FPL KLUBLEMU SEASON 5 2025-2026 RESMI DIBUKA YA.
Khusus para manajer yg berani pakai kapten dan wakil kapten Arsenal.
Kita mainkan lagi musim ini.
Klik Link Di Bawah ya untuk daftarnya
https://t.co/0xse5kbPqJ
Ijin min @pisangij01
dulu diketawain karna finish di posisi 8 dan ga masuk zona UCL
sekarang diketawain karna cuma bisa juara EPL dan gagal di Final UCL 😂
we are really move forward
mengukir sejarah bukan membahas sejarah
#COYG
The Premier League title race would have entered the final match round with Manchester City two points clear of Arsenal, according to The Athletic’s analysis of key match decisions made by referees and their video assistants.
■ Arsenal, Chelsea and Sunderland benefitted the most from errors
■ Bournemouth earned four fewer points than they should have
■ Fulham should have qualified for the Europa League
■ An extra 17 red cards and 36 penalties should have been awarded
@Refsplaining analyses every key match decision to evaluate how on-field and VAR refereeing decisions shaped the Premier League in 2025-26.
Free to read here ⬇️
🔗 https://t.co/aCM0ROTHLY
Yang ramai jika semalam Arsenal menang :
- Goal Havertz harusnya di anulir, soalnya Trossard handball (insert screen capture)
- Cara menang UCL paling memalukan sepanjang massa, haramball, you name it
- PSG harusnya dapet penalti 2x, Saka handsball di kotak sendiri (insert screen capture)
Berhubung Arsenal semalam ga menang, jadi yaa yang ramai :
- Alhamdulillah timeline udah ga berisik lagi, PSG menyelamatkan sosmed
- Champions of Europe, you'll never sing that
- Bottled again, bottled again, bottled again
- Arsenal bisa apa tanpa PGMOL
- Emang mentalnya runner-up
- 0 UCL kalah sama Nottingham Forest
LA CELEBRACIÓN MÁS GRANDE DE LA HISTORIA EN INGLATERRA 🤯🏴
La Policía Metropolitana de Londres confirma que más de 1,5M de personas han acudido a la rua del título de Premier League del Arsenal 🏆
#PremierLeagueDAZN ⚽️🏴
Bener juga ya. Naik terus standar banter-nya. 🤣
Tim lain masuk UCL adalah target. Buat Arsenal kalah di final adalah hinaan.
Wow. We’ve already come this far.
dulu pas Eze milih Arsenal, mereka songong banget, ngetroll habis-habisan
Gabriel juga sok jadi paling tengil dan nggateli tiap ketemu Spurs. pemain paling males gue liat di EPL
dan sekarang, nggak pernah kebayang dalam benak gue kalau dua-duanya malah jadi simbol downfall Arsenal
karma emang luar biasa kerjanya 🤣
puass banget liat mereka sekarang
balance of the universe kembali normal
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂
Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai.
Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka.
"Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝
Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal.
Cirinya cukup mudah dikenali qo:
1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri.
2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara.
3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi.
4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom.
5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri.
Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci.
Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan.
Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang.
Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang.
Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan.
Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini.
Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu.
Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti.
Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era.
Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain.
PADA AKHIRNYA,
Klub juara mengangkat trofi 🏆
Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤
Sedangkan penganut SIRIKISME,
mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Josh Kroenke surprises Gary Neville with a special gift, during an interview at the training ground.
🗣️ “On behalf of our entire club, we have a little present for you. I think you will love it, Gary. I think you might have to open it on camera…” ❤️🤣