negara takut banner, demo, film, buku tapi negara gk takut bikin mati satwa yg terpanggang hidup-hidup, negara juga gk takut sama 63.711 balita penderita ispa akibat asap 'pembakaran hutan' yg smp skrg gk dijadiin bencana nasional krn smp skrg mrk MASIH merasa MAMPU pdhl MAMPUS
kalo ada yg ngeluh demo bikin macet, sini gue kasih paham. dmn2 demo emg salah satunya biar lu yg anteng2 apatis ini ikut terganggu, ikut mendesak, ikut melawan. gila2an pengen kayak perancis, baru macet 5 menit aja senewen, yg diserap cuma tas branded sama kwasong doang awoakwkw
lucu, mahasiswa demo dipersoalkan etikanya, sementara pemimpin bercanda di tengah penderitaan rakyat, gubernur bilang “bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi” dan presiden melontarkan kata “goblok”. jadi, etika cuma berlaku buat mahasiswa? para penguasa free style aja?
it’s always been like this, performative activism disguised as political awareness. fokusnya jd shifting dari isu utama malah ke siapa yg speak up dan siapa yg enggak, instead of the people actually affected and what we can do
kasusnya sering ga naik karna
1. ketika korbannya cowo, korban malah ga dipercaya, dianggap aslinya menikmati atau dituduh gay
2. ketika kasusnya muncul ke permukaan, fokus org² lebih ke "MANA NIH FEMINIST" "KLO KORBANNYA COWO KOK GA RAME" 😩😩😩😩😩😩😩
3. ketika korbannya perempuan pun ga semua kasusnya "rame" loh, banyak yg sampai hari jangankan lapor, berani cerita ke temen aja ga.
Cuma sedikit bgt korban yg berani lapor dan menuntut keadilan kak, so ku harap gausah lah ya hal kayak gini dijadiin ajang perlombaan, kita fokus bantu korban aja yukk 😊🥰
Ada kumpulan go-go speak up dan lo masih mencoba memahami dari sisi pelaku? wow. Inilah kenapa orang berkasus di indo gabakal pernah bisa jera, karena lo mencoba memahami bukan dari sisi korban, melainkan pelaku. Padahal buat speak up aja, kadang korban harus melawan traumanya😩
Wdym? Dalam beberapa bulan lalu, kita mendapati kasus pelaku yang juga sama seperti ini, melakukan pelecehan di diskusi grup atau sirkel mereka. Lalu mereka dituntut untuk minta maaf ke publik, bahkan tidak sedikit orang untuk meminta mereka di-do. Tapi kenapa ketika pelakunya perempuan, malah ngomong “seharusnya bukan suatu masalah sih” ? I still dont get it anyway. Tidak ada ruang untuk PARA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL, MAU ITU COWOK ATAU CEWEK. Kalau lu MAHASISWA lu keluar aja, MALU-MALUIN
SA is still a SA, please up kasus ini sampai tuntas. whatever your gender, class, dll. tetep aja ini hal yang salah, engga ada namanya normalisasi apalagi korban/pelaku tidak memandang gender. shame on you ✌️
pelaku ks mau dilaporin ke polisi malah “tolong saya punya anak saya punya istri”
LAH JUSTRU ITU KOCAK LU PUNYA ANAK PEREMPUAN LU PUNYA ISTRI LU PUNYA 2 PEREMPUAN DI RUMAH ANJIR??? bukannya bikin ruang aman malah jadi PELAKU
Gue benci banget setiap ada kasus kekerasan seksual, penyintas kayaknya harus banget depresi dan spiral. Kalo penyintas punya kepribadian atau kehidupan di luar kasus kekerasan seksual tsb, khalayak pasti nganggep kalo dia gak pantes dibela karena gak “menyedihkan” enough. Telek