Takutnya
Allah sediakan neraka paling panas di akhirat nanti iaitu neraka Saqqar.
Siapa yang akan masuk neraka ni?
Orang yang tak solat.
Panasnya neraka Saqqar ni, kalau dibuka pintunya sebesar lubang jarum, nescaya akan kering air laut dalam masa 1 saat.
Jagalah solat kita.
Dibantah sama Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam. Justru orang yang lebih membutuhkan secara ekonomi lebih ringan hisabnya daripada orang kaya.
Heran. Mudah sekali meninggalkan ajaran Islam seperti hisab di hari akhir, istidraaj, dan hadits di bawah ini over an article 😑
udh di tahap jijik kalau lihat wajah & denger suaranya si pemimpin zhalim itu, si presidennya, wakilnya, mantan presidennya. satu kubu semuanya menjijikan even if it as a jokes, even if it as a "saya akan lawan" semuanya menjijikan ya allah. even wrote this disgust me
sekali lg saya akan berteryak PENDIDIKAN ITU HARUSNYA AFFORDABLE, ACCESSIBLE, DAN GAK AGEISTTTT MMMMMHHHHHHHMMMMMMM
PENDIDIKAN TIDAK BOLEH ELITISTT MMMMMMMMMMMM
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
“Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat”
Ku artikan dalam bahasa bayi:
“Ehhhh lu siapeeee ngomong Dino karbitan gara2 jadi pejabat cuma 3 bulannnn? Dia mah kapabilitasnya udah teruji, semua org tau dia hebat. Emangnye eluuuuuu, newbie tapi sok ngerasa superior, naik jabatan juga gara2 jilat penguasa, sok ngatain Dino karbitan 🤭🤭 “
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Kalian yg minta kalo kritik itu harus baik, beretika dan memberikan solusi. Apa yang disampaikan Pak Dino itu sudah sangat baik, halus, sopan, beretika, dan terstruktur serta memberikan saran dan solusi sesuai yg kalian mau. Sekarang masih tetep dianggap ga beretika. Intinya memang kalian itu enggan menerima kritik.
Saya udh ga tau harus komen apa lagi sama pejabat2 di negara ini. Dikritik keras salah, dikritik baik salah. Maunya semua orang dukung.
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?