Penembakan Pdt. Yeremia Zanambani
Pendeta Yeremia Zanambani, https://t.co/PPSGnGcnlo (68), ditemukan tewas di kandang babi miliknya di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada Sabtu, 19 September 2020. Sumber https://t.co/tXenRAcBOC menyebutkan bahwa Pdt. Yeremia disabet alat tajam sebelum ditembak hingga tewas, dan jasadnya baru ditemukan keluarganya keesokan paginya setelah ia tak kunjung pulang dari kandang babinya di Bomba. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah seorang anggota TNI yang bertugas di pos Koramil Hitadipa tewas ditembak, dan aparat sempat memberi peringatan keras kepada warga Hitadipa untuk mengembalikan senjata yang diduga diambil TPNPB.
Sejak awal, tudingan mengarah kepada TNI. Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Barat, Socratez S. Yoman, secara terbuka menuding TNI sebagai dalang pembunuhan, menegaskan bahwa Pdt. Yeremia bukan orang jahat dan tidak terlibat penembakan anggota TNI. Aktivis HAM Papua, Younes Dauw, menambahkan bahwa TNI yang baru bertugas di Hitadipa tidak mengenal sosok Pdt. Yeremia sehingga langsung menembaknya. Di sisi lain, Kepala Kompi D Dula TPNPB-OPM Kodap III Ndugama, Aibon Kogoya, membantah keras tudingan bahwa TPNPB pelakunya, dan menyebut baku tembak dengan TNI/Polri terjadi di ruang terbuka, bukan di kebun atau rumah warga tempat Pdt. Yeremia ditemukan.
Kasus ini menyita perhatian nasional maupun internasional. Vanuatu, melalui Duta Besarnya di Dewan HAM PBB, H.E. Sumbue Antas, mengangkat kasus ini dalam forum internasional pada 25 September 2020, menyebut pembunuhan Pdt. Yeremia sebagai bagian dari gelombang kekerasan baru terhadap orang Papua Barat yang harus dikutuk dunia. Di dalam negeri, pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus ini, meski PAHAM Papua menolak TGPF tersebut karena dianggap tidak transparan dan didominasi unsur TNI/Polri, serta mendesak Komnas HAM membentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM yang independen.
Hasil investigasi Komnas HAM RI kemudian mengungkap fakta yang mengarah kuat pada keterlibatan aparat. Tim menemukan sedikitnya 19 titik lubang tembak dari 14 titik tembakan di bagian luar dan dalam kandang babi, atap kandang, hingga bekas tembakan pada pohon dan dinding gubuk tempat Pdt. Yeremia ditemukan. Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, menyimpulkan adanya pola tembakan acak dan tidak beraturan yang diduga sengaja dibuat untuk mengaburkan fakta sebenarnya di lokasi kejadian.
Penyebab kematian Pdt. Yeremia, menurut hasil pemeriksaan medis dalam laporan Komnas HAM, adalah kehabisan darah—luka yang dideritanya tidak berada di titik mematikan, sehingga ia masih bertahan hidup selama lima hingga enam jam setelah ditemukan dalam kondisi terluka. Laporan itu juga menyebut nama Pdt. Yeremia bersama lima orang lain telah dicap sebagai "musuh" oleh Wakil Danramil Hitadipa, Alpius Hasim Madi, karena Pdt. Yeremia dianggap terlalu lantang menanyakan keberadaan dua anggota keluarganya yang hilang di tangan aparat.
Kasus ini kemudian dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat. Tim Kemanusiaan untuk Papua menegaskan bahwa pembunuhan, penyiksaan, dan dugaan penghilangan orang secara paksa yang menyertainya memenuhi unsur kejahatan terhadap kemanusiaan. Komnas HAM merekomendasikan agar kasus ini dibawa ke peradilan koneksitas demi transparansi, dan laporan investigasi telah diserahkan langsung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada November 2020. Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengapresiasi langkah ini sembari mengingatkan bahwa kasus Pdt. Yeremia harus disandingkan dengan penuntasan pelanggaran HAM berat lain di Papua yang juga mandek, seperti Wasior 2001, Wamena 2003, dan Paniai 2014.
