MASTER OF PUPPETS |
- Metallica
Lagu ini bertutur ttg ilusi kendali, di mana manusia merasa sbg pemegang kendali, padahal justru dikendalikan.
Di luar konteks literalnya, tokoh "Master" tak sekadar ttg narkoba, tp ttg segala sistem yg membuat manusia merasa "merdeka", tapi tak siuman jika ada tali kendali, candu, konsumsi, ambisi, kekuasaan, ideologi bahkan tali kendali negara di punggungnya.
"You think you're in control ?'
Itu kalimat "koentji', sekaligus pertanyaan eksistensial.
Manusia modern merasa merdeka dgn racun "langsung, umum, bebas, rahasia" utk memilih, padahal hanya patuh pada desain pilihan.
Ini seperti relasi "Tuan - Budak" versi modern.
Kalau pakai "kacamata" Hegelian, manusia mengira ia adalah tuan, setidaknya bagi dirinya sendiri, padahal ia budak yg tergantung.
Tentu berbeda dgn budak klasik, yg mengetahui bhw ia tertindas, sedangkan budak modern, justru menikmati rantainya.
Kalau ditarik dalam konteks sosial - politik, maka negara adalah "Master of Puppets" , ketika rakyat kecil merasa dilindungi negara, padahal sesungguhnya sedang dikelola ketakutannya.
Negara yg paling berbahaya bukan yg menindas dgn senjata, tapi negara yg bisa membuat rakyatnya merasa merdeka, sakaw bansos, terhipnotis pembangunan infrastruktur, terbuai ilusi keadilan sosial, hingga larut dgn tontonan aksi heroik & drama empati pejabat negara, saat bencana melanda.
Tapi, pada waktu yg sama di punggung mereka ada tali kendali negara, yg bisa ditarik dan dimainkan kapan saja, sesuai keinginan penguasa utk dan atas nama stabilitas negara.
.
.
INVERSI MORAL : NEGERI TANPA NISAN |
๐ฝ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐, ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐โ๐๐๐ข๐ ๐๐๐โ
๐๐๐๐ - ๐ธ๐ฅ ๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐.
____________________
Menyatakan;
SOEHARTO LAYAK JADI PAHLAWAN
dgn menghapus "jejak darah" & "luka kolektif bangsa" adalah inversi moral & menjungkirbalikkan kriteria kepahlawanan.
Saya sengaja memilih diksi "inversi moral", karena terlalu kasar, kalau saya sebut :
"KEBIADABAN FORMAL"
________
Bahwa kemudian Soeharto dianggap berjasa krn telah membangun bangsa, itu bukan prestasi, pun itu bukan sesuatu yg luar biasa, krn itu adalah tugas konstitusional, tdk lebih.
Yang luar biasa itu adalah ;
1. Soeharto bukan sekadar figur "orde stabilitas", tp juga simbol bagaimana kekuasaan bisa menulis sejarah dgn;
TINTA DARAH,
lalu, membungkus dgn propaganda pembangunan.
2. Pembantaian massal 1965 - 1966.
3. Penahanan tanpa pengadilan thd ribuan orang di kampยฒ spt pulau Buru, disiksa, kerja paksa hingga perlahan mati sia - sia, dan stigma turun - menurun thd mereka yg di - "tjap merah".
โ Bahkan, menjelang kejatuhan Sukarno, ada seorang serdadu AURI yg study di Cekoslowakia di - tjap merah & nyaris tak bisa kembali ke Indonesia, padahal di sana ia tugas belajar terkait teknologi pesawat pembom Tupolev Tu - 16, bukan belajar Komunisme, Leninisme & Marxisme.
4. Penaklukan Timor Timur.
Pasca invasi 7 Desember 1975, Timtim dipaksa jadi provinsi ke - 27.
Invasi & pendudukan menewaskan 100.000โ200.000 orang, sekitar โ populasi Timor kala itu.
Kekerasan sistematis: pembunuhan, pengungsian paksa, kelaparan buatan, dan pelanggaran HAM berat.
5. "Petrus" 1982 - 1985
6. Pembantaian Tanjung Priok 1984.
7. Kasus (waduk) Kedungombo 1985 - 1991).
8. Kasus kematian Ditje Budiarsih, yg ditemukan tewas dgn luka tembak di dlm mobil sedannya, Honda Accord warna putih bernomor polisi B-1911-ZW, Senin, 8 September 1986.
