ngapain aja ini perlu ditanyain ke tim JOT si..
Kenapa Customer Experience nya cenderung stagnan dan tidak ramah orang baru. Pdhal secara Bisnis Framework aja, yg pertama kali dibahas adalah gimana orang baru bs tau produk dan model bisnis kita😶
Ini kek orng ke Jakarta cuma bermodal info "Gua punya temen d Jakarta", tanpa tau alamat lengkapnya, tanpa punya kontak yg bisa dihubungi.
Akhirnya sampe jakarta planga plongo karna ternyata Jakarta lbh luas dibanding komplek perumahan.
Adek ini dari Surabaya ke Jakarta langsung ke teater, mengira pembelian tiket bisa langsung.
Berarti website dan medsos jeketi ga efektif, karena ibunya ga tau membeli tiket ga bisa langsung.
Masa penangguhan itu adalah bentuk sanksi resmi dari manajemen
Ketika masa hukuman tersebut selesai dan member kembali aktif, artinya secara sistem ia sudah menebus kesalahannya dan berhak mendapatkan ruang untuk berbenah kembali di dalam grup
Hukuman didesain untuk mendidik dan mengevaluasi, bukan untuk menutup ruang berkembang sepenuhnya
Kembalinya member setelah masa hukuman adalah awal yang baru untuk dia menunjukkan penyesalannya lewat tindakan nyata
Tapi, memilih ga mendukung itu bukan berarti kita boleh melakukan perundungan atau terus-menerus melempar makian di sosial media
Menarik diri sebagai fans itu hak kita, tapi menyerang personal member yang sedang mencoba memperbaiki diri sudah di luar esensi menikmati hobi
@kak_ris01 Brand bakal masuk.
Dunia idol ini kek dunia survival, dia yang paling kelihatan yang menang, apapun caranya, mau lewat performa (dance/nyanyi), mau lewat MC, ato lewat jalur clip live (IDN/SR), semua sah2 aja. Mnrt gua, ga harus jd idol yang sempurna d atas panggung.
@kak_ris01 Jaman dlu blom ada platform live, teater jg ga ada live, jd satu2nya ksmpatan member narik fans ya dg cara kasih liat perform yg bgus.
Tp jaman udh brubah, skrng narik fans ga harus dr performa, brand ga peduli member bisa nyanyi apa nggak, asal viral dan punya bnyak fans royal-
Dulu member grad itu hal yang lumrah. Sekarang member grad pd berlomba2 bikin asumsi si member tersakiti, teraniaya, tertekan, ketika member populer grad bikin asumsi seolah si member terlalu dieksploitasi jot, ketika member unpopuler grad brti krn dianak tirikan jot. 🤣
Member mengumumkan lulus/grad itu suatu keniscayaan. People come and go
Tau kenapa JKT48 bisa bertahan di saat girlband lain gulung di medio 2010-an? Ya karena adanya regenerasi