Masyarakat merasakan manfaat pembangunan INFRASTRUKTUR yg bgitu masif Pemerintahan Presiden @jokowi.
Dgn suksesnya libur panjang Lebaran jg menunjukkan bhw EKONOMI NEGARA KITA BAIK-BAIK SAJA.
SELAMAT MEMULAI AKTIVITAS KEMBALI SETELAH KITA MENIKMATI LIBUR BERSAMA IDUL FITRI 1443H
Segelintir oknum selalu gembar-gembor rakyat tidak makan INFRASTRUKTUR terbantahkan oleh libur panjang Lebaran. Tradisi mudik yang 2tahun belakangan ditiadakan karena pandemi covid-19 kembali diperbolehkan. Jalanan macet dimana-mana bahkan jalan tol tak luput juga dari kemacetan
Proyek gede "Laundry" Cerita nenek Hindun lagi dijalankan di medsos neh.. 🤣
Gokil sih upaya Mr. Tolerant di pilpres kali ini emang dahsyat dalam bersihkan citra radikal dan sektarian.
Gue ketawa aja karena saat itu gue pun jadi korban dipersekusi di TPS oleh kelompok2 ini
Setelah melakukan politisasi AYAT DAN MAYAT sekarang mau MUNGKIR....weleh welehhhh .....selain pakai ayat dan mayat juga pandai bersilat lidah😷
Bukti?
Novel Setuju Spanduk Masjid Tolak Salatkan Jenazah Pendukung Ahok
https://t.co/VYTmn9GBNS
@Miduk17 sharusnya KAPOLRI tdk boleh ragu dan "terkesan" Lembek. Di era KAPOLRI skr para pengasong KHILAF..AH semakin ngawur krn KETIDAKTEGASAN KAPOLRI.
Di era KAPOLRI saat ini MATERAI dan ISTRI yg dijaminkan kayaknya lebih menonjol beritanya dlm menyelesaikan radikalisme&ujaran kebencian
@GunRomli@ListyoSigitP POLRI skr kehilangan MARTABATNYA.
POLRI terlalu lembek terhadap oknum pemecah belah bangsa dan terlalu humanis untk kasus tertentu.
Saat KAPOLRI saat ini dilantik ada secercah harapan untk bisa memberantas radikalisme krn tdk terbelenggu oleh salah satu kubu di agama tertentu 🙏
Dari tahun 2012 salah satu kelemahan terbesar haters Jokowi selalu menganggap remeh beliau.
Bullying Planga Plongo, Boneka Partai dsbnya membuat mereka pikir kalahin Jokowi itu gampang.
Rentetan demo2 besar coba gulingkan dia bisa dilewati dgn mulus,
He's the Master of Masters
JkW BENAR2 MEMBUAT BANDAR TERKAPAR
*Sebuah utas
Ttg 3 Periode, jawaban jkw slama ini "taat konstitusi" .kalimat ini bersayap, bermakna terbuka.
Mengundang berbagai penafsiran.
Seakan dp amunisi, para bandar terus memainkan isu, gaduh dan mengira mampu menemukan titik lemah JKW.