9. DOM Aceh & Papua, pembantaian Talangsari 1989.
10. Pembunuhan Marsinah 1993.
11. Kasus pembunuhan Udin โข wartawan Bernas 1996.
12. Kasus tewasnya Naimullah, jurnalis Harian Sinar Pagi di Kalimantan Barat, pada 25 Juli 1997.
13. Kekerasan jelang Kejatuhan Soeharto (1998).
- Penembakan mahasiswa Trisakti dan Semanggi.
- Penculikan & penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi.
- Kerusuhan Mei 1998 menewaskan lebih dari 1.000 orang, banyak di antaranya etnis Tionghoa, & disertai pemerkosaan massal.
14. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Soeharto sepanjang 32 tahun kekuasaannya.
15. DAN LAIN - LAIN.
_______
E..e. .e tiba - tiba muncul @GusIpul_ID โข Sekjen PBNU โข Mensos, seorang "santri" @nahdlatululama yg memilih jadi "Wayang Orba" dan mengambil peran dlm memoles Jenderal Jagal Besar sbg Pahlawan Nasional.
Bahkan, ia berada dlm satu 'maqom nalar bersama @fadlizon dgn dalih "tak ada bukti".
Padahal, itu hanya logika sesat, spt berikut ini ;
"Karena kuburan massal korban kebengisan Soeharto tak diberi nisan, maka tak ada yang mati".
.
.
DAMN !
#SoehartoBukanPahlawan
MUTASI GEMBEL |
โ Ki Dalang Sprindik ( Presiden RI ke - 7) beserta istri dan anakยฒ biologisnya.
โ Budi "Termul" Arie Setiadi
โ Terpidana Silfester "Termul" Matutina
โ Immanuel "Termul" Ebenezer
Dulu, mereka adalah wajah - wajah lusuh yg tak pernah diperhitungkan, gembel yg tak punya suara.
Tapi, begitu berada dalam lingkar kekuasaan, mereka menjadi monster pemakan segalanya.
Kekuasaan tak mengangkat derajat mereka, tapi menguliti watak asli ; rakus, pendendam, lapar dgn simbol dan "sakaw" validasi.
Mereka berkuasa bukan utk menjadi pemimpin, tapi menebus dendam psikologis masa lalu, kekuasaan dijadikan seragam baru agar bekas gembelnya tak lagi terendus.
Tidak ada tirani yg lebih bengis, selain gembel yg mencicipi kuasa.
Mereka tak mengenal tata krama, mereka hanya tahu satu hal ;
BALAS DENDAM KEPADA DUNIA YG DULU MENERTAWAKANNYA.
_________
Ki Dalang Sprindik, beserta istri dan anakยฒ biologisnya, Budi Arie, Silfester dan Noel, hanyalah contoh klasik ;
ayam kampung yg tibaยฒ ingin bertelur emas, babi yg dahulu ditendang dari dapur, kini berebut duduk di meja makan bersama tuannya. (Oligarki)
Seperti dalam dongeng Orwell โข hukum pertama kekuasaan selalu sama ;
"Semua binatang setara, tapi beberapa binatang lebih rakus dari yang lain."
.
.
#FufufafaAibNasional
ILUSI PAJAK | Gali lubang tutup lubang, salah gali, mati dalam lubang.
Jika negara memiliki kedaulatan atas Rupiah dan bisa mencetak uang, mengapa negara masih memungut pajak ?
Jawabannya adalah ;
Negara memungut pajak bukan karena negara butuh uang, negara membutuhkan ;
"KEPATUHAN"- MU.
Yang dipungut bukan uang, melainkan kepatuhanmu, yg disetor bukan dana, melainkan kesadaranmu yg benar - benar tunduk.
Bagi negara, kesadaran yg "tunduk" jauh lebih berharga daripada segunung Rupiah.
Fungsi pajak jauh lebih psikologis dan politis ketibang soal fiskal.
Jadi, pajak adalah ;
HIPNOSIS KOLEKTIF.
Bayangkan, kalau negara hanya hidup dari mesin cetak uang, maka cepat atau lambat rakyat akan siuman, bahwa selama ini mereka cuma penonton, bukan pemilik panggung.
