Ada psikolog karena sangking seringnya nanganin kasus rumah tangga, dia narik kesimpulan gini:
Di era sekarang: Suami tidak judol. Tidak selingkuh, tidak pinjol, tidak KDRT, selalu pulang kerumah, selalu menafkahi keluarga, pokoknya hidup lurus tidak mencuri. Dan laki laki yang kayak gitu termasuk golongan rare atau langka
Ini sih bare minimum/ standar dasar, sayangnya di era sekarang jd langka, jujur ini jd trust issue kalo lihat ginian dalam rumah tangga
Bapak diminta gantiin pampers anak. Masangnya miring. Anak bocor. Kasur basah.
Istri dateng, ganti ulang, beresin kasur, ganti sprei.
Bapak berdiri di samping, angkat bahu: "Yaudah kamu aja deh, Ma. Aku emang gak jago ginian."
Bapak merasa itu pengakuan jujur atas kelemahan Bapak. Rendah hati. Bahkan mungkin lucu.
Pak, itu BUKAN kelemahan. Itu STRATEGI. Dan strategi itu punya nama di dunia psikologi: Weaponized Incompetence. Ketidakmampuan yang dijadikan senjata.
Taufik ini bukti betapa berbahayanya ketika pola asuh permisif bertemu dgn budaya patriarki.
Ketika anak laki-laki terlalu sering dimaklumi, dibela saat berbuat salah, & tak dibiasakan menerima konsekuensi, ia bisa tumbuh dgn rasa berhak (entitlement) yg tinggi: merasa keinginannya harus diutamakan, kesalahannya akan selalu dimaklumi, & aturan tak sepenuhnya berlaku untuk dirinya.
Lama-kelamaan, ia jadi terbiasa mengutamakan dirinya sendiri, sulit melihat dampak perbuatannya pada orang lain, & tidak terbiasa bertanggung jawab atas tindakannya.
@PerempuanWaos pernah jg lg di glamloc 2thn lalu. ada 2 baju yg gue mau, gue pegangin terus lah sambil nanya nyokap bagusan yg mana di antara 2 itu. eh tbtb mba2 jastiper rebut tuh baju di tangan gue blg mau foto. gue blg aja gue mau 22nya lgsg gue ambil & beli karna stoknya sisa itu ga ada lg.
DILAPORKAN: Satu gerbong wanita menjadi yang paling parah pada kecelakaan antara KRL dan kereta lintas Jawa di Bekasi Timur malam ini 🥀
Bekasi berduka 💔
📸: @LisanAlGhaib
@bismillahyuk_ tmn gue adeknya meninggal cuma dikasih waktu berduka 2 hari aja karna kerjaan ga ada yg backup. sampe tmn gue yg lain mintol ke gue blg ke atasan buat kasih waktu dia lebih lama, cuma gue ga bisa apa2 ga punya wewenang jg. ini di beyuemen
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
@tanyakanrl Klo lu muslim, ada konsep indah namanya nafkah Imta' disitu dianjurkan kalau suami baiknya mempertahankan standar hidup calon istri biar gak anjlok dari kebiasaannya sebelum nikah. Lagian lu wiraswasta nder dibuat flexible ajaa klo masih mau usahain 👍