KONDISI INDONESIA SAAT INI :
Jaksa ditangkap polisi
Polisi ditangkap jaksa
Rumah jaksa di jaga tentara
1 DOLLAR Rp.18.000
PRABOWO PUNYA DNA INDIA
RAKYAT NYIMAK 🙏🙏
"Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana, saya takut. Biar saya mati saja , supaya jangan ada korban nakes yang lain."
Itu pesan terakhir dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni , dr. Icha , sebelum ditemukan meninggal, 26 Juni 2026.
Ia sedang menyelamatkan anak korban gigitan ular. Sesuai SOP. IDI mengkonfirmasi.
Tapi yang diduga anggota DPRD Komisi III , komisi yang membidangi kesehatan , membentak dan mengancam:
"Kau akan bertemu saya di Komisi III."
23 saksi di lokasi. Surat wasiat diamankan polisi , berisi intimidasi dan ancaman.
Bupati TTU sendiri berkata:
"Peristiwa ini akan membuat nakes takut bertugas di sini."
Dr. Icha memilih mati agar rekan sejawatnya tidak jadi korban berikutnya.
Di negara ini ,siapa yang melindungi dokter yang sedang menyelamatkan nyawa rakyat?
JUST IN: DOKTER IGD DI NTT MENINGGAL DUNIA USAI DUGAAN INTIMIDASI OLEH DUA ANGGOTA DPRD 🚨🚨
Kronologi:
1. Pada 13 Juni 2026, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), menangani seorang pasien anak korban gigitan ular yang dirujuk ke RS Leona Kefamenanu dari rumah sakit lain. Penanganan dilakukan sesuai standar medis dan melalui konsultasi dengan dokter spesialis.
2. Dalam proses penanganan, keluarga pasien meminta tindakan tertentu yang saat itu belum direkomendasikan secara medis, sementara ketersediaan antivenom juga menjadi kendala.
3. Dua anggota DPRD Kab. Timor Tengah Utara (TTU) yang merupakan keluarga pasien datang ke IGD dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah satu di antaranya diduga mengacungkan jari ke arah wajah dr. Icha.
4. Menurut keterangan keluarga, setelah kejadian tersebut dr. Icha mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia disebut terus menangis, mengalami trauma, dan menunjukkan perubahan kondisi mental yang sangat drastis.
5. Beberapa hari kemudian, pada 26 Juni 2026, dokter yang baru berusia 27 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia.
6. Keluarga meminta agar kasus ini diproses secara hukum karena menduga tekanan psikologis dan intimidasi yang dialami korban berkontribusi besar terhadap meninggalnya dr. Icha.
7. Pihak DPRD membantah telah melakukan intimidasi. Mereka menyatakan percakapan memang berlangsung dengan nada tinggi karena panik terhadap kondisi pasien, namun membantah adanya ancaman, serta menyebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit.
8. Pemerintah Kab. Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini harus menjadi sorotan publik karena memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya perlindungan tenaga kesehatan dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan saat menjalankan tugas.
Rest in Peace, dr. Icha 🥀💔
JUST IN: Forum Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa/i Peduli Rakyat Papua (FSPM-PRP) Kota Studi Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Papua Darurat Militer & Investasi"
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Peringatan darurat 🚨🚨🚨🚨
Jabat menteri dan staf khusus tapi masih aja jadi komisaris. SERAKAHH WOYY SERAKAH ANJJ!!!!
Double gaji, double tunjangan dan double fasilitas
Tapi pemerintah bilang nya = Efisiensi FAKKKK!!