@direktoridosen kalau masih tinggal dan kerja di Indonesia, sebaiknya jangan kalau gak butuh butuh banget, mis: naikin pangkat. Apalagi kamu bukan orang terkenal/siapa siapa. Kalau mau buang duit, ya gapapa.
Ada yang rebutan kip(kuliah) tapi dipotong jatahnya, ada juga yang gak turun dananya. Di daerah rawan gempa, perawatan pengadaan sensor gempa kena potong anggarannya. Pegawai honorer kena phk akibat penghematan.
Menteri nya be like: Joget duls ga seh..
https://t.co/xwN5xzVIMp
Mungkin maksud menteri dalam negeri ini, Jakarta itu bapak kota, nah kalau ibu kota nya, ibu kota nusantara itu. Kan sudah pas ada bapak sama ibu, tinggal buat anak nya ๐
Kalau psikologku malah ngata ngatain aku kak, katanya aku narsisis, delusional, greedy๐
padahal dia psikolog terkenal, bayarnya mahal pula, jadi kesel sendiri kalau ingat.
Kata psikologku ada 2 kemungkinan:
1. Dibesarkan dgn kritik.
Utk hal yg bernilai 90, fokus mereka ada di -10, bukan di +90. Cenderung melihat yg salah dari segala hal.
2. Dibesarkan di lingkungan yg menormalisasi kata2 pedas asal jujur. Tdk tau bahwa kata2 baik juga bisa jujur.
@Novita_sw @meutiafaradilla kok biar adil nya ke aturan selingkuh kak? kok ga minta biar adil, istri ASN boleh punya suami lagi? kan ada juga yang istri ASN, ga hanya suami.
@xrparmy_id@NoContextHumans Pernah nawarin ke bule ga? hati hati dikatain, "why would you eat intestines and liver of animals? disgusting! I'll pass!".
~60 thn lalu boro boro minum energen. Minum air yang dimasak aja sudah sukur, itupun kalau masih ada minyak tanah nya.
So, ngeliatin millennials ngebanding-bandingin kondisi yang jelas ga sama, agak gimana gitu~
~30 thn lalu pas SMP, ga makan pagi/ cuma minum energen. Jadi pas di sekolah jam 10an keluar main, sudah kelaparan. Uang jajan (200) ga cukup untuk beli nasi gemuk (350) porsi kecil. Perlu nabung 2 hari baru bisa beli.
So, kl dengar anak picky eater soal MBG, ya gimana gitu.