Patutlah YB Syed Saddiq tu bijak sangat bila berkata2. Korang tengok jela buku favorite dia ni. Buku ni jugak buku yg sama kerajaan US haramkan dari dibaca oleh para banduan kat sana.
Korang tau tak buku apa ni?
Repetition rewires the brain.
Repetition rewires the brain.
Repetition rewires the brain.
Repetition rewires the brain.
Repetition rewires the brain.
Repetition rewires the brain.
That's how ordinary becomes extraordinary.
your brain will reshape itself around what you consistently pay attention to. the way you talk to yourself, every thought you repeat, every good thing you focus on, every belief, all of it becomes a pattern. and over time those patterns become your reality. “your mind is a magnet. if you think of blessings, you attract blessings. if you think of problems, you attract problems.”
i know most of you think self talk is just “motivation” or fake positivity but it’s deeper than that. your brain cells literally rewire themselves based on repetition. the thoughts you practice the most become the thoughts your mind returns to automatically. that’s why negative thinking feels so natural after years of repetition. and that is also why positive thinking feels uncomfortable at first cause you’re building new pathways literally from scratch.
so just tell yourself good thing long enough, eventually your brain stops resisting it and starts believing it. and once your brain believes something, it begins searching reality for proof of it everywhere. so just keep believing it long enough and it will become your reality
Dibantah sama Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam. Justru orang yang lebih membutuhkan secara ekonomi lebih ringan hisabnya daripada orang kaya.
Heran. Mudah sekali meninggalkan ajaran Islam seperti hisab di hari akhir, istidraaj, dan hadits di bawah ini over an article 😑
CARA BENERIN ULANG
HIDUPMU DALAM
30 HARI
1. Benerin Ibadah
• Sholat 5 waktu, usahakan di awal waktu.
• Bangun tahajud, meski cuma 2 rakaat.
• Perbanyak istighfar & dzikir tiap hari.
• Baca Al-Qur'an, meski cuma beberapa ayat.
Benerin dulu hubungannya sama Allah, sisanya ngikut.
2. Benerin Tubuh
• Tidur di bawah jam 10 malam, kurangi begadang.
• Minum air putih yang cukup.
• Stretching/olahraga ringan tiap hari.
• Batasi makanan mengandung gula & minyak berlebih.
Tubuh kuat, ibadah sama kerja jadi ringan.
3. Benerin pikiran
• Istirahat dari sosmed, kurangi scrolling tanpa tujuan.
• Jaga apa yang kamu lihat & dengar.
• Journaling atau tulis isi kepala tiap hari.
• Evaluasi diri sebelum tidur.
Pikiran yang bersih, bikin langkah makin jelas.
4. Benerin Lingkungan
• Jauhi circle yang bikin kamu lalai.
• Deketin orang yang lebih baik darimu.
• Lawan kebiasaan buruk sampai habis.
• Filter apa saja yang boleh masuk ke hidupmu.
Lingkungan yang baik bikin kamu naik, bukan stuck.
Imam Al-Ghazali menulis kitab ini menjelang usia 50 tahun, beberapa saat sebelum wafat. Ini bukan buku teori.
Ini catatan jujur seorang manusia yang pernah menjadi profesor hukum di Baghdad dengan tiga ratus murid, lalu merasa hampa di puncak kejayaannya. Kitab ini adalah pengakuan yang tidak banyak ulama berani menulisnya.
.
Pergolakan rohani ini menyebabkan Imam Al-Ghazali sakit hingga tidak mampu mengajar, walau secara fisik tubuhnya kelihatan sehat.
Ia mempertanyakan segalanya dari awal: apakah indera bisa dipercaya, apakah akal cukup untuk menemukan kebenaran. Bagi Imam Al-Ghazali, kebenaran yang belum diuji sampai ke akarnya bukanlah kebenaran, melainkan warisan yang diterima begitu saja.
.
Imam Al-Ghazali menceburkan diri ke dalam ilmu kalam, filsafat, dan berbagai aliran pemikiran, bukan untuk membenarkan keyakinannya, tapi untuk mengujinya.
Ia bahkan menyatakan bahwa membantah suatu ilmu tanpa memahaminya terlebih dahulu sama seperti menembak dalam kegelapan. Ia masuk ke dalam setiap aliran sampai ke dasarnya, baru kemudian menilai.
.
Setelah melalui semua itu, Imam Al-Ghazali menemukan bahwa inti tasawuf bukan pada teorinya, melainkan pada pengamalannya. Substansi tasawuf terletak pada pengalaman dan rasa, bukan sekadar wacana.
Inilah yang mengubahnya. Bukan argumen baru. Bukan kitab baru. Tapi keberanian untuk hidup sesuai dengan apa yang sudah ia ketahui.
.
Kitab Bebas dari Kesesatan bukan bacaan untuk orang yang ingin merasa nyaman dengan keyakinannya. Ini bacaan untuk siapa saja yang pernah bertanya: apakah selama ini aku benar-benar tahu, atau hanya merasa tahu?
Kalau pertanyaan itu pernah mengganggumu, buku ini ditulis untukmu.