⠀
Tangannya lihai menanggalkan tiap kain yang tersisa di selira mereka, buat mereka bebas lepas dari dekap hangat benang-benang.
Ironisnya, gatra malah membahang.
Jemarinya mengultus kulit halus Jarna. Membelainya pelan-pelan seakan semakin godai @pemacak.
⠀
@pemacak ⠀
Bucu lidah menelusuri garis tegas gala Jarna. Ia mengecupi tiap inci fitur raga nonanya seolah tengah mengagumi karya seni terindah. Yasa membubuhkan merah biram di selangka Jarna, sebelum akhirnya ia meraup punca dada dengan sesap lembut yang tak tergesa.
⠀
@pemacak ⠀
"Berisik aja, sayang?"
Tak sabar, Yasa menarik kaos di raganya dan buang sembarangan. Ia meninggikan kenaan milik Jarna pula hingga tanggal. Bibirnya menelusuri leher nona, lalu menggigit tali tipis di bahunya untuk menurunkan ke lengan.
⠀
@pemacak ⠀
Pagut itu terlepas sejemang setelah diakhiri dengan isap panjang di bilah bawah Jarna. Maniknya mengelih pada netra nonanya, ia membalas senyuman, "Aku enggak capek kalau deket kamu."
⠀
@pemacak ⠀
"Enggak kuberi waktu buat kamu nolak."
Yasa meneleng tendas untuk meraup bilah bibir Jarna dalam lumat yang sedikit lebih kasar. Tangan yang semula memegang kuasanya, kini ia raih untuk cengkeram tepat di atas kepala.
⠀
@pemacak ⠀
Tubuh lampai sang kekasih diangkat segera 'tuk menuju tilam, lantas mengungkung ia di bawahnya. Matanya pandangi lekat sosok Jarna, lantas kembalikan satu kecup lembut di bilah bibir manisnya.
⠀⠀