sorry to say.
tapi jujur aja. pendidikan bener-bener ngaruh ke sikap dan cara bicara orang. keliatan banget dari bahasa sama gaya ngomongnya. emg nggak semuanya, tapi mostly iya.
Udah sedekat ini guys apinya 🥲
Minta doanya ya semoga apinya cepat padam dan nggak sampai merambat ke rumah warga 🙏🏻
Stay safe teman-teman di Palangkaraya!
SUMPAH SAYA SEDIH membaca tulisan teman saya yang tinggal di Barito Kuala, Kalsel. Punya usaha toko baju dan distribusi bumbu dapur wilayah Kalsel sampai Kalteng.
Dia cerita tentang kondisi ekonomi secara umum yang sungguh tidak adil bagi rakyat Kalimantan ditambah harus mengalami kebakaran lahan yang parah sekali terjadi saat ini. Iya, detik ini.
Sungguh saya sedih. Duka saya untuk warga Kalimantan. 😭🙏
#PrayForKalimantan
Pemerintah kalau nggak segera mengatasi masalah di Kalimantan ini, saya sulit membayangkan gejolak dari masyarakat Kalimantan ke depan. Celakalah negara kita.
Note;
Video berikut adalah kiriman sales team-nya yang terjebak di jalan raya. Kejadian SEKARANG INI.
ya allah, lindungilah org2 dan para relawan yg masih berjuang digarda depan. lindungilah semua makhluk hidup yg ada disana. tolong sgr turunkanlah hujan. padamkanlah apinya, hilangkanlah asapnya, basahilah tanahnya dan hukumlah manusia yg bertanggungjawab atas kerusakan ini smua.
udah 2 bulan gue mandi ga berasa mandi karena air asin dan lengket. ga berani make tumbler krn kl dicuci takut berkarat. air mineral galon susah dicari. gangerasain matahari yg terik.
pemadam udh pd kesusahan matiin api. trus dia ignorant tone deaf kyk gini? marah bgt
ini di kalteng, smpe oren kuning gini dan langitnya begini dri pagi smpe sore. kalian jangan kira ini oren begini krna senja, ini karna sinar matahari nya ga tembus dikarenakan asap nya yang sangat amat tebal. aku videoin ini pas jam 2 siang. maaf gnggu mindfulness kalian.
Perjuangan para tim pemadam kebakaran hutan, sudah lelah karena bertarung terus selama lebih dari 3 bulan.
Semoga segera ada hujan di Palangka Raya 🤲🏻✨🌧️
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong seekor orangutan dewasa keluar dari habitatnya hingga mencari makan di tepi Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Orangutan tersebut terlihat mondar-mandir di kawasan vegetasi di pinggir jalan. Satwa dilindungi itu tampak memanfaatkan tanaman yang masih tersedia sebagai sumber makanan.
Kemunculan orangutan di dekat jalan raya menarik perhatian pengendara dan warga yang melintas. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut merupakan jalur yang cukup ramai kendaraan.
Salah seorang warga, Jufriadi, meminta pihak berwenang segera melakukan penanganan. Ia khawatir keberadaan orangutan terlalu lama di pinggir jalan dapat membahayakan keselamatan satwa tersebut.
“Kami berharap segera dievakuasi, karena kalau terlalu lama di pinggir jalan dikhawatirkan tertabrak kendaraan,” ujar Jufriadi.
📸: Dok. Istimewa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | vidol | R070 | E158
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Malaysian and non Indo SEA'n people posting about how the people of Kalimantan are to blame for the haze like they arent the number 1 victims of the actual fires make me angry. Just curse out the government not the people suffering in the fires.
Marie Sabacka, pakar ekologi gletser di Departemen Ekologi Charles University, Republik Ceko, naik ke sekitar Puncak Carstensz, Maret lalu. Dia merupakan salah satu peneliti terakhir yang datang dan meriset salju terakhir di Papua dan wilayah Pasifik.
Karena perizinan dan birokrasi yang dia sebut berbelit-belit, Marie dan timnya nyaris gagal meneliti salah satu ekosistem paling penting di Bumi yang akan segera lenyap ini.
"Ini adalah salah satu ekspedisi tersulit yang pernah saya organisir, meskipun terutama karena alasan administratif dan logistik, bukan karena tantangan pendakiannya itu sendiri," ujarnya.
"Sejujurnya, kami mungkin memulai proyek ini dengan sikap yang agak naif. Kami tahu bahwa urusan di Papua akan rumit, tapi kami tidak menyangka akan menghadapi banyaknya izin, lembaga, dan persyaratan hukum yang saling terpisah.
"Jika sejak awal saya memahami besarnya waktu, biaya, dan ketidakpastian yang dibutuhkan, saya tidak yakin kami akan mencoba datang ke Puncak Carstensz," kata Marie.
Marie berkata, hasil penelitiannya masih bersifat awal. Namun temuannya sejauh ini menunjukkan bahwa sisa es di Puncak Carstensz tidak kosong secara biologis.
Gletser di puncak gunung yang disebut dengan nama Nemangkawi oleh masyarakat adat Amungme itu, kata Marie, menjadi habitat bagi komunitas mikroorganisme dan hewan mikroskopis yang khas, termasuk garis keturunan yang jarang ditemukan atau tidak ada di banyak gletser lain dalam kumpulan data global kami.
"Oleh karena itu, hilangnya gletser di Puncak Carstensz berarti hilangnya sebuah ekosistem unik yang belum banyak dipahami," ujarnya.
Lapisan es di sekitar Puncak Carstensz kini tersisa 16 hektare dan diyakini akan segera mencair seluruhnya pada akhir 2026 atau awal 2027, menurut riset terbaru Badan Meteorologi Dunia.
Sumber: BBC
https://t.co/P0AiiFY0io
Yg bikin sedih, utk orang yg secara ekonomi udh kalah, we can't afford to lose. If we fail, it hits two times harder because to "retry" always comes with a cost. Bisa menikmati proses itu privilege. Nikmati selagi bisa, soalnya ada yg sibuk berjuang dan terlalu fokus di hasil.