@RagilSemar kalo masalah yg rumit perlu analisis kayaknya harus lihat keahliannya.. org yg dari dulu belajar topik itu.. pendidikannya bidang itu...kalo sekedar data yg bisa dgn mudah dilihat .. tdk perlu latar belakang pendidikan
1/
Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop.
Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi.
Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
13/
Awal Juli 2020, muncul persoalan lain.
“Merdeka Belajar”, program utama Kemendikbud, ternyata sudah didaftarkan sebagai merek dagang oleh perusahaan swasta di bidang pendidikan.
Publik bertanya: bagaimana mungkin slogan negara berada dalam bayang-bayang kepentingan swasta?
https://t.co/OuAgqjzcho
10/
Ketika pembicaraan masuk ke Chromebook, ia tampak kaget dan bertanya:
“Kok Mas Indra bisa tahu sampai ke sana? Punya intel dari mana?”
Saya hanya tersenyum.
Saya katakan: saya hanya ingin pendidikan Indonesia lebih baik dan Mas Nadiem berhasil sebagai Mendikbud.
@Ngadap2385Dly@03__nakula@KejaksaanRI katanya: pihak kementerian didampingi oleh kejaksaan saat proses pengadaan.. dan kejaksaan menyarankan pake window
~Tapache~
Dari limbah jadi berkah.
Kulit nanas yg sering dianggap sampah, ternyata bisa diolah jadi minuman fermentasi alami bernama tapache. Prosesnya sederhana, tapi penuh kehidupan karena mikroba alami bekerja mengubah gula menjadi rasa segar yg khas.
Ciri fermentasi berhasil :
Muncul busa & gelembung
Aroma asem-manis segar
Tidak berbau busuk
Ini bukan sekadar minuman, tapi juga pembelajaran bahwa alam selalu punya cara untuk menghidupkan kembali apa yg kita buang.
Fermentasi bukan hal baru, ini kearifan lama yg tetap relevan hingga sekarang.
Semoga Bermanfaat...🤍💚
#Tapache #FermentasiAlami #ZeroWaste #EdukasiPertanian