Kalau sudah berani mengatakan suatu hal positif/negatif berdasarkan agama, maka tunjukkanlah dalilnya. Kalau tidak bisa, maka itu hanyalah sematan label² yang kosong maknanya.
Jika menuruti jalan berpikir Anda bahwa "fanatik agama" = negatif, dan postingan² saya termasuk "fanatik agama", maka:
- Tunjukkan postingan² yang mana yang negatif
- Jika negatif, tunjukkan dalil² dari Al-Qur'an & Sunnah yang menguatkan bahwa hal tsb buruk
Seperti apa postingan yg fanatik agama itu? Jika fanatik agama adalah hal negatif, maka postingan jenis apa yg menggambarkan hal² negatif tsb? Dan jika benar negatif, adakah dalil dari Al-Qur'an, Sunnah, atau kalam ulama yang mendukungnya?
Karena sudah terlanjur rapuh, akhirnya definisi "fanatik agama" kini juga diarahkan kepada kritik pada pertanyaan sederhana terkait makna dari istilah yang dilemparkannya diri sendiri.
((padahal dia sendiri tidak tahu apa yang dimaksud fanatik agama)) yahh dari bahasannya yang TERKESAN MEMAKSAKAN PANDANGAN ORANG LAIN BIAR SESUAI DENGAN PANDANGANNYA & MERASA DIRINYA PALING BENAR udah bisa dipastikan kalo ni orang termasuk golongan fanatik agama wkwkwkw
Bahkan menentukan "fanatik agama" (yang dikonotasikannya sebagai negatif) melalui pandangannya "setelah melihat postingan²nya", dan lagi² ada kesamaan dengan penjelasannya yang berputar² sebelumnya yaitu: minim contoh.
https://t.co/fOLSpGnBQj
@ssgurugeto@18fesss katakan saja, orang² yg mengganggu & merugikan orang lain itu adalah orang² yg jauh dari agama, tidak mengikuti petunjuk agama, dan tidak meneladani Rasulullah. Alias, mereka adalah kebalikan dari "fanatik agama".
@ssgurugeto@18fesss Mengatakan hal ini sama saja (atau setidaknya dekat sekali) dgn mengatakan bhw dalam agama kita belum diajarkan batasan² (yakni ada yg kurang dalam agama), sehingga ketika ada yg cinta & mengejar agama, ada taraf "berlebih" yg negatif yg belum dijelaskan oleh Rasulullah. Padahal-
Semoga Allah memberikan kita semua taufik untuk terus mendalami agama ini, mempelajarinya, mengisi ilmu² dan amalan yang masih kurang dari diri kita, dan menjadikan kita orang² yang terus merasa kurang akan ilmu agama di zaman yang banyak orang mengabaikan agama ini.
Kembali sikap dari orang² seperti ini, setelah berani melemparkan narasi di ruang publik, hanya defensif dgn mindset "what I meant was this, what I meant was that"
Seakan ketika mengutarakan istilah² tersebut hanyalah kata² kosong yg tidak punya makna dalam pikirannya sendiri.
@ssgurugeto@18fesss Hudzaifah pernah shalat malah bersama Rasulullah dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam membaca surat Al-Baqarah sampai akhir. Setelah selesai, Hudzaifah mengira Rasulullah akan rukuk, tapi yg ada apa? -
Ini seharusnya menjadi renungan untuk kita yang berani menulis di ruang publik: tidak bisa istilah² sembarang dilemparkan begitu saja tanpa sebenarnya tahu apa yang dimaksud, bagaimana contoh nyatanya, dan apakah kita benar² memaksudkan istilah tersebut atau hanya ikut²an saja.
Diskusi ini jadi contoh nyata kalau banyak yang melemparkan frasa "fanatik agama", lalu memposisikan dirinya sebagai orang yang condong kepada mereka yang "paham agama tapi tidak fanatik agama"; padahal dia sendiri tidak tahu apa yang dia maksud dengan fanatik agama.
@kr36xe54@18fesss (koreksi dikit, sorry2) beda tipis tuh kalo dilihat dari mata orang awam, soalnya sama2 keliatan rajin ibadah. kalo diliat lagi, perbedaannya gak beda tipis juga sih sebenernya. intinya fanatik itu ranahnya udah ke negatif kak, soalnya mereka udah terlalu berlebihan
Jika benar ada pembedaan seperti "fanatik agama" dan "paham agama", bukankah yang paling layak untuk mendefinisikan dan mewanti²kan hal tersebut adalah yang paling mengetahui dan mendalami soal agama, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian para sahabat?