Orang Indonesia bukannya nggak suka baca.
Masalahnya, beli buku legal itu mahal banget kalau dibandingin gaji (legal yaa bukan PDF hehe).
Contoh kasar:
UMP Jakarta 2026: Rp5,73 juta/bulan
Minimum wage Louisiana kalau dijadiin bulanan: sekitar Rp22,6 juta/bulan
Minimum wage New York City kalau dijadiin bulanan: sekitar Rp52,9 juta/bulan
asumsi 173 jam kerja/bulan dan kurs Rp18 ribu per dollar
Sekarang lihat harga buku.
Atomic Habits terjemahan Indonesia di Gramedia: sekitar Rp86 ribu
Itu sekitar:
1,5% gaji UMP Jakarta
Atomic Habits English di Periplus: sekitar Rp458 ribu
Itu sekitar:
8% gaji UMP Jakarta
Atomic Habits di Barnes & Noble: sekitar Rp396 ribu
Itu sekitar:
1,8% gaji minimum Louisiana
0,7% gaji minimum NYC
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat di Gramedia: sekitar Rp62 ribu
Itu sekitar:
1,1% gaji UMP Jakarta
The Subtle Art of Not Giving a F*ck English di Periplus: sekitar Rp355 ribu
Itu sekitar:
6,2% gaji UMP Jakarta
One Piece Indonesia di Gramedia: sekitar Rp45 ribu
Itu sekitar:
0,8% gaji UMP Jakarta
One Piece English di Periplus: sekitar Rp198 ribu
Itu sekitar:
3,5% gaji UMP Jakarta
One Piece English di Barnes & Noble: sekitar Rp180 ribu
Itu sekitar:
0,8% gaji minimum Louisiana
0,3% gaji minimum NYC
Jadi kalau orang Indonesia banyak baca manga gratisan, artikel gratisan, PDF, thread, atau rangkuman online, bukan berarti mereka anti-buku.
Bisa jadi mereka rasional.
Karena buat pekerja UMP Jakarta, satu buku impor Rp350-450 ribu itu bukan “ah cuma buku”.
Itu bisa 6-8% gaji sebulan.
Bahkan manga legal English Rp180-200 ribu aja bisa 3% lebih dari gaji UMP Jakarta kalau belinya di Indonesia.
Kalau gaji Rp5,7 juta, beli 2 buku impor aja udah kayak bayar listrik, internet, atau makan beberapa hari.
Di Amerika, buku yang sama juga mahal secara nominal.
Tapi kalau dibandingin gaji minimum bulanan, bebannya jauh lebih kecil.
Ini kenapa literasi nggak bisa cuma diceramahin:
“ayo dong rajin baca buku”
Pertanyaannya juga harus:
bukunya affordable nggak?
akses perpusnya bagus nggak?
ebook legalnya murah nggak?
gaji orangnya cukup nggak?
toko bukunya dekat nggak?
bahasa terjemahannya tersedia nggak?
Orang Indonesia rajin baca kok.
Cuma seringnya mereka baca format yang paling masuk akal buat dompet mereka.
Masalahnya bukan cuma minat baca.
Masalahnya juga rasio harga buku terhadap gaji.
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Cekikikan bangett 😭😭 tadi tuh ada pawai obor lewat depan rumah, ramai banget. Bocah inipun akhirnya kepo dan langsung lari keluar. Aku cari cari kemana kok ga ada.. gataunya dia punya view spot sendiri 😭😭😭