Baru gajian, eh duit cuma numpang lewat.
Baru dapet bonus, eh ada aja pengeluaran mendadak.
Baru terima THR, eh malah harus ganti ban mobil.
Dulu aku selalu merasa seperti ini. Sampai suatu hari, guruku yang mulia mengajarkan mindset yang mengubah hidupku.
~A Thread
Dgn ditemukannya ratusan sertifikat illegal maka tak mungkin kasus Pagar Laut ini hny berupa pemalsuan dokumen yg dilakukan oleh 1 orang kepala desa. Dugaan kuatnya pasti ada korupsi-gratifikasi yg melibatkan oligarki dan pejabat yg lbh tinggi, spt. dlm petunjuk Kejakasaan Agung.
Gibran, Nepotisme, dan Presiden yang Bodoh
Bayangkan, Indonesia pada 14 November 2029 di mana Gibran Rakabuming Raka berusia 42 tahun, yang baru saja dilantik sebagai Presiden ke-9 Republik Indonesia setelah memenangkan Pilpres 2029. Kemenangannya tidaklah mengejutkan bagi kita semua, karena putra sulung Jokowi ini telah dipersiapkan sejak lama melalui mesin politik keluarga dan manipulasi institusi. Namun, di balik sorotan lampu Istana, ada sosok yang jauh dari ideal, yaitu seorang pemimpin yang tidak suka membaca, menghindari kampus seperti wabah, dan berdasarkan rumor yang tak terbantahkan, Gibran punya rekam akademik yang memalukan dengan IPK rendah. Tulisan ini bukan sekadar kritik personal, melainkan sebuah peringatan tentang masa depan bangsa yang dipimpin oleh Presiden tanpa intelek. Pertanyaannya, “Mau jadi apa Indonesia di tangan Gibran?”.
Kenaikan Gibran merupakan puncak dari skema politik yang dimulai jauh sebelum ia dilantik sebagai wakil presiden pada 20 Oktober 2024, di mana pada 16 Oktober 2023, Mahkamah Konstitusi (MK) di bawah Anwar Usman sebagai pamannya Gibran dan ipar Jokowi mengeluarkan Putusan No. 90/PUU-XXI/2023. Aturan usia minimum calon Presiden/Wakil Presiden diubah, memungkinkan Gibran, yang saat itu masih berusia 36 tahun dan sebagai Wali Kota Solo untuk maju di Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto.
Majelis Kehormatan MK menyatakan bahwa Anwar melanggar etika berat, mencopotnya dari jabatan Ketua MK pada 7 November 2023, tapi keputusannya tetap berlaku, sebuah ironi tentang bukti nyata manipulasi hukum demi dinasti politik.
Distribusi bansos melonjak tajam (Rp 154,45 triliun pada 2024 menurut Kementerian Keuangan), tepat sebelum pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Jokowi, meski bukan kandidat, aktif mendampingi kegiatan bansos, memicu tuduhan bahwa hal ini merupakan strategi untuk membeli suara demi Prabowo-Gibran, yang akhirnya menang dengan perolehan suara sebanyak 58,59%.
Apa yang disampaikan orang ini sangat benar. Orang Indonesia itu BODOH. Ini fakta yang menyakitkan. Simak videonya hingga tuntas biar pintar.
---
Nangis Banget Pagiii Susunya Mulyono Towel Erick Thohir UGDarurat Subuh SUB INDO
Mario Dandy Satriyo (Pengangguran) vs Lady Aurelia Pramesti (Dokter Koas)
Ancam Nitizen dilaporkan UU ITe menurut mereka terlalu berlebih-lebihan viralkan berita ini
Baik Cat Warrior kita terima tantangan ini dgn sekalian spill bila sepakat RT keras dan tinggal jempol racing
Anak mamah "biang kerok" pemukulan Koas Tertekan akibat serangan di medsos
"ANCAN NETIZEN PAKAI UU ITE"
Saran : Pejabat Negara/Keluarga kalo sudah salah jangan melawan Netizen, bahaya bisa semakin terperosok!
INDONESIA ROBBED‼️
media luar pun sampe heran sama Wasit kenapa sampe lebih dari 3 menit, bagus sih ini media luar bahas ini biar seluruh dunia tau FIFA & AFC bobrok‼️
#afcmafia#TimnasDay
Ngga tahu harus bilang apa..
Harus berduka cita atau malah bahagia, sebab orang yg emang suka bikin onar dan resah masyarakat berkurang...
.
Khilaf
#GibranBocilPengecut
Mereka benci kelompok 212, mereka benci yg serang Jokowi dan keluarganya.
Giliran kemarin simpatisan 212 diangkat jadi komisaris, dan yg terbaru andi Arief yg selama ini suka serang Jokowi dan keluarganya juga diangkat jadi komisaris, mereka ga bisa ngapa2in selain mendukung.
Beginilah nasib ceboker, nasib penjilat.
Viralken per Punglian di Kebumen Ini lur 🔥
Oknum Kepala desa yg juga anggota Pemuda Pancasila Kebumen Intimidasi Wali Murid, Diduga Jadi Beking Pihak Sekolah yang Dilaporkan Pungli
Supono seorang kepala desa ngamuk2 mengancam mengusir warganya jika tidak mencabut laporan tentang dugaan pungli di sebuah SDN 1 Jati Mulyo Sruweng melalui Sugiyono anggota LSM ke Polres Kebumen.