Sebuah trik supaya ngga diomongin temen
Kalo ngumpul datengnya paling awal, dan usahakan pulangnya paling akhir, atau ngga usah punya temen aja sekalian
Kalau kamu menginginkan perempuan yang terus berkirim pesan karena dia khawatir, itu hakmu. Jika aku memilih diam sambil meminta Tuhan selalu menjagamu, itu pilihanku.
Sebelum menikah, saat saya memintanya jadi istri, dia bertanya; nanti setelah menikah aku boleh lanjut S2 di pulau jawa?
Aku mengiyakan. Tentu saja. Menikah tidak seharusnya menghambat impiannya.
Selepas minggu ini dia akan mulai belajar untuk S2 di Jogja. Semoga lancar!
Saya tahu, seharusnya saya menjemputmu dan memapahmu ke seberang. Tapi, cinta, bukan selalu perihal manis seperti itu. Kadang, cinta, adalah soal memberi kesempatanmu berjuang sendiri. Membiarkanmu berlatih tangguh sendiri. Sebab, jika suatu hari saya tiada lagi di bumi. Kau kuat
Aku pernah bertahan.
Sekuat-kuatnya.
Tak ingin dikalahkan.
Memperjuangkanmu.
Hingga sadar.
Kau tak sungguh.
Hanya aku yang bertaruh.
Kau tak ikut bertarung.
Kau menanti saja.
Melihat aku yang terluka.
Liku-liku jalan itu.
Hanya aku yang menempuh.
Kau senang dipandang.
Pastikan kamu berteman dekat dengan bahagia. Mustahil sedih tidak datang berkunjung, biarkan dia mampir sesekali. Jaga diri dan hatimu baik-baik. Aku pamit. ๐
Untuk Mas Aik yang mengaku benar-benar menyesal, kita tidak pernah tau doa siapa yg lebih dulu mengetuk pintu arasy, tp tdk ada alasan utk berhenti berdoa, bukan? Semoga tdk bertemu lg dg penyesalan. Berjuang lebih. ๐