Jahat begini dan begitu byk korban, cuma minta maaf?🤦
Efek jeranya dimana?
@ListyoSigitP@DivHumas_Polri
Viral 2 Siswa SMA di Surabaya Akui Sebar Video Teman ke Bandar.
https://t.co/0ymKWrSUnX
Activist: "Drinking milk is for baby cows, not humans."
Farmer: "Humans have been drinking it for 10,000 years."
Activist: "We're the only species that drinks another species' milk."
Farmer: "We're also the only species that cooks food, wears clothes, and writes books. Should we pack those in too?"
Activist: "It's unnatural."
Farmer: "So are antibiotics. Refusing those next time you get pneumonia?"
Activist: "That's different."
Farmer: "How? Both are things humans do that other animals don't."
Activist: "Milk is meant for calves."
Farmer: "Wheat is meant to reproduce the wheat plant. And yet here you are eating bread."
Activist: "Most humans are lactose intolerant."
Farmer: "Most humans of European descent aren't. We evolved the trait. That's how evolution works."
Activist: "It's still weird."
Farmer: "Weirder than flying across continents in a metal tube? Weirder than arguing with a stranger on a phone you didn't build, charged by electricity you can't generate, about food produced by a farmer you've never met?"
Pahamkan knp Indonesia ga maju-maju po.
Sama mi babi aja takut, teriak haram, giliran zina, miras, korupsi, bahkan uang umat kristen aja halal.😂👻
Jadi ceritanya ada usaha bernama Mie Babi Tepi Sawah, lokasi di Parangjoro, Grogol, Sukoharjo. Lokasi agak mblusuk di belakang pabrik. Ijin usahanya sudah lengkap, dan dari Pemkab Sukoharjo tidak ada masalah. Tapi ada orang orang yang mengaku warga sekitar tidak terima dengan keberadaan Mie Babi ini, katanya meresahkan warga.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
⚠️TW
demi allah gue gemeter banget tiba2 diteriakin mba mba di tj kalau gue ngelecehin dia, padahal gue ga ngapa ngapain. posisi gue berdiri dengan tangan di handle grip dan tangan satunya megang hp. tj nya bener bener full. posisi juga gue di belakang bukan depan
Bayi tertukar ❌
Bayi diserahkan ke pasutri lain ✅
Alasan pihak Rumah Sakit sangat tidak masuk akal. Orang tua sudah dipanggil berkali-kali tapi tidak merespons.
Staf RS1: “Orang tua bayi fulan, harap ke ruang perawatan”
Nina: *ga denger
Staf RS1: “Orang tua bayi fulan, harap ke ruang perawatan”
Nina: *masih ga denger
Staf RS1: “orang tuanya ga respons; gimana ini”
Staf RS2: “dah lah kasih ke orang yg ada aja, yg lagi antre tuh”
Staf RS1: okeee…. *maggil pasutri lain
“Bapak Ibu mau bayi imut?”
Pasutri: mau mau mau
Staf RS1: “ya udah ambil tuh bawa pulang, orang tuanya dipanggil ga nyaut”
Pasutri: asyiaaap
Nina: *datang dan berteriak. “Heiii kenapa bayi saya diambil orang lain?” 😠
Staf RS1: “diam kau Nina! Sini ikut saya!”
Nina: “ngapain? Saya mau bawa bayi saya!”
Staf RS1: “Kasih rating RS ini dong. Bintang ⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️ ya!”
Aneh banget sih ini. Bayi kok seenaknya dikasihkan ke orang lain. Audit total tuh Rumah Sakit‼️
*percakapan di atas hanya ilustrasi semata.
Bayi tertukar ❌
Bayi diserahkan ke pasutri lain ✅
Alasan pihak Rumah Sakit sangat tidak masuk akal. Orang tua sudah dipanggil berkali-kali tapi tidak merespons.
