Understanding the Window of Tolerance does not mean removing boundaries or expectations. It means recognising that a pupil's capacity to meet those expectations can change when their nervous system is overwhelmed through a neuroscience lens.
Punishment & isolation doesn’t teach the brain how to regulate.
It doesn’t address the why behind the behaviour or teach skills to manage big emotions,or support long-term behavioural change.
We need to stop focusing solely on the symptoms & start addressing the root causes.
Guys, kalian pernah denger forest bathing nggak? Btw ini bukan mandi di hutan yak tapi wkwkwkk
Forest bathing atau shinrin-yokuitu konsep dari Jepang yang intinya masuk ke lingkungan hutan dan nikmatin suasananya dengan santai. Kalian bisa jalan pelan, dengerin suara burung dan daun, nyium aroma pepohonan, atau duduk diem gutu aja. Jadi bukan hiking yang harus ngejar puncak atau olahraga sampai ngos-ngosan gitu. Intinya justru santai, slow down dan nikmatin hutannya.
Nah, yang bikin menarik, kegiatan yang kelihatannya cuma “healing ke hutan” ini ternyata pernah diteliti secara ilmiah. Salah satu peneliti yang terkenal banget soal ini adalah Qing Li dari Jepang. Dia dan timnya menemukan bahwa setelah orang menghabiskan waktu di lingkungan hutan, beberapa indikator stres tubuh cenderung menurun. Di beberapa eksperimen, aktivitas Natural Killer cells alias NK cells juga meningkat. Ini adalah salah satu jenis sel imun yang tugasnya membantu tubuh menghadapi sel yang terinfeksi atau abnormal.
Terus ada bagian yang menurut gw paling menarik. Pohon ternyata beneran ngeluarin berbagai senyawa volatil ke udara, yang dalam pembahasan forest bathing sering disebut phytoncides. Salah satunya kelompok senyawa seperti α-pinene yang ikut bikin hutan punya aroma khas. Kayak gimana yak, kalian pernah ga sih nyium bau hutan gitu? Jadi pas kalian masuk hutan terus bilang, “Buset, bau pohonnya enak banget,” kalian sebenarnya memang lagi menghirup campuran senyawa alami yang dilepaskan tumbuhan. Penelitian kecil Qing Li bahkan ngasih petunjuk kalau paparan senyawa aromatik dari pohon Hinoki cypress mungkin ikut berhubungan dengan peningkatan aktivitas NK cells di tubuh lho!!
Tapi jangan dibayangin kayak phytoncides masuk ke badan terus ngomong, “Mana nih hormon stres? Sini gw hajar!” Wkwkwkwk Nggak sesimpel itu. Kemungkinan efek forest bathing berasal dari combo berbagai faktor, suasana hutan yang tenang, jalan santai, udara dan aroma tumbuhan, suara alam, sampai tubuh yang jadi lebih rileks. Jadi forest bathing memang bukan obat ajaib, tapi menariknya, kegiatan sesimpel nongkrong santai di antara pepohonan ternyata bisa menghasilkan perubahan pada tubuh yang benar-benar dapat diukur oleh ilmuwan.
Tapi kalau di sini mah kayaknya udah pada takut duluan yak kalau jalan2 ke hutan sendirian…
Sc: Li, Q., Morimoto, K., Nakadai, A., et al. (2007). Forest bathing enhances human natural killer activity and expression of anti-cancer proteins. International Journal of Immunopathology and Pharmacology, 20(2 Suppl. 2), 3–8. https://t.co/CYXVWR8SJs.
Li, Q., Morimoto, K., Kobayashi, M., et al. (2008). Visiting a forest, but not a city, increases human natural killer activity and expression of anti-cancer proteins. International Journal of Immunopathology and Pharmacology, 21(1), 117–127. https://t.co/Gbjy574gQY.
Li, Q., Morimoto, K., Kobayashi, M., et al. (2008). A forest bathing trip increases human natural killer activity and expression of anti-cancer proteins in female subjects. Journal of Biological Regulators and Homeostatic Agents, 22(1), 45–55.
When working with children who are profoundly disabled, or profoundly autistic, one often needs the patience to wait many years, trying different things, until the child allows you into their world and responds to your interaction.
#InclusiveMusic#SpecialEducation
semoga kebakaran ini kelak berubah jadi keberkahan.
ujian ini menjelma sejuk hujan.
dan segala pemandangan merah itu berubah menjadi anugerah.
dan doa-doa ini, kita iringkan dengan ikhtiar. dan ikhtiar rakyat ini, hendaknya pemimpin iringi dengan membumi dan kerja berarti.
Sebagai teknisi sekaligus owner bisnis jasa di bidang pendingin, gue mau kasih 2 pengetahuan dasar (CMIIW) soal alat pendingin (kulkas, AC rumah, AC mobil, dan sejenisnya):
1. Alat pendingin yang proses pendinginannya menggunakan zat refrigrant (atau umumnya disebut freon) itu berbasis sistem tertutup (close loop). Jadi, secara logika sederhana, refrigrant atau freon tidak akan pernah habis selama tidak ada kebocoran. Refrigrant juga secara teori tidak memiliki masa kedaluwarsa dan juga tidak akan menguap seperti oli pelumas kendaraan. Jadi, tidak perlu ada penggantian ataupun penambahan refrigrant secara berkala.
2. Alat pendingin menjadi kurang atau tidak dingin itu tidak selalu karena freon habis atau kurang. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi, yang paling umum ialah unit yang kotor, masalah pada kelistrikan (rumah, unit pendingin, atau kendaraan), temperatur sekitar yang terlalu tinggi (biasanya terjadi di AC mobil yang pendinginan mesinnya mulai bermasalah), kapasitas pendinginan yang tidak seimbang dengan bebannya (biasanya terjadi pada kulkas yang isinya terlalu penuh dan AC rumah dengan PK yang terlalu kecil di ruangan yang besar)
Zaman sekarang, perlu lebih hati-hati dalam memilih jasa reparasi dan pemeliharaan sistem pendingin. Sayangi duitmu✌🏻
Setuju. Romo Mangun ktk merestorasi kawasan kumuh Kali Code, ia ga menjadikan ilmu Teknik Sipil sbg satu2ny pemecah masalah. Tp ia jg ikut berdialog & ngambil ilmu dari masyarakat di sana, aspek Soshumnya dipake. Btw dia lulusan ITB, ya, kampus yg katanya lulusannya tone deaf itu
"Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
(1989)”
― Sapardi Djoko Damono
Farewell event untuk Viktor Axelsen di kota kelahirannya yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan Denmark Open.
We will miss you Viktor!
#DenmarkOpen2026
Bulu Tangkis sudah melalui sistem:
15 poin pindah bola
7 poin pindah bola
21 rally point
11 rally point (uji coba tapi ga jadi)
15 rally point
Jangan-jangan abis ini, beberapa tahun mendatang sistem 7 rally point??