Sudah tak jelas. Mana yang baik, mana yang buruk....
Ngk Polisi nya
Ngk Jaksa nya
Ngk Tentara nya
Ngk Anggota Dewan nya
Ngk Hakim nya
Ngk Menteri nya
Ngk BPK nya
Ngk KPK nya
Ngk KPU nya
Jancuk
Maling Kabeh
@putr4s_@1k__dv@fahmiamet Betul bang, dan gua pun salah satu penganut antifasis, gua benci segala bentuk penyimpangan seks tapi gua ga bisa mendiskriminasi ke mereka karena itu akan bertentangan dengan apa yang gua fahamin. Salam, dari Jakarta. 🙏
Respons BEM UI soal Tuduhan Demo Dibayar 200rb:
- Prabowo bilang tahu siapa yang bayar tapi tidak mau sebut nama.
- Untuk apa ngomong kalau tidak berani buktikan?
- Yang terbukti dibayar justru pro-MBG Rp100.000, wajan gratis, logistik
- bahkan aparat kita ikut ikutan saat demo pro MBG
- Tuduhan demo dibayar = Prabowo menghina pemilihnya sendiri
- Demo 12 Juni: 4.150 TNI/Polri vs 1.000 mahasiswa ini demokrasi atau intimidasi?
Sejak kapan Kopdes itu jadi mini market yah?
Awalnya Kopdes dikonsepkan untuk bekerja sama dengan Bulog yg menjadi jalur logistik kopdes. Petani menjual hasil pertanian dan perkebunan ke Bulog, lalu Bulog menyalurkannya ke berbagai daerah. Kopdes menjadi salah satu ujung penjualan ke masyarakat, dan seharusnya ditambah hasil-hasil UMKM lokal.
Kalau berjalan ideal,
Sekali lagi, kalau berjalan ideal ya...
Artinya produk yg dijual kopdes seharusnya berbeda dengan Indomaret atau Alfamart. Fokusnya ada di hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok yg memang menjadi bagian dari rantai pangan nasional. Makanya menutup indomaret dan alfamart adalah sesuatu yang agak nggak pas.
Kopdes seharusnya hanya jadi salah satu channel penyaluran barang bulog dan hasil UMKM.
Bicara soal tujuan awal kopdes, seharusnya ada masalah yg ingin dipecahkan sehingga muncul solusi kopdes dong.
Gw baca dari inpres nomor 9 tahun 2025:
https://t.co/4MBbsQnucD
Pertama soal swasembada pangan yang berkelanjutan, meskipun gw gak pegang datanya, gw yakin masalah swasemabda/ketahanan pangan bukan "jumlah toko yang jual kurang". Kalau yg dikejar adalah ketahanan pangan, menambah jalur toko bukan artinya menambah stok kan? Kalau berasnya tetap segitu, ya berasnya tetap segitu.
Dan kalau yang ingin dipecahkan adalah masalah pembangunan desa dan pemerataan ekonomi, sekali lagi, meskipun gw gak lihat datanya, gw yakin solusinya bukan "bikin tempat belanja baru" apalagi di tengah hutan.
Yang menarik, setelah gw baca lagi, UMKM malah nggak disebut di Inpres itu. Kalau gw kelewat tolong diinfokan.
Anyway, kita lihat implementasinya sekarang.
Kenyataan di lapangan, kita bisa lihat yang dijual malah barang-barang minimarket, bumbu dapur aja bumbu instan hasil produsen besar! Bukan bawang merah atau bawang putih UMKM apalagi gelondongan hasil petani. Nggak salah kan kalo masyarakat menilai ini adalah minimarket baru dengan nama berbeda?
Salah dimana? Coba? Salah dimanaaaa??
Kekhawatiran gw adalah, jangan-jangan setelah MBG mulai kehilangan momentum karena Dandadan CS dan penolakan masyarakat makin sulit ditutupin, kopdes ini bisa jadi "pengalihan isu MBG" atau malah sekalian aja jadi "pengalihan tempat bancakan".
Seorang driver memohon2 sambil naik ke Mobil Dinas Perhubungan setelah motornya kena razia parkir liar saat sedang mengambil order makanan.
Ia berteriak memohon dan beberapa kali mengucapkan kata tolong agar motornya dibebaskan 😭
“saya butuh makan”
“rumah saya dibekasi pa”
“anak saya sekolah”
“saya butuh makan pak”
“tolong pak” “tolong”
“Saya minta tolong pak"
klarifikasi tiyo soal framing mobil dan alat pelacak:
- saya rela di penj4r4 ketika saya terbukti membuat kebohongan publik soal pasang sendiri alat pelacak
- saya rela di p0t0*g tangan jika terbukti
- soal mobil fortuner itu bukan mobil dia
- mobil fortuner punya orang di pinjamkan sejak andri yunus di siram air ker4*
- supaya tiyo tid4K di andri yunuskan