"Tutupi aib gurumu, nanda."
Rekaman suara yang dikumpulkan secara diam-diam ini menunjukkan tekanan yang dihadapi para santri di Lombok saat mengungkap kasus kekerasan seksual di pesantren mereka.
🆘 BREAKING NEWS
- Mari doakan keselamatan penumpang
🛳️ Kapal Virgo Transport 8
Surabaya-Banjarmasin
Lose contact diperairan laut jawa
240 penumpang
Dhany Rachmad General Manager Pelindo Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan mengatakan, kapal itu tenggelam usai terbalik setelah mengalami kebocoran.
#kalimantan
#kapalvirgo8
Terpidana kasus kekerasan seksual terhadap santri, Subchi Azal Tsani alias Bechi, ternyata telah menghirup udara bebas.
Ide dan Esai yang terbit pada 2022 ini menceritakan bagaimana dugaan kejahatan seksual Bechi di Ponpes Shiddiqiyyah berdasarkan testimoni salah satu saksi dalam persidangan.
PERINGATAN: Artikel ini mengandung deskripsi kekerasan seksual.
https://t.co/hZEAQbSy8Q
awokwokwok dia bilang free palestine sesuai audiens saat itu, nanti klo dia ke israel lo suruh cium tembok ratapan pun dia juga mau. Artinya stance dia apa yang bikin dirinya menerima manfaat saat itu. Hipokrit? Tentu saja. Dia lebih zionis dari zionis asli 😂😂😂
שנה אחרי שקרא "שלום" בעברית בעצרת האו"ם ואמור היה לשלוח אלפי חיילים לכוח הייצוב הבין-לאומי ברצועה, נשיא אינדונזיה קרא היום "תשוחרר פלסטין" בטקס בו נאם בארצו
@kaisos1987
https://t.co/dfRUYUsIM1
⛔️Shocking scenes showing the brutal assault by Israeli occupation criminal soldiers on a number of Palestinians inside one of the homes during its raid in the town of Dura south of Hebron‼️
Sukma menghadapi Ahmad Imanuddin Sumar, pemimpin pesantren yang menurutnya telah melakukan kekerasan seksual terhadapnya.
Saksikan investigasi BBC Eye: Aib Sang Guru. https://t.co/suxYUNMxDm
https://t.co/bvXwFyL2Uy
Ira Puspitasari sangat terkejut ketika Bechi, anak kiai Jombang yang dihukum penjara karena kekerasan seksual, diam-diam bebas lebih awal.
Saksikan video investigasi BBC Eye: https://t.co/suxYUNMxDm
Stres banget anj Kasat tolol. Bisa2nya korban gak boleh nangis? Korban pemerkosaan merasakan trauma, merasa takut, wajar kalo dia nangis malah dibentak. Sialan emang.
Pelaku pemerkosaan bukannya dihukum penjara malah nyuruh mediasi, otak lo di silit ta?
ميلانة بطرس | ناجية من مجزرة صبرا وشاتيلا
تظهر في الصورة بين جثامين ضحايا المجزرة، ومن بينهم زوجها علي البرجي وابنها قاسم.
تعرّفت إلى جثمان زوجها من قميصه، وإلى جثمان ابنها من حذائه.
ومنذ ذلك اليوم، ظلت تحمل صور عائلتها معها، حتى لا يُنسى ما جرى في صبرا وشاتيلا.
رحلت في ٢٢ نوفمبر ٢٠٢١، من دون أن تتحقق العدالة.
Today we remember Víctor Jara, renowned Chilean musician and member of the Chilean Communist Party, tortured and executed by the US-backed Pinochet dictatorship on this day in 1973.
His torturers crushed his hands and mocked him, forcing him to sing and play the guitar. To this day, Jara's music inspires people throughout Latin America and beyond to fight for the right to live in peace.