Karena itu negara melalui orang - orang spt Sri "Mulyono" | @KemenkeuRI membuat ilusi pajak: agar rakyat merasa ikut gotong royong membiayai negara, padahal yg benarยฒ membiayai negara adalah :
UTANG LUAR NEGERI ( PLUS PRINTER BANK INDONESIA).
.
.
Pajak bukanlah sumber dana, tapi spt alat ukur "iman nasionalisme" (palsu), siapa yg patuh bayar, dianggap warga yg baik, siapa yg tdk patuh bayar pajak, dianggap tidak baik, bahkan "murtad" dari republik ini.
Pun, pajak bisa dijadikan spt "alat spiritual", ia mirip kotak amal di masjid yg kosong. Bukan soal berapa isinya, melainkan soal siapa yg memasukkan uang.
.
.
Negara sebenarnya bisa hidup tanpa pajak, tapi negara tidak bisa hidup tanpa ilusi bhw pajaklah yg membuatnya hidup.
.
.
#FufufafaAibNasional
JOGET ORANG - ORANG KENYANG |
Dulu . . .
Ya dulu sekali, para Jenderal melantunkan "Gugur Bunga".
Kini, Letnan Kolonel joget "Pacu Jalur", menyanyi, menari dan tertawa, saat pekerja digilas badai kenyataan - menggigil genggam surat PHK.
Republik ini memang "surplus" panggung, tapi "defisit empati".
Zaman terus berubah, tapi watak kekuasaan tak berubah, tetap "sakaw" di atas reruntuhan derita rakyat banyak, yg disikat pajak dan kenyataan hidup.
________
Kendati terasa kejam, namun sesaat saya sempat memanjatkan harap ;
"Lantai yg mereka pijak tak kuat menanggung beban mereka yg joget dan tertawa di tengah badai PHK, agar sesekali mereka merasakan sejenak, gempa hidup yg setiap saat mengguncang dapur rakyat jelata".
.
.
#IndonesiaGelap
1. Program absurd "Makan Bergizi Gratis" itu tak gratis dan tak bergizi, kalau toh terpaksa harus pakai frasa bergizi, maka bergizi rendah itu lebih tepat dan faktual.
2. Pembangunan infrastruktur hanya indah sbg partitur politik.
3. Penguatan industri tekstil โข hanya "tartil" dituturkan di podiumยฒ sirkus politik.
PHK melanda, buah dari racun dusta yg kalian hembuskan sebelum berkuasa, sembari "mengemis" suara mereka.
4. Swasembada pangan, hanya slogan populis utk mengubur reruntuhan food estate, lalu mencari jalan utk merusak hutan dan ekologinya.
5. Market itu jauh lebih sensitif daripada testpack.
Pasca diluncurkan "mesin cuci merk Danantara", Rupiah melemah, IHSG merosot, mayoritas harga saham koleksi Danantara anjlok, investor kabur, dana asing minggat.
6. Dari Aguan cs, hingga Haji Isam dkk, atau para komprador berbaju batik, tak membuat Indonesia terang, tapi hanya membuat perut para pejabat kenyang.
7. Pagar laut hingga Pertamina dll, hanya menjerat tikus - tikus tumbal, sementara gerombolan babi hutan bermodal besar duduk satu meja dengan penguasa.
"Antartika", berubah menjadi "Antarkita".
.
.
Lalu, pengguna akun @KemensetnegRI
berujar;
"....dalam suasana yang hangat dan produktif...bla ...bla....bla..."
.
.
N D A S M U !!!!
.
.
#IndonesiaGelap
#FufufafaAibNasional
Padahal rahasia kehidupan biar hidup lebih baik & dimudahkan adalah berbakti kpd kedua orang tua, nenek- Kakek, Uyut2, Bao2, dst, atau yg kita sebut leluhur. Ingin hidup lebih baik malah bermahabbah kpd leluhur asing.Sungguh jauh panggang daripada api. Rahayu Nuswantara Emas ๐ซฐ
#sinetwit (thread)
#SoloBalapan
Perjalanan kisah politik pemilu 2024 ketika seorang Jokowi berada di persimpangan jalan menghadapi semua tantangan, loyalitas, pengkhianatan untuk Indonesia Emas 2045.
Sumber diambil dari kunjungan ke Solo, wawancara berbagai pihak
RT 888 dulu
KEPEMIMPINAN "STRATEGIC" ITU DIMILIKI OLEH "JELATA" YANG BERNAMA GANJAR PRANOWO |
.
