Tuhan, sebenarnya apa yg coba engkau tunjukkan padaku ?
awal tahun kau mengujiku dengan memainkan nyawa istri dan anakku, pertengahan tahun kau mengambil salahsatu keluarga terdekat kami, dan diakhir tahun ini kau bermain lagi dengan nyawa ibuku.
yang sulit adalah wacana masih berputar pada masa lalu, bukan pada apa dan siapa yg dihadapi sekarang. antusiasme yg sangat tinggi ketika membahas masa lalu ketimbang memproyeksikan masa depan. ketertarikan akan kenangan masih lebih tinggi ketimbang membangun harapan.
daripada berkompetisi, lebih baik mundur. opsi paling bijak untuk diri sendiri adalah menyerah jika tidak suka di compare dengan pribadi yang lain. karena tidak semua manusia punya privilege, terlebih lagi kita hanya kaum grassroot yg mencoba menembus lapisan2 kelas sosial.
hanya ingin hidup biasa saja dan bertemu seseorang yg biasa saja, pandai bersyukur, hidup apa adanya, tidak mempertontonkan kemewahan, menikmati hal2 yg sederhana bersama, dan mati dengan damai π
hampir semua org mendongak keatas melihat kelas2 sosial yg tinggi, berharap berada dipusaran itu dengan gaya hidup parlente membuat perasaan menjadi istimewa dan seketika jumawa.
adakah yg biasa2 saja dan pandai bersyukur (?)
intinya sadar diri adalah jawabannya, you're not the only one bradeeer !
terkadang yang selalu ada akan kalah dengan yang istimewa.
#keluargacemaraaaawwww
dicari ketika dibutuhkan, tapi setelah dibantu tidak dicari lagi. yang dibanggakan yang memiliki status sosial yang tinggi, yang disayang yang bermuka dua, yang membantu dikerdilkan. inilah paradigma terbaru tentang konsep tolong menolong π . anda merasakannya (?)
Pada akhirnya kita akan berjalan sendiri-sendiri, karena semuanya akan bertemu pada satu kepentingan yg sama selepas itu akan kembali berjalan dengan tujuan masing-masing.