Jadi inget perkataan seseorang, "sepakbola adalah hal yang bisa membuat orang Inggris yang dikenal polite dan elegan menjadi brutal".
Kayanya itu bukan cuma berlaku buat orang Inggris, melainkan seluruh dunia, termasuk Jepang ini.
Orang Jepang yang dikenal tertutup dan tidak mudah akrab dengan orang baru bisa jadi ekspresif dan terbuka dengan orang lain yang tidak dikenal karena sepakbola.
Sepakbola ini memang ajaib. Sepakbola adalah hal yang tidak penting. Tapi dari semua hal tidak penting, sepakbola adalah yang terpenting.
sebelum main kopi”an bodo amat mau ngopi di mana aja asal tempat nyaman dan bisa nyebat, skrg udah kena sadma nya koffind, houseblendnya coffeetorium, n magicnya mbah giyo, kopi lain jadi kureng
@Uniliswara0@HendikPurwito Beliau disingkirin krn menolak mega proyek KCIC, penuh mark up dan korup. Beliau jg bilang kita tdk butuh proyek kereta cepat klo cuma Jakarta-Bandung, lbh baik buat proyek DT KA Trans Sumatera dari Aceh - Lampung paling butuh anggaran 80 Triliun.
Peserta aksi kalah jumlah dgn penghadang.
Di depan ada 3 lapisan. Tentara, tameng+polisi, polisi lagi di deket HI.
Padahal jumlah warga yg 'nonton' ada di dua front jumlahnya membludak. Bisa bergerak bebas ,termasuk gw, sampe di air mancur.
Masih mau pake template aksi lama?
Kalau aja warga yg nonton ini gerak dan ngumpul di air mancur, bareng mahasiswa yg dateng per grup kecil lepas Jaket almamater. Jumlahnya bakal signifikan.
Dan pelan2 jadi massa aksi.
Tameng kaya di video ga bisa mencegah gerakan sporadis.
Warga di dua sisi jalan udah siap untuk gabung aksi. Pada bikin poster2 kecil. Pada canggung gerak untuk ngumpul di HI karena Mahasiswa ketahan.
Mahasiswa pada keukeh pake template aksi 66 & 98. Gandengan tangan, dan dorong2 tameng.
Diketawain silop.
Ngobrol sama orang indo di DC trs dia tanya disini kerja? Gue bilang liburan. Abis itu respon dia "oh liburan doang, kalau saya sih kerja" lalu mlengos gamau ngobrol lagi😔 gatau aja dia kalo liburan gue 6 bulan di US 6 bulan di indo 😛
On a serious note: BE KIND lah sama semua orang regardless mereka dateng pake visa apa (ASALKAN LEGAL). Semua orang jg lagi mencoba mencari jalan buat masa depan yg lebih baik jadi plis gausah si paling si paling, apalagi ngerendahin (soalnya udh direndahin sama 2 orang WNI disini) 😌
Presiden terdahulu klo market ancur, rupiah melemah, dan rakyat udah berisik bakal cepet ditangani problemnya.
2013 parah banget rupiahnya tapi pak SBY take action jg saat itu jadi bisa ternetralisir
2015 budget berantakan parah, trus Pak Jokowi take action jg dengan manggil balik bu SMI.
2018 berantakan karena tariff Trump dan BI berani pre-emptive rate hike dan pemerintah adjust anggaran juga
Baru kali ini market ancur hampir 40% dan rupiah melemah terus tapi gak ada respon serius. Masih nyalahin BI, masih glorifikasi MBG, masih anti kritik tentang plesir ke LN, dll.
Problemnya itu. Global economy gk lagi baik2 aja. Spekulasi pasar saham gila2an dan credit issue mulai muncul. Kalau gaya kerjanya masih kayak gini.
Gw gak paham lagi mau seberapa hancur rupiah dan IHSG ketika nanti kejadian.
Ketika mandat Bank Indonesia (BI) menjadi "mendukung pertumbuhan negara" dan DPR yang mengevaluasi, di situ lah BI kehilangan independensi. Bayangin kumpulan seorang teknokrat dievaluasi oleh kumpulan orang yg duduk di kursi legislatif yang belum tentu capable.
Artinya apa? Di saat negara ingin prioritaskan growth, BI mau tidak mau harus patuh di bawah tuntutan itu, sangat berbeda dengan peran sebelumnya untuk menjaga kestablian Rupiah dan inflasi. Seharusnya ini menjadi alarm besar buat seluruh rakyat yang sadar arah negara kita ini mau di bawa ke mana.
Tentu saya tidak bilang kalau negara ini bakal menjadi ekstrim parah seperti Turki, yang mana bank sentral dievaluasi langsung oleh Presiden. Tapi coba berpikir lagi, di negara tanpa oposisi, siapa yang berani melawan presiden? Legislatif kita sebenarnya sudah mati sejak lama.
Yang jelas, negara ini hanya butuh 20 tahun untuk lupa seramnya Orba karena propaganda belas kasihan dan tingkah gemoy. Sungguh bangsa pemaaf yang sangat pandir. Masing2 dari kita saat ini cuma bisa menyelamatkan diri sendiri, maka dari itu begitu botol (bodoh dan tolol) jika ada seorang mahasiswa yang bilang justru kita itu "Traitor" negara, karena sebenarnya mereka yang berkuasa itu yang ingin menghancurkan Indonesia.
If I were Chatib Basri, I would decline any offer to work for Prabowo. Even if he managed to push through meaningful reforms, his legacy would ultimately be overshadowed by the administration's broader catastrophic blunders, for which he would inevitably share responsibility.