Pernah ga kamu nangis liat sesuatu di video misalnya, cerita yang mengharukan. Lalu pada tangisan tersebut kamu semakin tersedu-sedu. Tangisan tersebut tanpa kamu sadar memancing tangisan yang sebelumnya kamu pendam, udah disakitin temen misalnya.
Di Malang aku bersikap seperti layaknya anak pertama, bahkan aku juga berupaya menjadi seorang yang anak tunggal. Meski tanpa alasan yang jelas, tetapi aku meyakini bahwa berharap atau bergantung pada manusia ujungnya adalah kecewa.
Aku pernah, dl waktu g tau apapa, g seneng sama Gus Dur. (Maaf) krn penglihatan beliau&kebijakannya, dulu menurutku, adalah sesuatu yg minus. Ah ampun aku g mau kaya gitu lg sama kiai. Dan perihal banyak pendapat terkait cawapres no urut 1, walau bagaimanapun beliau adalah kiai.
Yuk kembali jadi Indonesia.
Buat twips yang sudah bosan dengan suasana kebencian dan bermusuhan, ayuk bergerak. Jangan dibatin aja. Kita banyak teman kok, nggak sendirian.
Jgn buru2 bilang, bencana alam spt tsunami itu adzab Allah krn kita bnyk dosa. Bilang bgt tdk tepat krn bnyk orng baik dari berbagai komunitas yg tdk jahat yg jg jd korban. Selain itu kesimpulan spt itu menafikan sifat kasih saya Allah. Tsunami adl sunnatullah bekerjanya alam.
Moment yang paling tidak bisa saya lupakan tahun ini adalah belum ketemu kamu, yg artinya aku masih lelusa meski kadang2 hampir putus asa. Nyatanya ada kamu ataupun tidak, hey aku pasti bisa! #SelamatTahunBaru#Memori2018
Sementara, perihal politik dan nomor calon saya no comment aja, takut salah ngomong. Juga masih skeptis aja sama calon yg ini gini yg itu gitu. Mau baca buku dulu.