Ini latihan underrated yang bagus banget tau apalagi buat bocah kantoran yang biasa duduk 8 jam sehari.
Biasain latihan ini (kalo ada alatnya) di Gym dan lower back anda akan berterima kasih.
Alternatifnya ada yang namanya Superman Pull for lower back.
Wkwkwk salah..
Mobil lihat angka belakangnya, 0-6 itu beli nyicil, 7-9 cash
Motor beda lagi, beli cash dpt awalan 51-55, lainnya kredit
Mangkanya matel cepet banget identifikasi kendaraan yg nunggak, sekian bocoran dari mintiga, maap ngasal semua 😆
Tepat 27 tahun lalu, 1 Mei 1999, episode pertama SPONGEBOB SQUAREPANTS tayang. Rilis bertepatan sama May Day / Hari Buruh.
Tercatat setidaknya 760 karakter muncul di kartun ini. Dari sebanyak itu, mana yang paling kamu suka?
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah.
Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan.
Selamat Hari Buruh
#Muhammadiyah
Di musim 2013/14, Chelsea memiliki pemain terbaik mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu Jose Mourinho datang dan memutuskan dia tidak masuk dalam rencananya.
JUAN MATA...✍️
Lahir di Burgos, Spanyol, ayahnya adalah mantan pemain sepakbola semi-profesional yang pertama kali memperkenalkan Mata pada bola di usia tiga tahun.
Dari akademi Real Madrid, Valencia, lalu Chelsea, Mata tiba di Stamford Bridge sebagai pemain yang tidak banyak dikenal publik luas.
Dua musim berikutnya mengubah segalanya.
Di Chelsea, Mata memenangkan Chelsea Player of the Year dua musim berturut-turut, 2011/12 dan 2012/13.
Satu-satunya pemain dalam sejarah Chelsea yang melakukannya secara berturut-turut.
Di musim yang sama dia membantu Chelsea memenangkan Liga Champions 2012 dan Europa League 2013.
Lalu Mourinho kembali ke Stamford Bridge di musim panas 2013, dan nasib Mata berubah seketika.
Bagi Mourinho, Mata tidak cukup defensif, tidak cukup intens dalam menekan lawan.
Chelsea menjualnya ke Manchester United seharga £37.1 juta di Januari 2014, rekor transfer di bulan Januari kala itu.
Mata dijual oleh Mourinho ke MU, lalu dua tahun kemudian Mourinho menjadi manajer MU dan harus melatih pemain yang pernah dia buang.
Di MU, Mata tidak pernah menjadi pemain utama yang konsisten. Terlalu sering jadi pilihan kedua, terlalu sering dimainkan di posisi yang bukan terbaiknya.
Tapi, ketika diberi kesempatan, dia tidak pernah mengecewakan.
51 gol dan 47 assist dalam 273 di semua kompetisi bersama MU.
Dan di antara angka-angka itu tersimpan momen-momen yang tidak terlupakan, gol free kick cantik melawan Crystal Palace, assist demi assist yang lahir dari visi bermain yang sulit ditandingi.
Fans MU bahkan menciptakan istilah sendiri untuknya setelah penampilannya yang luar biasa di Anfield, "Juanfield."
Ternyata, bukan hanya karena itu saja publik menaruh hati pada Mata.
Karena, pada Agustus 2017, di tengah era Neymar baru saja dibeli PSG seharga €222 juta dan gaji pemain sepakbola yang disebutnya sebagai "tidak masuk akal" dan "obscene," Mata menulis di The Players' Tribune sebuah tantangan untuk seluruh dunia sepakbola.
Dia menyumbangkan 1% dari gajinya untuk Common Goal, sebuah gerakan amal yang mendukung proyek-proyek sosial melalui sepakbola di seluruh dunia, dan mengajak pesepakbola lain untuk melakukan hal yang sama.
Bukan sebagai aksi branding, bukan juga untuk sebuah headline karena dia juga bahkan mengunjungi pemukiman kumuh di Mumbai sebelum menulis artikel itu, bermain bersama anak-anak yang bahkan tidak tahu siapa dirinya.
Gerakan itu berkembang, dan lebih dari 200 pemain dan pelatih bergabung, termasuk Jurgen Klopp yang mengumumkan keterlibatannya di podium FIFA Best Awards 2019. UEFA President Aleksander Ceferin menjadi pemimpin sepakbola pertama yang ikut serta.
Bersamanya, Old Trafford pernah dihuni tiga orang Spanyol sekaligus. Mata, David de Gea, dan Ander Herrera.
Ketiganya datang dengan karakter berbeda.
De Gea si pendiam yang berbicara lewat tangannya di bawah mistar.
Herrera si pejuang yang berlari tanpa henti untuk setiap inci lapangan.
Dan Mata, otak yang mengalirkan segalanya dengan tenang dari lini tengah lapangan.
Tidak ada satu pun dari ketiganya yang pergi dengan cara yang seharusnya mereka dapatkan.
De Gea dilepas terburu-buru, Herrera dibiarkan pergi begitu saja ke PSG, dan Mata perlahan memudar sebagai pengganti.
Tiga cerita pemain Spanyol yang sepertinya belum tuntas di Old Trafford.
JUAN MATA. 🇪🇸