Jangan kaget sama krakatau, Indonesia punya 127 gunung api aktif sekitar 13% dari total gunung api aktif di dunia, menjadikannya negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia. Dari jumlah itu, 69 gunung dipantau secara intensif 24 jam oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) lewat sistem Magma Indonesia.
Kenapa sebanyak ini?
Indonesia duduk di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik utama (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) yang membentuk bagian dari Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) jalur sepanjang ±40.000 km yang melingkari Samudra Pasifik, tempat sekitar 75% gunung api aktif dunia dan mayoritas gempa bumi global terjadi.
📸: @NatGeo
Sebelum 1883, Pulau Krakatau memang tersusun dari tiga kerucut gunung api utama: Rakata di selatan, Danan di tengah, dan Perbuwatan di utara. Ketiganya menyatu membentuk satu pulau besar seperti pada gambar bagian atas.
Ketika letusan dahsyat 26–27 Agustus 1883, sebagian besar tubuh Krakatau runtuh membentuk kaldera yang kemudian terisi laut. Danan dan Perbuwatan hilang, sementara bagian Rakata masih tersisa. Jadi gambar tengah yang memperlihatkan hanya potongan besar Rakata memang cukup tepat.
Kemudian yang menarik: Anak Krakatau bukan bagian Krakatau lama yang tersisa. Ia adalah gunung api baru yang tumbuh dari dasar kaldera bekas letusan 1883, kira-kira di antara lokasi bekas Danan dan Perbuwatan. Aktivitas pembentukannya mulai pada akhir 1927, dan pada Januari 1928 kerucutnya mulai muncul di atas permukaan laut.
UPDATE AKSI
Aksi solidaritas warga Malaysia untuk Indonesia.
Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan penanganan kabut asap/jerebu yang berdampak pada warga dan lingkungan.
Kebijakan pemerintah Prabowo menjadi bagian dari persoalan yang perlu dikritisi dan dipertanggungjawabkan.
ALL EYES ON INDONESIA
PRAY FOR KALIMANTAN