Bajakan, mau dihilangkan bagaimanapun caranya memang tidak akan pernah bisa dibasmi dengan cara apapun. Bajakan mati satu nanti bakal muncul lagi di tempat lain
Benar kata Gaben, orang akan memilih jalur resmi jika pelayanan yang diberikan jauh lebih baik daripada membajak.
Untuk manga, susahnya selain infrastruktur, pilihannya terlalu banyak. Lisensor lebih memilih ambil yang pasti laku seperti judul Jump.
Saya mau cerita tentang toko buku bekas ✨hidden gem✨ tempat saya menemukan banyak harta karun selama merantau 1,5 tahun di Jakarta. Bukan di Pasar Kwitang, bukan juga di Blok M.
By the way, Handai Tolan sekelian, kalau Ibu kandung kalian dikatai gembrot oleh orang ini, seorang anggota parlemen dari partai penguasa, apakah kalian akan berterima?
Deket situ jg ada toko buku vintage yg nyempil bgt, harus lewat jalan setapak.. tp koleksinya mantep2 (ada vinyl & kaset tape juga). Harganya juga affordable🥹
Di belakang tokonya jg ada cafe, jadi bisa ngopi sambil liat2 koleksinya.
📍Ruang Melamun https://t.co/t7gu61NPSD
Ga pantes lu jadi anggota dewan, woi Nana!
Ga pantes lu sebagai perempuan pejabat malah body shaming rakyat perempuan yang kritis & pemberani kayak gitu, woi Nana!
Adu debat substansi kayaknya lu juga kalah sama Mak Denok, makanya hanya bisa menghina fisik 🤬
Kira-kira beginilah dinamika harga komik di Indonesia
dulu memang kerasa murah karena pakai kertas koran yang cukup murah, sehingga satu jilid harganya bisa murah banget.
Terus pembaca ngeluh karena kualitas koran sudah menurun, gampang tembus. Jadilah penerbit beralih ke bookpaper. Alhasil harga komik sekarang terasa mahal daripada dulu
Tapi kalau pakai harga sekarang itu masih sama seperti 2 tahun lalu, penerbit lagi nahan harga padahal bahan baku sudah pada naik