Alasan Jungwon live hari ini:
🐈 "guys, terus juga aku tuh harus ngomong ini. Sebenernya ada alasan aku untuk hidupin live ini. Kayaknya gak bisa untuk dilewatin gitu aja jadi aku hidupin. Ini translatenya bisa kan ya weverse?
Kayaknya ada banyak banget orang-orang yang mencintai ENHYPEN yang dulu. Sampai sekarang ini pun kayaknya masih ada banyak orang yang menolak (denial) ENHYPEN yang sekarang. Dan itu mungkin karena sampai sekarang ini, kita belum mengatakan dengan jelas ya. Kayak ada orang yang bilang kalo kita tuh belum kasih tau yang jelas dan banyak banget yang ngomongin soal member kita tuh ada berapa. Tapi tentu saja aku paham banget perasaan orang yang mencintai enhypen yang dulu. Tapi sekarang, ENHYPEN itu 6 orang.
ENHYPEN itu 6 orang. Ya aku ngerti sih sama orang yang di konser, soal fanchant juga.. karena kita sampai sekarang gak ngasih kalian kejelasan. Aku bisa ngerti, tapi kayak karena hal kayak gitu engene jadi pada saling berantem tuh.. gak enak banget dilihat. Kalo boleh jujur juga, ini tuh ganggu banget saat konser. Banget. Beneran, jujur aja.
Ya karena sekarang udah aku katakan dengan jelas, kedepannya buat orang yang beneran mencintai dan mendukung enhypen, kalian sendiri sepertinya udah tau ya harus bertindak bagaimana? Ah ini aku kasih tau aja sejelas-jelasnya daripada nanti kurang jelas lagi. Kedepannya, soal "ENHYPEN IS SEVEN" itu kan sama aja kayak ngajak berantem antar engene. Dan gak ada yang mau ada yang berantem antar fandom kayak gitu. Perusahaan gak mau, ENGENE juga pasti gak mau, terlebih lagi kami berenam juga gak mau. Jadi kedepannya, buat orang yang memicu konflik ini, aku akan menganggap mereka bukan bagian dari fans.
Sebenernya aku buka live untuk ngomongin soal ini. Sebagai perwakilan dari member juga. Kita berenam berpikiran hal yang sama. Kami berharap hal kayak gini gak terjadi lagi. Aku serius.
Kayak yang aku bilang tadi, sejujurnya itu mengganggu banget saat konser. Gimanapun ada orang yang ngeluarin uang untuk datang dan nonton. Memakan waktu dan itu konser yang mahal. Itu merugikan banget buat mereka-mereka yang datang. Ya jadi aku berharap kalian berhenti. Ini translatenya jalan, jadi kalian pasti ngerti.
Tapi bukan berarti aku bilang konser brazil dan peru ini gak bagus ya. Konsernya sangat bagus banget. Dan aku juga menanti konser kedepannya.
Guys aku udah bilang dengan pasti ya. Ini aku ngomong sebagai perwakilan dari ENHYPEN. Berhenti. Dan aku berharap kalian bisa menata pikiran kalian dengan baik (dalam melakukan sesuatu). Toh kita ini adalah orang-orang yang melakukan pekerjaannya untuk ENGENE. Jadi itu gak enak dilihat banget, saat kalian berantem gitu"
#JUNGWON #정원 #ENHYPEN_JUNGWON #엔하이픈_정원
DARITADI NANGISIN INI😭😭,
“saya butuh makan”😭
“rumah saya dibekasi pa”😭
“anak saya sekolah” 😭
“saya butuh makan pak”😭
“tolong pak” “tolong”😭
“Saya minta tolong pak”😭😭😭😭
Driver ojol ini motornya diangkut dishub dia habis ambil orderan customer di pisang goreng bu nanik. Dan sekarang pihak bu nanik pun minta tolong buat yang kenal dengan drivernya. Tolong bantu viralkan ya!!!😭😭😭
Guys ini namanya Ketika hati nurani sudah tidak ada lagi nggak sih?🥲
Ntah kepada siapa lagi kita berharap😭
sc:threadsyetyhandayanii
betul, semuanya adalah maksiat dan haram.
tapi ada bedanya antara org yg sadar dan tau itu salah, dengan org yg justru merasa benar dan bangga sampai pamer ke org org.
yg pertama masih ada harapan dan kemungkinan besar utk dia bertaubat dan diampuni Allah (apalagi klo dia melakukannya dgn sembunyi2)
sedangkan yg kedua termasuk golongan mujahirin (org yg terang terangan melakukan/menceritakan maksiat di publik dan tdk malu), mereka diancam dosanya tdk terampuni Allah. dan ini berlaku ke semua maksiat; ya ciuman, ya gay, ya zina, ya narkoba, ya korupsi, ya curang, ya merusak alam, ya menghardik org miskin, dll.
we are all sinners? yes of course.
urus dosa masing masing? no. apalagi ini berbangga diri dan promosi maksiatnya sampe ngatain homophobic ke semua org yg menentang gay. ada kewajiban amar ma’ruf nahi munkar dlm islam ya guys ya 🥰(surah Al Asr : 1-3)
Menurutku agak lucu ketika reading habit turned into ajang validasi intelektual. Seolah orang baru boleh dianggap “suka baca” kalau bacaannya sesuai standar tertentu.
Padahal selera bacaan tuh grows with age and life experience. Ada yang mulai dari Tere Liye atau Ika Natassa, lalu pelan-pelan berubah sendiri karena hidupnya juga berubah. Sama kayak music taste, film, atau cara kita lihat dunia.
Saya rasa tiap buku datang di timing yang beda buat tiap orang. Dan kadang yang paling ngaruh bukan bukunya “berat” atau enggak, tapi apakah buku itu berhasil bikin seseorang mau terus baca.