Cara Prabowo menyingkirkan Jokowi man lebih epic dari cara Jokowi menyingkirkan lawan2 politiknya.
Jenderal Maruli Simanjuntak awalnya digadang2 jadi Panglima TNI dirolling dengan Jenderal Tandyo Budi Revita. Maruli jadi Wakil Panglima, Tandyo jadi KASAD.
Agak aneh memang seorang Wakil Panglima jadi KASAD tapi ini kan Presiden yang punya wewenang, terserah dia.
Lazimnya, the next panglima adalah Kepala Staf Angkatan, bukan Wakil Panglima. Maruli mungkin akan bernasib sama seperti Jenderal Listyo (Mantan Kapolri), tampaknya perlahan2 dikamarkan. Jabatan Maruli bukan hanya Wakil Panglima TNI, tapi juga sekaligus jadi BNPPDT.
Ini artinya, Maruli akan lebih sibuk mengurusi urusan perbatasan dan daerah terpencil. Ya, kayak KEMENDESPDT cuma ini kelasnya badan aja. Wewenangnya lebih kecil, tapi beban kerjanya sangat luas dan tentu saja anggarannya sedikit.
Tapi memang, Maruli punya pengalaman dalam membangun daerah tertinggal. Selama jadi KASAD, sudah banyak daerah tertinggal yang dibangun oleh Maruli. Mungkin itu yang jadi salah satu pertimbangan bagi Prabowo, kenapa Maruli harus mengurusi daerah tertinggal.
Kembali soal Next Panglima TNI. Nah ini bagian paling menarik. Desas desus pergantian Panglima memang beredar kuat belakangan ini. Apalagi, Presiden butuh orang kepercayaan dan kestabilan agar target pertumbuhan ekonomi 6% tercapai lewat kepercayaan Investor.
Maka pilihan terbesar bagi Prabowo adalah Jenderal Tandyo. Masa pensiunnya masih lama, diperkirakan baru bisa pensiun tahun 2032 berdasarkan revisi UU TNI yang baru.
Jika itu terjadi, maka selesai kans Maruli jadi panglima TNI. Apalagi agak sulit berharap Maruli jadi panglima karena junior Prabowo di Kopassus, Letjend Iwan Setiawan sedang menjabat sebagai Pangkostrad. Jika Tandyo jadi Panglima, maka Iwan Setiawan otomatis jadi KASAD.
Ada juga Letjend Lucky Avianto yang sedang menjabat sebagai Pangkogabwilhan III. Baik Iwan maupun Lucky adalah salah dua perwira yang paling moncer karirnya di tubuh TNI saat ini.
Tak ada pilihan, Jenderal Maruli terdesak oleh junior yang karirnya juga sangat kencang. Dan Presiden butuh loyalis untuk memastikan visi dan misinya di tubuh TNI bisa berjalan seirama tanpa pengaruh faksi politik manapun.
Ya, kira2 seperti apa yang dilakukan oleh Jokowi pada Gatot Nurmantyo, presiden bebas menentukan siapa Panglima TNInya.
Yang jelas, saya yakin Oppung Luhut tidak sedang dalam suasana senang hati menerima berita ini. Tapi setidaknya, menantunya sufah jadi Wakil Panglima TNI, orang nomor 2 di tubuh TNI sekaligus kepala BNPPDT.
Duoble job bro...tenang nanti jabatan Komisaris juga menunggu, tapi minggir dulu ya hehehe
@indepenSumatera Adakah dlm UU Peradilan(hukum acara) pasal yg mengatur dlm masa peradilan hukum yg bermasalah dilarang bepergian selama proses hukum ,inilah lobang hitam (tidak hadir di persidangan dgn alasan.KATANYA HUKUM DIATAS SEGALA NYA ?
@NenkMonica Pegawai Dapur /tukang masak atau bersih2 ,yg dicambuk oleh org yg memakai seragam yg sama ,apakah ini bagian yg sama dari sppg ? Hanya pegawai sppg yg bisa keluar masuk dapur
https://t.co/Ivg0GdA2iX
Langkah pemakzulan Gibran atas dasar putusan MK bukan hanya sekedar proses politik, tetapi ditujukan untuk mengakhiri kerusakan moral dan etika bangsa yang selama ini dipraktekkan oleh dinasti Jokowi.
Berharap agar seluruh rakyat dan tokoh bangsa serta Parpol bersatu mengakhiri kerusakan moral dan etika demi mengejar jabatan lewat pemakzulan Gibran.
@msaid_didu@JimlyAs MARI KITA TANTANG BAPAK INI UTK MEMBAKAR SEMUA IJAZAH YG DIA PUNYA KALAU BERANI SSUAI OMONGAN NYA .BUAT APA GELAR PROFESOR KALAU CUMA JADI PENJILAT TKG KAYU ,MEMANG MESIN SERUT YA MULUT NYA ?
@LambeSahamjja Perbedaan kedua nya Bpk Bj Habibie bisa buat pesawat terbang yg satu lagi cuma bisa buat martabak ,itulah skill yg dibilang bapak nya ,yg ngomong bisa buat apa ya ?
@indepenSumatera NASIB RAKYAT KONOHA ,MAU KETAWA NGAKAK BOLEH GA ? KARENA AMBISI BERKUASA RUSAK SDA DIMANA MANA .DILUAR NURUL .TERLALU BANYAK PELACUR POLITIK/DEMOKRASI YG DI ULEK /KOKI LEWAT PARTAI
Kasus ijazah Gibran - bola sudah di titik pinalti tapi 8 pemain (parpol) yg ada di DPR tdk ada yg mau/berani menendang bola tsb.
Jangan salahkan jika penonton (rakyat) masuk lapangan untuk menendang bola tsb.
@ZAEffendy IJAZAH ATAU SUKET APAPUN NAMANYA HANYA LAH SELEMBAR KERTAS TAPI MASALAH NYA " PEMEGANG KERTAS ITU LAH SUMBER MASALAHNYA ,APA MESTI DI DIAMIN