No ha empezado el Mundial y ya tenemos
uno de los videos del torneo.
El gran Marcelo Benedetto dejando la transmisión en vivo para ir a pedirle una foto a Shakira. Prioridades, siempre.
The reaction of Arsène Wenger during Gabriel’s penalty said it all. 👀
Just watch him. He was holding his hands and biting his lips, knowing that a defender was taking such a decisive penalty.
For a moment like that, especially when it is not your captain taking it, there is always a risk.
I still wonder how Mikel Arteta substituted most of the players who usually take penalties, even though everyone knew this game could end in a penalty shootout.
For sure, I am disappointed with some of Arteta’s substitutions today. 🤔⚽
Former Premier League referee Graham Scott (@Refsplaining) on Arsenal’s penalty claims for Nuno Mendes’ challenge on Noni Madueke.
“There will be plenty of comments along the line of 'I've seen them given', and I doubt a VAR would have seen enough to overturn a penalty had one been awarded.
“But ultimately I would rather defend the referee for keeping out of this one than try to build a defence had he succumbed to pressure and pointed to the spot.”
Follow the Champions League final live: https://t.co/lOd3jql38Q
@kolektavaganza Betul ini, Como emang diproyeksi jadi sporttourism juga sama Djarum. Mereka ngembangin area Lombardia buat attract suporter dan wisatawan. Salah satu yang diungkap langsung Pak Mirwan pas wawancara beberapa waktu lalu 😅
@wunderkid_id@ainurohman Padahal Djarum lewat Mola juga udah coba bikin Garuda Select. Cetak pemain timnas muda macem Bagas bersaudara, Kakang, dan yg lain, sampe bawa analis hingga KDY ke Italia buat ngembangin diri. Lupa apa gimana? 😅
Tahu gak kenapa Djarum ogah ngurusin bola di Indonesia lagi? Beberapa waktu lalu sempat ngobrol dalam sesi wawancara bareng beliau, dan dia cuma ngomong apa?
Ya betul, dia bilang, "Capek, bos!"
Dengerin podcast Mirwan Suwarso di The Athletic, ada satu bagian yang menarik.
Part saat Pak Mirwan bilang prioritas Como saat ini adalah membangun bisnis yang sustainable, yang gak terpengaruh sama hasil di lapangan.
Menariknya, lokasi Como sama sekali bukan pertimbangan waktu mereka pertama kali beli klubnya. Mereka baru duduk dan research setelah klubnya udah kebeli, ngevaluasi apa yang bisa dilakukan sebagai klub Serie B waktu itu.
Dan mereka nemu jawabannya di travel and tourism. Tapi bukan sembarang travel and tourism. Orang yang datang ke Como itu profilnya berbeda. Dari situ mereka define bisnisnya sebagai premium sport, travel and tourism, dan mulai bangun ekosistem di sekitarnya.
Banyak yang bilang Djarum beruntung karena lokasi Como yang strategis. Pak Mirwan sendiri ngaku itu bukan pertimbangan sama sekali waktu mereka beli pertama kali. Potensi itu baru mereka temuin belakangan.
Accident terbaik dalam sejarah bisnis sepak bola Indonesia? 😅
🎧: @TheAthleticFC
Wts buku koleksi Serie Tempo Tokoh Islam dan Orang Kiri Indonesia. BU. Original 100 persen. Kelengkapan boks masih ada. Seri Orang Kiri bekas, Tokoh Islam baru (buku masih segel). Lokasi Bogor. Minat dm. Harga 750 ribu net. #wts#jualbuku#bukulawas