Ada satu masa saya menjalani ritual memutar video Yt ngaji filsafat pak Faiz menjelang tidur. Ada yang sama?
Saya mungkin kurang peduli dengan apa materinya, yang jelas suara empuknya membuat saya seperti didongengi oleh seseorang yang sangat dekat, dg sepenuh rasa sayang.
Ya benar, di tangan pak Faiz, filsafat menjelma dongeng pengantar tidur yang pas.
Hingga setengah sadar saya bisa membayangkan Nietzsche berbagi anggur dengan Rumi, atau Hypatia bermain pedang dengan Tsun Zu, atau Sostrokartono berjualan teh botol, atau terserahlah.
Mendengarnya, filsafat jadi tidak terasa berat. Mungkin karena ya saya mendengar dongeng, bukan berfilsafat. Lagipula, buat apa menjelang tidur harus berfilsafat di tengah hidup yang berat?
Maka, mendengar suara pak Faiz seperti seperti mengajak berjalan menyusuri lorong2 gelap pikiran saya. Mengajak saya mencebur telaga setelah jiwa saya berdebu seharian. Lalu menemani kembali memasuki goa ketidaksadaran. Dan esoknya, saya bangun sudah dalam kondisi segar kembali.
Kini, sesekali saya mendengarkannya lagi, terutama di malam2 paling membuat saya tertekan, atau sangat gelisah susah tidur. Biasalah, kegelisahan khas WNI.
Bedanya, kali ini tak mesti berhasil membuat saya tidur lelap seperti dulu. Mungkin saya butuh bukan sekedar dongeng yang menenangkan.
Mungkin saja saya disuruh benar2 bertapa ke goa, laiknya Nabi dulu di goa Hira. Atau, mungkin ke alam bebas, melihat langit luas dengan hamparan peta angkasa.
Ya mungkin saja. Atau mungkin ketemu pak Faiz saja, sowan ke rumahnya, lalu menyeruput kopinya.
Ada yang mau kesana juga?
Hayley Williams join American Football di Kilby Block Party, tapi yang bikin atmint notice: cantolan kunci di cargo pantsnya 😂
Mbak Hayley nyantolin kunci motor apa ya? 🔑
Mungkin karena masih terbawa suasana hari pendidikan nasional, sehingga MU penuh dengan semangat mendidik dan mengajar. Kebetulan hari ini yang harus dididik dan diajar oleh MU adalah Liverpool.
Tentu saja MU sebenarnya bisa menang 3-0, tapi prinsip “Menang tanpo ngasorake” membuat MU sengaja memberikan dua gol buat lawan agar tim tamu tidak terlalu kehilangan muka dan tetap punya harga diri. Memuliakan tamu.
Logo boleh setan, tapi prinsip hidup tetap harus Habluminannas dan Habluminallah.