Malam ini di UGM, tiga pejabat dievakuasi kabur dari forum "Pancasila Pemersatu Bangsa" : dikejar mahasiswa yang cuma nanya soal tanah Papua dan ekonomi amburadul.
Mari kita bicara siapa mereka:
a. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN : Agustus 2025 viral bilang
"tanah itu milik negara, emang mbahmu bisa bikin tanah?"
lalu minta maaf, ngaku
"cuma bercanda, tidak sepantasnya disampaikan pejabat publik."
Tadi malam ditanya mahasiswa soal ratusan ribu hektare lahan Papua yang dialihfungsikan dan warga digusur , jawabnya:
"Ikut saya ke Papua, lihat langsung."
Menteri agraria, tapi jawab pertanyaan tanah kayak ngajakin wisata
b. Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin , eks Ketua PRD, dipenjara Orba 13 tahun karena lawan rezim, bebas lewat amnesti Gus Dur karena dianggap pejuang demokrasi.
Tahun 2023 gabung Prabowo , teman satu selnya sendiri, Petrus Hariyanto eks Sekjen PRD, bilang di YLBHI:
"Ia mengkhianati kami dan korban-korban pelanggaran HAM."
Empat hari lalu di Semarang, waktu mahasiswa nanya soal konsistensinya, jawabannya:
"Anda bukan siapa-siapa, silakan pergi."
Malam ini di UGM katanya mau dialog , terus dievakuasi ke pintu samping.
c. Sudaryono, Wamentan : mantan asisten pribadi Prabowo, dilantik Jokowi di penghujung jabatan, analis politik sebut pengangkatannya sebagai manuver mengamankan Pilgub Jateng.
Hadir di forum berlabel Pancasila , kabur naik mobil patwal.
Spanduk mahasiswa UGM malam ini berbunyi:
"UGM Menolak Pengkhianat Reformasi."
Tiga orang datang bicara Pancasila.
Tiga orang tidak bisa menjawab pertanyaan rakyat.
Pancasila pemersatu bangsa , atau sekadar tameng pejabat yang sama-sama takut ditagih?
Mau tau framing itu kaya gimana?
1) yang mengadakan acara, Total Politik dan NYL. Bukan UGM, bukan pula mahasiswa UGM. Di poster jelas tertulis siapa2 penyelenggaranya.
Totpol, pro pemerintah
NYL?
Coba simak deskripsinya di IG.
'Kontribusi nyata'
Khas siapa?
hayo kene kowe kabeh zer buzzer, dari narasi budiman saja sudah terlihat bahwasannya forum ini hanya membahas soal kebaikan prabskuy dalam menanggapi kritik yang di satu sisi masih saja nyinyir mengenai diskusi
tapi ya, kalian gaakan paham juga jadi yowes percuma wae
ini sebelum digeruduk mahasiswa. budiman mendongeng. ia berusaha menyisipkan kesan bahwa kementerian dan juga prabsky itu selalu dengerin kritik dan sangat lindungi tiyo.
ah masa sih? menurut keyakinanku, kok ceritamu terlalu pencitraaan, bud. terlalu kosmetik. makanya kami muak cik.
Melihat mahasiswa UGM meneriakkan “Revolusi!” di depan Budiman Sudjatmiko, saya langsung merinding….
Ada ironi sejarah di sana
Dulu, Budiman adalah aktivis yang turut meneriakkan perlawanan. Malam ini, teriakan itu justru diarahkan di depan mukanya persis
dan ya sejarah sedang berputar
Stay safe kawan2 UGM! Panjang umur perjuangan
Kontestasi terbuka adalah inti demokrasi
Kita bedah acara ini,
Penyelenggaranya Total Politik yg kita sama-sama mafhum sudah menjadi corong rezim.
Temanya normatif, isi pembicaraan di forumnya puja puji rezim.
Pembicaranya Budiman, Nusron dan Sudaryono.
