γ €
Lagi, pandang kembali berpusat pada tuannya yang mengokupasi punca dada. Napasnya sedikit memberat, dadanya pula ikut sesekalo terangkat, mengikuti gerak napas pula rasa yang bergolak dari tiap sentuh yang ia dapat.
βYasa,β bisiknya menokak bibirnya sendiri.
γ €
γ €
Dirasa wajahnya sedikit memanas, tak lagi ada sehelai benang yang menutupi tubuh atas nona. Pandangan Jarna masih tertuju pada raga prianya, sebelum kembali menatap lekat kedua mata yang selalu membuatnya jatuh hati tanpa henti.
γ €
@kelukur γ €
Napasnya sedikit tertahan kala sentuh itu beralih menjadi remas pelan pada dada. βSayang,β bisiknya, sedikit menelengkan kepala, beri ruang bagi Yasa untuk kuasai galanya.
γ €
γ €
Namun, ia tak embuh hanya diam. Disesap kuat bilah atas prianya, juga tokak-tokak kecil tak luput ia berikan. Diantara pagut, ia tersenyum tipis. Di sisa kesadaran dirinya, ia berbisik, βKayaknya capekmu udah mulai menipis ya, sayang (@kelukur)?β
γ €
@kelukur γ €
Jarna tidak lagi berucap, sebab ia telah terbuai dalam lumat nan lekap. Sedikit meringis, kala tangannya turut terkunci tepat di atas kepala, pun sentuh halus yang dirasa menyusup menyapa kulit.
γ €
γ €
Tenggorokannya tercekat, dipegangi lengan Yasa yang kini menekan pelan galanya.
βKalau gini, aku kayaknya gak bisa nolak, ya?β bisiknya, pada (@kelukur).
γ €
@kelukur γ €
Kedua lengan mengalung pada gala Yasa saat tuan membawanya menuju tilam. Terlepa, dipandangi Yasa yang kini mengungkungnya, menyambut kecup lembut yang dilabuhkan oleh sang tuan.
Jarna terdiam sejenak. Jantungnya berdegup cepat.
γ €
γ €
lain. βγ ‘capeknya bakal hilang?β imbuh nona yang beri satu lagi kecupan ringan sebelum akhirnya mengulas senyum lebar, sedikit jahil. (@kelukur)
γ €
@kelukur γ €
Entah apa yang membuat Yasa menjadi sedemikian menggemaskan di mata Jarna, membuatnya mengulum senyum, menahan tawa. Ia lalu berdeham.
βCiuman?β ia berjinjit, beri satu kecup ringan pada bilah bibir prianya.
βEmang kalau ciumanγ ‘β kembali ia beri satu kecupan
γ €
@kelukur γ €
Jarna dibuat terkekeh oleh telingkah Yasa. Usap halus pada lengan itu lantas beralih pada pipi sang tuan.
βKenapa? Lagi capek, ya?β ucapnya yang lali berbalik, mendekap Yasa dan menyandar dagu di dada prianya.
γ €