Bukan riba yang ngeri, tapi:
1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham.
2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break.
3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
@bagirabunumay@KrystalMHj94@LFC_Hardline Lucu lihat fans sendal katrok pakai tabel War on Want buat nyerang bango padahal lebih ngebahas Manager . Klub lu noh pake sponsor Visit Rwanda. Kalau mau main moral high ground, pastiin dulu logo Visit Rwanda udah lepas dari jersey sendal lu ndal.. ga usah standar ganda
@tirta_cipeng@kozirama Wkwkw. Baru ini ketemu fans seserius gt. Ini masih untung lawannya bukan MU.
Bayangin jadi fans Liverpool era 2010-2014, MU masih ok, tiap ke kampus kena bully abis. Mana rasio jumlah fans nya 1:5 wkwkwkw
Seperti ini kondisi full house nobar 5000 orang itu… sesuatu yg belum pernah dilakukan oleh fanbase klub PL manapun di Indo…
Walau akhirnya kalah adu penalti, fans Arsenal standing ovation untuk effort tim ini di malam ini dan sepanjang musim ini.
Proud to be a Gooner!
Obsesi kalian terhadap Arsenal sebenarnya malah membuatku tersanjung. Kalian mendoakan kehancuran kami karena klub kalian sendiri terlalu membosankan untuk dibicarakan.
Kami adalah tokoh utama dalam sepak bola, kalian semua hanyalah aktor pendukung dalam film dokumenter kami.
POV: Lu & Sirkel lu terlalu "Elitis" untuk komunikasi dengan Konglomerat asal negara Asia Tenggara Lainya membahas mengenai bagaimana kontribusi ke Sepakbola Negara lewat kepemilikan klub sepakbola di Eropa.
Mereka kalau mau komunikasi dengan keluarga Srivaddhanaprabha (Leicester City FC) atau Peter Lim (Valencia), mereka bisa bertanya mengenai bagaimana Kingpower Group membentuk Tim Leicester City "Fox Hunt Project" dimana sejumlah pemain muda Thailand potensial berlatih di Fasilitas Sepakbola milik Leicester City FC & menjalani pendidikan formal di kota Leicester selama 30 bulan serta mendatangkan pesepakbola berpaspor eropa yang "bisa" perkuat Timnas Thailand seperti Thanawat Suengchitthawon & duo James.
Atau mereka bisa nanya trend Youth Development sepakbola Spanyol ke Peter Lim dimana beberapa klub La Liga membentuk "International Youth Team" seperti Program Garuda Select atau Bayern World Squad sebagai wadah pemain non paspor UE untuk merasakan ekosistem sepakbola usia muda Spanyol.
Bahkan di Spanyol mereka sampai membentuk Tim C atau D untuk mengakomodir lulusan dari "International Youth Team". Praktik ini pun lumrah di Sepakbola Usia Muda Jerman.
Namun, karena tidak adanya komunikasi makanya keluar statement seperti ini.........
@teddyswansons@FahmiAgustian Cetek bgtt entee bang.. yakin bgt ga ada Salah bango jadi papan tengah? Yakin musim depan bango jd tim papan tengah? Yakin bang? Thx udh care sama bango 🍻