Jika makin dekat malah makin nggak respek, memang ada baiknya jaga jarak agar lebih sadar hak. Jika makin dekat malah makin suka-suka, ada baiknya jaga jarak agar paham cara saling jaga.
tapi jujur, nangis karena kasian sama diri sendiri itu rasanya beda. It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation—even from yourself
@indosatim3@indosat nomor im3 sudah via dm ya.
berikut capture keterangan gagal saya lampirkan disini saja, karna di dm tidak dapat mengirimkan gambar. mohon bantuannya, terima kasih.
Makin mengerti kenapa banyak orang makin tua makin menarik diri dari keramaian. Makin sibuk dengan hidup personal dan mulai menjauhi kerumunan dan sorak sorai. Barangkali ketenangan sejatinya memang ada di dalam hari-hari yang sepi bersama diri sendiri.
kehilangan spark itu aneh, kamu masih jadi diri kamu, tapi rasanya udah ga sehidup dulu. losing your spark slowly is scarier than being sad all at once.
Lo pasti pernah denger "you are what you attract" atau, "kita akan narik orang/kondisi yang sama dengan level kita. Masalahnya, kita sering banget lebih mikirin "kenapa ya gue ketemunya orang yg begini terus?" atau "kenapa kondisi gue begini mulu" daripada mikir "gimana caranya biar gue bisa attract orang/kondisi dengan level yang gue inginkan". Kalau lo saat ini butuh pencerahan tentang ini, lemme share this threads (ini berdasarkan dengan apa yg gue pelajari belakangan ini..
kalo ujiannya semakin berat, semakin pekat, semakin ga ketahan, semakin merasa sendiri ga punya siapa siapa, semakin ga kuat, semakin pengen menyerah, maka itu berarti kita sudah deket dengan jalan keluar. kita sudah dekat dengan akhir dari ujian dan akan mendapatkan kebaikan setelahnya. 🤍✨
semakin Allah mencintai kita, maka akan semakin berat pula ujiannya. ingat, Allah memberikan ujian bukan untuk menghukum melainkan agar kita lebih tabah dan kuat dalam mengarungi kehidupan karena Allah tau bahwa kita mampu melewatinya 😊