.
Ketika ada politikus yg mendeklarasikan dirinya "elite" yg pro Barat, dengan gagasan "instan" makan gratis & susu gratisnya, sementara ada jelata yang bernama Ganjar Pranowo justru telah melakukan hal - hal yang menjadi solusi yg mendasar & menukik ke akar persoalan yaitu ;
P E N D I D I K A N G R A T I S
.
.
Yang kemudian akan digetok - tularkan dalam skala Nasional oleh Presiden Jokowi.
.
.
Dalam satu kesempatan sekira 2 tahun lalu, Mas Ganjar berdialog dengan Dubes Austria utk menjalin kerja sama di sektor pendidikan kejuruan (vocational training) untuk pelajar Indonesia, khususnya di Jawa Tengah โข mulai dari teknik mesin, IT dsb-nya di Austria.
Sebenarnya saya lebih nyaman mendengar Mas Ganjar menggunakan bahasa Indonesia saja, karena bahasa Inggris saya "poor", tapi terima kasih tim Humas Pemprov Jateng memuat terjemahannya.
.
.
๐๐๐
#GanjarUntukSemua
| 1/2
GUYONAN SORE HARI :
๐ง๐ป Cowok :
"Mbak.., namanya siapa?"
๐ฉ๐ป Cewek :
"Ika Kaniya Alysia Sinta"
๐ง๐ป Cowok : "Waduuhh...!? panjang banget, panggilannya siapa.., mbak?"
๐ฉ๐ป Cewek : "IKAN ASIN"
๐ง๐ป Cowok : "...?????..."
๐ฉ๐ป Cewek : "Mas sendiri namanya siapa..?"
๐ง๐ป Cowok : "Seto Gondo Lily Wattimena"
๐ฉ๐ป Cewek : "WaoW...!!? namanya mas keren. Turunan ningrat Ambon yaa.., mas? Terus aku harus panggil apa..?"
๐ง๐ป Cowok : "...panggil saja... SEGO LIWET"
๐ฉ๐ป Cewek : "Wew...!? Cihuyyy...hyayayay... Ternyata kita jodoh mas... IKAN ASIN SEGO LIWET !"
** Alkisah akhirnya menikah lah mereka dan dikaruniai 4 orang anak.
Yang pertama diberi nama :
*Samira Bella Teresa Sinta*
dan dipanggil โSAMBEL TERASI"
Putra ke 2 diberi nama :
*Petrus Tedi Bahar Karyadi*
dan dipanggil "PETE BAKAR"
Kemudian lahir lagi anak ke 3 :
*Lani Labani Dani Untoro Papilaya*
Disingkat "LALAB DAUN PEPAYA"
Masih akan ada lagi anak ke 4 yang menurut dokter spesialis kandungan, akan lahir pada Februari 2024. Untuk si bungsu mereka jauh-jauh hari sudah menyediakan nama yang sedikit kelatin-latinan, yaitu :
*Gandhi Jarwo Presima Denova*
Wuuiidiiiihhh... keren...
Para netizen nanya... Singkatannya apa...??
GANJAR PRESIDEN
Pinter juga ya yg ngarang ini
SELAMAT SORE, SALAM SEHAT
KTP
Ada pesan di setiap dialog yang cukup menarik untuk kita cari tau benang merahnya kenapa agama tertentu bisa jadi mayoritas...
Ptgs kecamatan : assalamualaikum..
Mbah Karsono : Monggo..
Petugas kecamatan : kok di jawab monggo ๐ค
#NusantaraBukanKhilafah
HATI HATI DI KOTA BATAM
Tadi siang jumpa saudara. Biasa di panggil UDA. Ternyata dia baru pulang dari kota Batam.
Saat di tanya bagaimana kondisi kota Batam saat ini.
Dia hanya berpesan.
Kalau mau ke Batam ingat satu hal
"HATI HATI DI KOTA BATAM"
Lalu di mulai bercerita...
Masih adakah yang percaya dengan narasi bahwa Indonesia dijajah 350 tahun? Melalui buku ini, G.J. Resink sebagai sejarawan dan ahli hukum internasional sekaligus penyair mencoba membongkar narasi itu. Ia memaparkan bukti-bukti bahwa semua itu adalah konstruksi politik kolonial.