nobody asked for this, but why not
here's a bit about me (non-personal)
i read a lot, i mean A LOT, including comic, manga/manhwa/manhua, and novel.
i also watch a lot, series and movies.
i listen to music as well.
basically, i consume media like its food
also i play game
jujur muak banget sama segala hal yang terjadi di era prabowo ini. i mean, i know our governments memang gak pernah bener but this is something wayyyy worse dengan kejadian-kejadian yang kayak GAADA BENERNYA. feeling like they think we’re too stupid buat melawan or memberontak
Pernah jadi mahasiswa turun di jalan.. sebelum masuk UGM aku tu juga mikir ngapain sih mahasiswa nih panas2an demo, bikin macet aja.
One day ada temen angkatanku yg bilang,
“Kita kuliah di UGM itu dibayar rakyat sudah seharusnya menjadi penyambungi lidah rakyat”
Aku jawab dong, “hmm, papa aku bayar UKT”
“No, UKT kamu tu cuma bayar fasilitas. Dosen kita tu PNS digaji pake uang pajak rakyat. Ada jutaan rakyat yg mau kuliah di UGM tp cuma segelintir orang yg bisa masuk. Kita tu kaum terpelajar, sudah seharusnya memperjuangkan suara rakyat”
Disitu aku beneran jleb banget. Ga boleh belajar buat diri sendiri, aku kaum terdidik jadi harus melek dunia dan politik dan ikut bersuara 😭😭😭
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%.
ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT.
TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA
TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG.
SIAP2 MENYALA BERGILIR
BUKAN PEMADAMAN BERGILIR
Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat.
Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode.
Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan.
PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya.
Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung.
PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN.
Sederhana:
PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar.
KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini.
pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu.
kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk.
ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk.
DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA?
Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini.
Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya.
Masalahnya adalah timing pencairannya.
Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan.
Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang.
PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu.
Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan.
Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur.
Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat.
Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama.
Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada.
Rakyat bayar murah.
PLN tombok dulu.
APBN yang bayar belakangan
Dan siklusnya terus berulang setiap tahun
APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Ternyata pemadaman listrik bergilir itu karena PLN ga beli batubara, bukan batubaranya yg terbatas. Efisiensi soalny duidnya buat MBG wkwk kocak
cc:threadshareitt22
Guys, lu pada tau nggak nih?
Lagi beredar cerita yang bilang sebenarnya batu bara buat pembangkit listrik itu ada. Yang jadi sorotan justru kondisi keuangan PLN.
Katanya kalau lihat laporan keuangan PLN, tagihan pemerintah yang belum dibayar naik dari sekitar Rp43 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun. Dalam waktu singkat nilainya naik lebih dari dua kali lipat.
Makanya banyak yang mulai bertanya-tanya.
Indonesia termasuk salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia.
Batu baranya ada.
Pembangkitnya ada.
Kebutuhan listrik juga terus ada.
Tapi kenapa isu pasokan listrik dan batu bara masih terus muncul?
Yang bikin netizen makin penasaran, kenaikan tagihan yang belum dibayar itu nilainya sampai puluhan triliun rupiah.
Rp110 triliun itu bukan angka kecil.
Buat gambaran, nilainya setara dengan puluhan rumah sakit besar, ribuan sekolah, atau gaji jutaan pekerja selama berbulan-bulan.
Pantes aja banyak yang bertanya-tanya sebenarnya ada apa di balik semua ini.
Guys, lu pada tau nggak nih?
Lagi beredar cerita yang bilang sebenarnya batu bara buat pembangkit listrik itu ada. Yang jadi sorotan justru kondisi keuangan PLN.
Katanya kalau lihat laporan keuangan PLN, tagihan pemerintah yang belum dibayar naik dari sekitar Rp43 triliun menjadi lebih dari Rp110 triliun. Dalam waktu singkat nilainya naik lebih dari dua kali lipat.
Makanya banyak yang mulai bertanya-tanya.
Indonesia termasuk salah satu penghasil batu bara terbesar di dunia.
Batu baranya ada.
Pembangkitnya ada.
Kebutuhan listrik juga terus ada.
Tapi kenapa isu pasokan listrik dan batu bara masih terus muncul?
Yang bikin netizen makin penasaran, kenaikan tagihan yang belum dibayar itu nilainya sampai puluhan triliun rupiah.
Rp110 triliun itu bukan angka kecil.
Buat gambaran, nilainya setara dengan puluhan rumah sakit besar, ribuan sekolah, atau gaji jutaan pekerja selama berbulan-bulan.
Pantes aja banyak yang bertanya-tanya sebenarnya ada apa di balik semua ini.
nobody asked for this, but why not
here's a bit about me (non-personal)
i read a lot, i mean A LOT, including comic, manga/manhwa/manhua, and novel.
i also watch a lot, series and movies.
i listen to music as well.
basically, i consume media like its food
also i play game
gue pengen masukin top fav comic tapi ngerasa belom sebanyak itu yg gue baca, tapi silahkan baca
DC's Injustice
DC's Absolute Universe
Marvel's Ultimate Universe
Orang bodoh yang tidak sadar dirinya bodoh itu harmful. Apalagi dengan overconfidence-nya menyuarakan keyakinannya yg salah.
Be humble aja. We may be wrong you know.
Even when you're just average, there are literally billions other people who are smarter than you.