April yang dulu pasti gak akan pernah nyangka sekarang ada diposisi ini, April di bulan Maret 2022 yang nangis karena iri dan gak keterima SNMPTN.
Tapi April yang sekarang sadar, bahwa memang SNMPTN bukan yang terbaik buat April. Dan April bersyukur untuk itu.
Tapi...
ternyata ini pertama kali bangtan perform lagu airplane pt.2 di mexico bertujuh, pantes aja army mexico seheboh itu pas lirik 'we going from mexico city', jujur mereka deserve lagu ini karna mereka berhasil bikin bts betah dan enjoy selama disana, makasih banyak mexico😭😭🫂💜
Gue udah baca ini artikelnya. FYI bukan cuma soal bau. Warga Cibetus sampai harus nutup rumah hampir 24 jam, nggak bisa jemur baju karena lalat, dan banyak yang kena ISPA/batuk berkepanjangan. Udah berkali-kali ngadu ke pemda tapi minim respons. Pas protes malah ada intimidasi & penangkapan.
Ini jelas gak cuma sekadar isu produk 😭, tapi soal lingkungan & hak hidup warga.
😭😭😭
Gilak...serius cewek bener2 kalian harus cari suami yg waras ya.
Belanja 25rb/hari?
Kata gw sih kalian yg gak mampu nyukupin istri n anak mending jangan nikah, anak orang di minta Dari orang tua untuk di muliakan bukan untuk di sengsarakan.
Duh lanangan opooo ngeneki.
Kitab Fathul Izhar ini bukan kitab yang dikarang salafus shalih atau diatributkan ke sahabat nabi.
Ini kitab yang tidak ilmiah juga, karena faktanya tidak sesuai dengan penelitian ilmu biologi dan reproduksi.
Harus dicabut dari kurikulum pesantren
Berhubung banyak yg nanya kenapa kerabatku itu cuma jarak 5 tahun meninggal karena HIV dan udah minum ARV, aku jelasin di sini ya
Jadi semuanya baru terbongkar dari pengakuan dia setelah collapse dan udah naik jadi AIDS.
Dia bilang udah suka sesama jenis sejak remaja. Tapi takut utk come out. Orangtuanya strict parent. Dia pun tumbuh jadi anak yg penurut, ga pernah nongki2. Waktunya kerja ya kerja, pulang ya langsung ke rumah. Begitu yg ortunya tau. Sering dibangga2in lah daripada anak yg lain di keluarga.
Bahkan karena ga pernah punya temen cewek, ortunya malah anggap dia anak soleh yg ga mau pacaran. Tapi sejak 2017 dia bilang udah mulai berhub sejenis secara diam2 (ini pengakuannya). Pas gw tanya "kamu sadar ga itu bahaya? Pake pengaman ga?" Dia jwb "awalnya pake, tapi sejak dimarahin ortunya gegara ketauan ada kondom di tasnya, jadi takut bawa kondom lagi" (ini gw langsung murka ke emaknya)
Tahun 2021 kena herpes, emaknya masih denial (atau mungkin anaknya yg ga jujur), nganggep itu herpes bukan yg penyakit kelamin.
Tiba2 awal 2023 dia ambruk ga bisa jalan kek orang lumpuh dan badan mulai kurus. Keluarganya masih nutupin penyakit anaknya, cuma bilang tokso. Gw ga kurang akal, gw google lah apa penyebab tokso. Ternyata yg paling mendekati kondisi dia adalah HIV. Barulah gw interogasi anaknya, dan dia cerita semuanya. Dia diam2 udh berobat dan minum ARV sejak kena herpes. But again, ga jujur sama ortunya karena takut.
Gw tanya ortunya kenapa ga jujur, jawabnya malu kl tetangga dan sodara tau anaknya sakit begitu, takut dijauhin. Damn, meledak gw!
Semuanya udah terlambat. Mid 2023, dia berpulang.
Ga cuma umat Katolik, semua org.
Senin bareng2 tutup rekening BNI.
Yg karyawan tutup rekening koran.
Yg pengusaha pindahin Payroll.
Yg investor, cabut dari BIONS.
Yg trader, lepas semua BBNI.
Yg nyicil rumah, oper kredit.
Mulai Senin.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
you had a chance to speak up against the sexual harassment of men, but you chose to start a gender war instead. masa harus nunggu perempuan dulu buat stand up for fellow men? lame as fuck
Jujur, capek banget baca berita tentang pelecehan seksual di berbagai kampus beberapa hari ini. Gila sih, ini udah bukan soal "oknum" lagi, tapi emang environmentnya yang rusak dan menormalisasi rape culture.
@yaudahjawa@meutiafaradilla Ini bener.
Contoh topik yg pernah viral:
- Mpreg jokes, mereka tiba-tiba ngerti jokes yg bikin ga nyaman.
- Vasektomi, mereka tiba-tiba ngerti my body my choice.
- Gilang bungkus, mereka tiba-tiba ngerti kenapa korban ga bs nolak request pelaku KS.
Paved the way itu salah satunya bikin pasar musik #1 dunia mau ngejual album k-pop secara masif, atau bikin AMA buka kategori artis korea. Meski cukup aneh, usul ini juga sempat dipertimbangkan acara sekelas Grammy.
Bukan siapa yang duluan pakai kacamata hitam di dalam ruangan.