Dua aktivis satu kader Prabowo.
Lokasi di GIK, sentra kegiatan mahasiswa UGM, di waktu lagi panas kritik dari gerakan mahasiswa, selang sehari saja dari aksi Gejayan.
Sudah jelas dari awal tujuannya adalah ‘menantang’ di base lawan.
Jadi jangan bawa-bawa narasi kenapa gak dialog di forum yg staged gitu. Ini namanya deliberative window dressing atau manipulasi dialog.
Tujuannya dari awal memang bukan buat dialog. Tapi buat framing UGM ditaklukkan.
Ndak salah mahasiswa yang membubarkan acara Total Politik di UGM di tengah situasi ini.
Di tengah situasi jomplang informasi dan suasana batin antara mahasiswa dan pejabat yang jadi pembicara.
Mas @budimandjatmiko@NusronWahid1 dan Sudaryono datang dengan kesadaran bahwa kebijakan pemerintah di sisi yg benar, dan di pikiran mereka, sebagai bagian kekuasaan, semua pelaksanaan di bawah berjalan benar. Menguntungkan rakyat dan negara.
Sementara mahasiswa UGM tsb punya kesadaran berbeda, bertolak belakang malah dengan para pejabat tsb. Kebijakan pemerintah di sisi yg salah, dan realitas di lapangannya nyata banyak penyimpangan. Merugikan rakyat dan negara.
Ciri kekuasaan itu sama-sama kita tahu lah mas Budiman dkk, selalu merasa benar, walau ditunjukan fakta ada penyimpangan di lapangan.
Pengadaan Motor BGN, Tata Kelola MBG, sudah terlihat ganjil, bau busuk menyengat, tapi kan kalian semua waktu itu tetap membela bahwa yang dilakukan BGN benar, bahwa MBG ini berjalan baik dgn tujuan mulianya. Sampai akhirnya semua kasep, uang rakyat di maling, kalian yg membela pun tertipu.
Sama dengan KDMP, sudah banyak bau busuk menyengat, dari pengadaan Truk yang serampangan, bangunan KDMP yang asal-asalan, rekruit manager yang bertentangan dengan UU, bahkan tidak ada sama sekali ruh koperasi di KDMP, kalian pejabat kan tetap buta tuli. Tetap membela program KDMP itu di jalan yang benar.
Di sana masalahnya, memang posisinya mahasiswa dan kalian pejabat saling berhadapan, tidak dalam sisi yang sama.
Mahasiswa menyuarakan amanat kesusahan rakyat, problem nyata di lapangan, kalian pejabat sesuai tabiatnya tentu membela tuan kalian yang memberi jabatan, yaitu Presiden.
Pertanyaannya, sebagai mantan aktivis mahasiswa, apakah tidak tersisa sedikit pun pada diri kalian, sensitifitas atas kesusahan dan masalah yang dirasakan rakyat di bawah?
Coba lah jujur dengan Nurani.
Ini saya lampirkan beberapa pengaduan yang masuk ke saya terkait program strategis Presiden. Pengaduan-pengaduan semacam ini saya teruskan ke kawan di kabinet yg saya yakin lurus, tidak membela membabi buta. Tapi ya tidak berdaya juga.
Mungkin jika Mas Bud, Nusron, dan Sudar punya akses lebih kuat ke Presiden, coba sampaikan ini. Jangan hanya puja puji di depan Presiden, coba berani sampaikan "Pak Presiden, program bapak MBG dan KDMP jadi bancakan di bawah, lebih baik hentikan dulu, evaluasi total".
Jika kalian berani sampaikan itu ke Presiden, maka barulah bisa duduk bersama mahasiswa, berdialog untuk perbaikan negeri ini.
Salam
FK
@hujjjrskt@UGM_FESS owalah ngono ta zer buzzer, tak liat-liat akun baru sampeyan isinya gelagat-gelagat yang sebenarnya 'disewa'
entuk piro seko bos mu?