emang pada dasarnya yg ngurus negara orang” (isi sendiri) , perihal bayar orang aja udh ga bener, dari segi penampilan ga meyakinkan, trus dia demo perihal mbg di stop, ngaruh sama mereka juga ngga aneh bener
udh kga usah di akal akalin bang asli, jalan satu”nya emang turunin harga bbmnya aja, masa harus masyarakatnya terus yg ngalah dan muter otak buat akal”in beginian
Banyak yg mencampur pertalite + pertamax turbo dengan perbandingan 3:1 utk mendapatkan RON92 dengan harga 12,700 per liter. Selain harga jadi lebih murah, kadar sulfur juga jadi lebih rendah dibanding pertamax, plus bonus aditif cleaner. Netijen ini pinter2 juga ya
cc : aditya.psi
Warganet di aplikasi Threads baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan dari akun yang membagikan pengalamannya saat menghadapi calon pembeli yang diduga merupakan oknum dari SPPG di wilayah Serang.
Dalam tangkapan layar chat WhatsApp yang dibagikan dan langsung viral, oknum tersebut awalnya berniat memesan roti burger dalam jumlah massal, yakni 1.800 pcs per hari untuk sebuah acara kegiataan. Namun, yang membuat publik geram adalah adanya dugaan tindakan culas/koruptif yang diminta oleh sang oknum.
Oknum tersebut meminta agar harga roti diturunkan menjadi Rp1.500 per pcs, bahkan menyarankan agar ukurannya diperkecil atau menggunakan bahan baku murah seperti tepung dan susu curah. Mirisnya lagi, ia meminta agar harga yang ditulis di nota belanja tetap Rp3.000 per pcs (di mark-up dua kali lipat!).
Mendapat permintaan tersebut, sang penjual dengan tegas menolak. "Saya yang ga tega jualnya kalo gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh," balas penjual dalam chat tersebut.
Tak menyerah, oknum itu sempat menarik (menghapus) pesan-pesan sebelumnya dan kembali mencoba menawar di hari berikutnya untuk memesan 70 pcs roti seharga Rp1.700. Karena tetap tidak diberikan, penjual akhirnya memilih untuk memblokir nomor tersebut.
Unggahan ini langsung memicu reaksi keras dan ribuan komentar dari warganet Threads yang mengecam aksi oknum tersebut. Banyak yang menyayangkan bagaimana institusi yang berkaitan dengan pendidikan justru diduga dinodai oleh perilaku culas seperti ini.
Melalui pembaruan statusnya, pemilik akun menyampaikan bahwa dirinya belum bisa membuka secara gamblang identitas lengkap oknum SPPG yang dimaksud karena kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
Bagaimana tanggapan dulur-dulur Serang terkait kejadian yang lagi viral ini?
Via. Info Serang