Staf RS1: “Orang tua bayi fulan, harap ke ruang perawatan”
Nina: *ga denger
Staf RS1: “Orang tua bayi fulan, harap ke ruang perawatan”
Nina: *masih ga denger
Staf RS1: “orang tuanya ga respons; gimana ini”
Staf RS2: “dah lah kasih ke orang yg ada aja, yg lagi antre tuh”
Staf RS1: okeee…. *maggil pasutri lain
“Bapak Ibu mau bayi imut?”
Pasutri: mau mau mau
Staf RS1: “ya udah ambil tuh bawa pulang, orang tuanya dipanggil ga nyaut”
Pasutri: asyiaaap
Nina: *datang dan berteriak. “Heiii kenapa bayi saya diambil orang lain?” 😠
Staf RS1: “diam kau Nina! Sini ikut saya!”
Nina: “ngapain? Saya mau bawa bayi saya!”
Staf RS1: “Kasih rating RS ini dong. Bintang ⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️ ⭐️ ya!”
Aneh banget sih ini. Bayi kok seenaknya dikasihkan ke orang lain. Audit total tuh Rumah Sakit‼️
*percakapan di atas hanya ilustrasi semata.
A church sealed shut on Easter weekend
Christians at the Thessalonika Fellowship Church arrived for Easter services only to find authorities had closed their doors, pressured by Islamic radicals demanding the building be sealed. President is silent in accord
@CNN@Reuters@APNews
Personal review after wearing #KankyNXT..
Not too supporting for my arch.. After standing and walking for 1 hour, my arch already hurt.. Needs insole replacement to support..
I also find this problem on my Kenshin..
DI TANGERANG NEGARA SEGEL GEREJA.
Mereka membubarkan orang yang sedang berdoa — lalu meminta agar kasusnya jangan dibesar-besarkan demi menjaga nama baik toleransi negeri ini.
Ironi terbesar dalam sejarah munafik.
Jumat Agung, 3 April 2026. Hari yang bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia adalah momen paling sakral dalam iman mereka. Tetapi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, jemaat Gereja POUK Tesalonika tidak bisa menyelesaikan ibadahnya. Satpol PP — aparatur negara yang digaji rakyat — ikut ambil bagian dalam penyegelan itu. Bukan preman. Bukan massa liar. Tapi negara.
Dan setelah itu, para pelaku meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan. Karena katanya - Indonesia dikenal toleran.
Inilah puncak kemunafikan itu.
Toleransi di negeri ini sudah lama berfungsi bukan sebagai nilai, melainkan sebagai jimat. Diucapkan terus-menerus untuk membius kaum minoritas agar tetap diam, tetap sabar, tetap percaya. Sementara intoleransi terjadi berulang-ulang, negara hadir bukan sebagai pelindung — tetapi sebagai peserta.
Pemerintah sibuk bicara perdamaian Timur Tengah di panggung internasional. Sementara di dalam negeri sendiri, warga negaranya tidak bisa berdoa dengan tenang di hari paling suci mereka.
Ini bukan kesalahpahaman. Ini bukan insiden kecil. Ini adalah cermin dari sebuah negara yang belum jujur kepada dirinya sendiri.
Jangan tunggu pernyataan "ini hanya kesalahpahaman" yang sudah bisa kita hafalkan sebelum diucapkan. Kita tahu skenarionya. Kita hafal naskahnya. Dan kita muak.
Negara yang benar bukan hanya yang bisa mengucapkan toleransi — tetapi yang berani menegakkannya bahkan ketika itu tidak populer.
Suarakan ini.
Jangan biarkan keheningan kita menjadi persetujuan kita.
Some days you can’t love social media enough. This is one of those days. It began like this. Someone stole 12 tons of KitKats.
And then the replies started coming in. Scroll down.
Pangeran Diponegoro adalah penggemar wine, Grand Constantia. Meski Islam mengharamkan alkohol, Diponegoro berdalih bahwa anggur itu adalah obat. Termasuk selingkuh dengan gadis pemijat keturunan Cina sebelum maju perang